Sabtu, 4 Juni 2022, Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, menjadi tempat kami duduk berdiskusi, serta silaturahmi literasi bersama seluruh pegiat literasi di Kabupaten Kolaka Utara. Banyak hal yang tak luput untuk didiskusikan perihal membangun peradaban literasi.

Dimulai dari pemahaman persepsi tentang literasi, proses gerakan literasi, hingga progres gerakan peradaban literasi di Kabupaten Kolaka Utara.

Bapak Bupati Kolaka Utara mengawali sambutannya sebagai keynote speaker, m enyampaikan dan mengajak kepada seluruh audiens yang hadir, untuk menjadikan literasi menjadi kebutuhan setiap individu, terkhusus masyarakat Kabupaten Kolaka Utara. Olehnya itu, dibutuhkan gerakan kesadaran tentang pentingnya literasi.

Literasi tidak bisa hanya sekadar dipahami sebagai membaca dan menulis. Namun, jauh dari itu, literasi adalah sebuah proses atau tindakan olah pikir otak untuk memahami, melibati, menggunakan, menganalisis, dan mentransformasi teks. Kesemuanya merujuk pada kompetensi atau kemampuan yang lebih dari sekadar kemampuan membaca dan menulis.

Definisi literasi selalu berevolusi sesuai dengan tantangan zaman. Jika dulu definisi literasi adalah kemampuan membaca dan menulis,saat ini, literasi memiliki banyak variasi, seperti literasi media, literasi komputer, literasi sains, literasi sekolah, dan lain sebagainya.

Tantangan ke depan akan semakin berat. Era akan berubah, gerak mesin semakin menguasai, dan manusia semakin tertinggal. Hanya gerakan literasi yang bisa menjawab tantangan kehidupan masa depan.

Dan sebagai akhir sambutan, Bapak Bupati Kolaka Utara menyampaikan,”Ketahuilah ketika saudara berhasil mentransfer ilmu, maka itu akan menjadi nilai terbaik bagi Anda semua, dan akan melahirkan amal jariyah untuk dirinya sendiri.

Saat ini, banyak orang yang tidak mau jujur terhadap dirinya, bahwa sebenarnya mereka tidak punya kompetensi. Mereka hanya mengandalkan kemampuannya untuk menyampaikan kritik tanpa disertai argumentasi yang menjadi solusi.

Kontribusi pemikiran dengan narasi serta pilihan diksi yang berisi, adalah perwujudan kongkretisasi pemahaman, pemaknaan dari sebuah literasi. Baik disalurkan melalui literasi tutur, baca serta berbagai macam bentuk literasi.

Hadir pula Kak Syaifuddin Gani sebagai Narasumber dalam Talkshow, yang merupakan pegiat literasi Sulawesi Tenggara, dan juga merupakan Founder Rumah Baca Kabanti di Kendari.

Membangun Peradaban Literasi, adalah sebuah keharusan yang pasti terjadi. Secara sederhana. Peradaban adalah rasa ingin keluar dari keterpurukan, keluar dari ketertinggalan, pola perubahan, perkembangan, pembaharuan serta lahirnya sebuah gagasan ide dan tindakan yang baru.

Sebuah kota terbangun, atas dua elemen penting. Dari struktural (pemerintah) dan kultural (masyarakat kebudayaan).

Bangunan dicipta oleh struktural, sedangkan isinya di kontribusi oleh komunitas.

Secara tidak sadar gerakan peradaban itu lahir, berkembang dan tumbuh secara terus-menerus dan masif. Bisa dibayangkan, ketika 10 komunitas hadir, maka ada 10 gagasan yang hadir untuk tersampaikan, dengan berbagai gerak dan langkahnya, sebagai penyambung lidah rakyat dengan gerakan kebermanfaatannya. Begitu ucap Kak Syaifuddin Gani dalam menyampaikan materinya tentang Membangun Peradaban Literasi.

“Perubahan dimulai dari seorang individu, lalu menjalar ke komunitas, dan komunitas menebarkan ke sebuah masyarakat. Bisa juga dimulai dari keluarga, ayah ibu dan anak.
dan perubahan itu selalu dimulai dari kaum muda”.

Saya terhenyat dan terkagum diakhir quotes yang disampaikan oleh Kak Syaifuddin Gani. Pemuda harus menjadi bagian terdepan dari peradaban, dari sebuah gerakan pembaharuan yang digerakkan dengan literasi.

Akhir diskusi siang itu, kami tutup dengan kesepakatan bersama seluruh komunitas literasi yang hadir, untuk sama-sama bergerak dan menggerakkan, melahirkan ide dan gagasan bersama, untuk kemajuan peradaban literasi di Kabupaten Kolaka Utara.

And the next discussion dilanjutkan di Pantai Berova.
Yuk pemuda, kita bisa dan pasti bisa.

#AH

(Visited 99 times, 1 visits today)
One thought on “Membangun Peradaban Literasi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: