Deskripsi Mata Kuliah Pendidikan Anti Korupsi (PAK)

Mata kuliah pendidikan anti korupsi dilaksanakan dalam jangka panjang dan diterapkan sesuai dengan nilai-nilai dasar anti korupsi, maka akan dapat berkontribusi terhadap upaya pencegahan terjadinya tindakan korupsi khususnya untuk mahasiswa sebagai agent of change.

Dr.Sudirman, S. Pd. M. Si.

A. PENGANTAR
Pendidikan antikorupsi merupakan proses pembelajaran dan pembentukan perilaku yang berkaitan dengan pencegahan perilaku koruptif dan tindak pidana korupsi yang diselenggarakan pada program diploma dan sarjana, baik pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Pendidikan anti korupsi wajib diselenggarakan melalui mata kuliah, baik itu Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) atau Mata Kuliah yang Relevan, selain itu bisa dalam bentuk Kegiatan Kemahasiswaan dan/atau Kegiatan Pengkajian.

Untuk Kegiatan Kemahasiswaan, bisa dalam bentuk Kokurikuler, Ekstrakurikuler, dan Unit Kemahasiswaan.

Adapun untuk Kegiatan Pengkajian, bisa dalam bentuk Pusat Kajian dan Pusat Studi Pemimpin perguruan tinggi bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan antikorupsi dan melaporkan secara berkala ke Kementerian melalui Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan secara berkala.

Penyelenggaraan dan pelaporan pendidikan antikorupsi ini, ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan.

Penyelenggaraan pendidikan antikorupsi mulai diterapkan di perguruan tinggi paling lambat 1 (satu) tahun sejak Peraturan Menteri ini diundangkan.

Permenristekdikti ini diundangkan pada tanggal 9 September 2019, artinya sudah wajib diterapkan di kampus paling lambat tanggal 9 September 2020.

Dokumen peserta kuliah offline

B. Mata Kuliah Pendidikan Anti Korupsi (PAK) di Perguruan Tinggi
Korupsi dipandang sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) yang oleh karena itu memerlukan upaya luar biasa pula untuk memberantasnya.

Upaya pemberantasan korupsi – yang terdiri dari dua bagian besar, yaitu penindakan dan pencegahan – tidak akan pernah berhasil optimal jika hanya dilakukan oleh pemerintah saja tanpa melibatkan peran serta masyarakat.

Oleh karena itu tidaklah berlebihan jika mahasiswa – sebagai salah satu bagian penting dari masyarakat yang merupakan pewaris masa depan – diharapkan dapat terlibat aktif dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Keterlibatan mahasiswa dalam upaya pemberantasan korupsi tentu tidak pada upaya penindakan yang merupakan kewenangan institusi penegak hukum.

Peran aktif mahasiswa diharapkan lebih difokuskan pada upaya pencegahan korupsi dengan ikut membangun budaya anti korupsi di masyarakat.

Mahasiswa diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan dan motor penggerak gerakan antikorupsi di masyarakat.

Untuk dapat berperan aktif, mahasiswa perlu dibekali dengan pengetahuan yang cukup tentang seluk beluk korupsi dan pemberantasannya.

Yang tidak kalah penting, untuk dapat berperan aktif mahasiswa harus dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari.

Buku Ajar Pendidikan Anti korupsi berisikan bahan ajar dasar yang dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Perguruan Tinggi dan Program Studi masing-masing.

Buku Pendidikan Anti Korupsi Untuk Perguruan Tinggi diterbitkan DIKTI


Bahan ajar dasar yang disajikan dalam materi kuliah terdiri dari delapan bab, yaitu :
1). Pengertian Korupsi.
2). Faktor Penyebab Korupsi.
3). Dampak Masif Korupsi.
4). Nilai dan Prinsip Antikorupsi.
5). Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia.
6). Gerakan, Kerjasama dan Instrumen Internasional Pencegahan Korupsi.
7). Tindak Pidana Korupsi dalam Peraturan Perundang-undangan.
8). Peran Mahasiswa dalam Gerakan Antikorupsi.

Di samping delapan bab yang berisikan bahan ajar dasar, juga dilengkapi dengan panduan pembelajaran yang berjudul Model Pembelajaran

C. Urgensi Mata Kuliah Pendidikan Anti Korupsi (PAK) bagi Mahasiswa

Tujuan utama dari pendidikan anti korupsi adalah memperlihatkan fenomena korupsi sampai dengan akibat dari korupsi itu sendiri. Oleh karena itu, pendidikan anti korupsi merupakan pendidikan penanaman nilai-nilai dasar untuk membentuk sifat anti korupsi dari setiap mahasiswa, bukan hanya teori yang kami ajarkan tetapi juga aplikasi melalui praktek dan media di sekitar Kampus.

Dr.Sudirman, S. Pd., M. Si.


Tujuan Mata Kuliah PAK
a). Agar mahasiswa mampu mengidentifikasi berbagai bentuk korupsi, faktor penyebab tindakan korupsi, sanksi pidana atas korupsi.
b). Mampu memahami penanganan terhadap tindakan korupsi, dan pembentukan karakter mahasiswa yang anti terhadap korupsi.

Pendidikan anti korupsi adalah program pendidikan tentang korupsi yang bertujuan untuk membangun dan meningkatkan kepedulian warganegara terhadap bahaya dan akibat dari tindakan korupsi.

KPK, dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diberi amanat melakukan pemberantasan korupsi secara profesional, intensif, dan berkesinambungan.

Pendidikan antikorupsi dinilai menjadi salah satu strategi pemberantasan korupsi karena dapat menciptakan ekosistem budaya antikorupsi dalam membangun karakter generasi muda.

Pendidikan antikorupsi merupakan tindakan mengendalikan dan mengurangi korupsi.

Hal ini diharapkan untuk mendorong generasi muda untuk kritis terhadap nilai-nilai anti korupsi.

Pendidikan anti korupsi memberi pemahaman yang berkaitan dengan moral seperti kejujuran, keadilan, hak, tanggung jawab, diskriminasi, dan implikasi buruk korupsi terhadap kehidupan. Pendidikan anti korupsi menanamkan sikap menolak terlibat melakukan korupsi dan memerangi tindak korupsi di masyarakat.

Pendidikan antikorupsi wajib dilakukan sejak dini. Penanaman nilai-nilai moral, pembekalan ilmu pengetahuan tentang hukum, adat istiadat ketimuran serta religius, dan kepercayaan pada Tuhan sebagai cara melahirkan calon-calon figur pemangku kekuasaan yang bersih dari korupsi.


Sebagai kontrol sosial, mahasiswa dapat melakukan peran preventif terhadap korupsi dengan membantu masyarakat dalam mewujudkan ketentuan dan peraturan yang adil dan berpihak pada rakyat banyak, sekaligus mengkritisi peraturan yang tidak adil dan tidak berpihak pada masyarakat.

Mahasiswa dapat mensosialisasikan segala hal yang merupakan pencegahan terjadinya korupsi dan menghilangkan budaya perilaku koruptif di dalam masyarakat. Kemudian yang lebih vital lagi adalah mahasiswa harus mengontrol segala kebijakan yang dihasilkan oleh pemerintah.

Keterlibatan mahasiswa dalam gerakan anti korupsi pada dasarnya dapat dibedakan menjadi empat wilayah, yaitu: di lingkungan keluarga, di lingkungan kampus, di masyarakat sekitar, dan di tingkat lokal/nasional.

Inilah 8 Modus Korupsi di Kalangan Mahasiswa versi KPK
1). Terlambat kuliah.
2). Memberikan hadiah atau gratifikasi kepada dosen.
3). Mark up.
4). Membuat proposal palsu.
5). Penyalahgunaan dana beasiswa,
6). Plagiasi.
7). Mencontek.
8). Titip absen.


KPK, mengingatkan, kepintaran saja tidak bisa menjadi bekal seseorang dalam mengarungi kehidupan nyata. “Banyak koruptor adalah orang-orang yang pintar, lulusan perguruan tinggi juga, namun tetap juga terjerat kasus korupsi.


Tindakan yang perlu dilaksanakan,
(1). Membangun generasi muda yang paham tentang pentingnya mencegah tindak korupsi.

(2). Membuat pusat layanan pengaduan tindak korupsi.

(3). Memberikan hukuman yang dapat menimbulkan efek jera agar tidak korupsi tidak terulangi kembali pada masa yang akan datang.

Berikut ini peran mahasiswa yang begitu penting ;
A). Agen Perubahan. Peran mahasiswa dalam masyarakat dikenal sebagai agent of change (agen perubahan).

B). Penjaga Nilai. Nilai luhur dan mulia perlu selalu dilindungi.

C). Penerus Bangsa. Mahasiswa adalah generasi harapan bangsa.
D). Kekuatan Moral.
E). Pengontrol Sosial.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ada sembilan nilai dasar yang perlu ditanamkan melalui pendidikan anti korupsi, yaitu:
(a).kejujuran, (b). adil, (c). berani, (d)sederhana, (e)tanggung jawab, (f)disiplin, (g)kerja keras, (h)hemat dan (i) mandiri.

D. PENUTUP
Dengan optimisme masa depan yang lebih baik, mahasiswa harus satukan langkah perangi korupsi dengan mengawali dari diri sendiri, dengan harapan besar bagi kejayaan negeri ini serta kesejahteraan bangsa yang ada di dalamnya.


Tidak ada yang tidak mungkin di bumi ini, sesuatu yang besar selalu diawali dengan satu langkah kecil, pasti dan penuh integritas.


Selamat datang generasi anti Korupsi, Indonesia akan lebih baik tanpa Korupsi.

Makassar, 24 Juni 2022.

Tim Dosen PAK.
1). Dr. H. Abd. Azis, DP., SH., MH.
2). Dr. Sudirman, S. Pd., M. Si.
3). Ali Imran,ST, SKM, MM.

Dr. Sudirman, S. Pd., M. Si. dkk.

Dokumentasi Perkuliahan Offline:

Peserta mk. PAK Kelas Teknik UPRI Makassar 2022.
Kelas FKIP UPRI Makassar
Kelas FKM UPRI Makassar
kelas FEB UPRI Makassar
Perkuliahan online via zoom

KORUPSI, Lihat, Lawan, Laporkan

(Visited 3,591 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Sudirman Muhammadiyah

Dr. Sudirman, S. Pd., M. Si. Dosen|Peneliti|Penulis| penggiat media sosial| HARTA|TAHTA|BUKU|

6 thoughts on “Urgensi Pendidikan Anti Korupsi (PAK), Bagi Mahasiswa”
  1. Secara tidak sadar, mahasiswa sudah terjebak pada perilaku korupsi. Mudah-mudahan, dengan adanya pendidikan antikorupsi ini dapat memberikan ruang pencerahan kepada mahasiswa

  2. Mantap, sangat setuju digalakkan pendidikan anti korupsi atau pada Kegiatan Kemahasiswaan, bisa dalam bentuk Kokurikuler, Ekstrakurikuler, dan Unit Kemahasiswaan, dalam rangka pembinaan generasi yang akan mengisi pembangunan bangsa dimasa

  3. Ada 9 nilai dasar yang perlu ditanamkan melalui pendidikan anti korupsi, yaitu:
    (a).kejujuran, (b). adil, (c). berani, (d)sederhana, (e)tanggung jawab, (f)disiplin, (g)kerja keras, (h)hemat dan (i) mandiri.

  4. Sangat bermanfaat. Semoga dengan materi ini dapat menumbuhkan kesadaran para generasi bangsa bahwasanya sangatlah penting untuk menghindari tindakan korupsi

  5. Terima kasih atas ilmu nya pak sangat bermanfaat semoga materi ini dapat menimbul kan kesadaran generasi bangsa Secara tidak sadar, mahasiswa sudah terjebak pada perilaku korupsi. Mudah-mudahan, dengan adanya pendidikan antikorupsi ini dapat memberikan ruang pencerahan kepada mahasiswa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.