Embun menyambut pagi
Membuat kesegaran pada bunga-bunga hampir layu
Kutatap dari arah jendela
Bergembira riang dengan senyuman manis dan mata berkaca-kaca…
Pilu bertabur bahagia dimana aku selalu tersenyum menyambut indahnya pagi hari dengan nuansa indah
Dengan wajah merubah
Kuabaikan ratap dan tangisan
Aku ingin bahagia bagai bunga yang telah mekar kembali ketika embun menyambut pagiku bersama mekarnya bunga-bunga di taman hingga segar tak lagi layu
Ketika ku tak berdaya bagai layunya bunga di kamar ku menyepi sendiri hanya bersahabat dengan suara
Burung serta ayam yang berkokok sambil menanti bahagia menyambutku
Saat itulah aku sadar jika Tuhan bersamaku kalah aku tak berdaya disakiti disiksa bagai bunga yang layu…
Kini aku ingin bangkit bagai mekarnya bunga…
Kulalui kembali jalan penuh liku yang membuat aku sadar hingga bangkit entah kenapa
Namun ada suara hati menyapaku bagai suara seorang roh agar aku terus kuat demi kebenaran walaupun tak berdaya.
by Dev.Seixas’25
