Embun menyambut pagi
Membuat kesegaran pada bunga-bunga hampir layu
Kutatap dari arah jendela
Bergembira riang dengan senyuman manis dan mata berkaca-kaca…

Pilu bertabur bahagia dimana aku selalu tersenyum menyambut indahnya pagi hari dengan nuansa indah
Dengan wajah merubah
Kuabaikan ratap dan tangisan

Aku ingin bahagia bagai bunga yang telah mekar kembali ketika embun menyambut pagiku bersama mekarnya bunga-bunga di taman hingga segar tak lagi layu

Ketika ku tak berdaya bagai layunya bunga di kamar ku menyepi sendiri hanya bersahabat dengan suara
Burung serta ayam yang berkokok sambil menanti bahagia menyambutku

Saat itulah aku sadar jika Tuhan bersamaku kalah aku tak berdaya disakiti disiksa bagai bunga yang layu…
Kini aku ingin bangkit bagai mekarnya bunga…

Kulalui kembali jalan penuh liku yang membuat aku sadar hingga bangkit entah kenapa
Namun ada suara hati menyapaku bagai suara seorang roh agar aku terus kuat demi kebenaran walaupun tak berdaya.

by Dev.Seixas’25

(Visited 19 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Devinarti Seixas

Penulis dan Pendiri KPKers Timor Leste, dengan mottonya: "Kebijaksanaan bukan untuk mencari kehidupan melainkan untuk memberi kehidupan dan menghidupkan". Telah menyumbangkan lebih dari 100 tulisan berupa; berita, cerpen, novel, puisi dan artikel ke BN sejak 2021 hingga sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.