Secara umum, IKHLAS dapat diartikan sebagai suatu kondisi di mana suasana hati menerima segala sesuatu yang didapatkan dengan lapang dada.

sudirman muhammadiyah

Tulisan ini beredar di group medsos, sangat menginspirasi sehingga perlu di berdayakan agar bermanfaat bagi kita semua.


Sitti Hajar Protes
mengapa suaminya meninggalkan dia dan Ismail anaknya yang masih kecil di padang pasir yang tak bertuan ?

Seperti jamaknya, dia hanya bisa menduga bahwa ini akibat kecemburuan Sarah, istri pertama suaminya yang belum juga bisa memberinya putra.

Hajar mengejar Ibrahim AS, suaminya, dan berteriak :
“Mengapa engkau tega meninggalkan kami di sini, bagaimana kami bisa bertahan hidup…?

Ibrahim AS terus melangkah meninggalkan keduanya, tanpa menoleh, tanpa memperlihatkan air matanya yang meleleh.
Remuk redam perasaannya terjepit antara pengabdian dan pembiaran.

Hajar masih terus mengejar sambil terus menggendong Ismail. Kali ini dia setengah menjerit. Dan jeritannya menembus langit.

Wahai suamiku, ayahanda Ismail, apakah ini perintah Tuhanmu ?”

Kali ini Ibrahim AS, Sang Khalilullâh, berhenti melangkah.

Dunia seolah berhenti berputar.
Malaikat yang menyaksikan peristiwa itu pun turut terdiam menanti jawaban Ibrahim AS.
Butir pasir seolah terpaku kaku. Angin seolah berhenti mendesah.

Pertanyaan atau lebih tepatnya gugatan Hajar membuat semuanya terkesiap.

Ibrahim AS membalik tegas, dan berkata :
Iya, ini perintah Tuhanku !

Hajar berhenti mengejar, dan dia terdiam.
Lantas meluncurlah kata-kata dari bibirnya, yang mengagetkan semua Malaikat, serta menggusarkan butir pasir dan angin.

“Jikalau ini perintah Tuhanmu, pergilah wahai suamiku. Tinggalkan kami di sini. Jangan khawatir, Allah akan menjaga kami.”

Ibrahim AS pun beranjak pergi.

Dilema itu punah sudah.
Ini sebuah PENGABDIAN, ATAS NAMA PERINTAH ALLÂH. BUKAN PEMBIARAN.

Itulah IKHLAS.

IKHLAS adalah wujud sebuah keyakinan mutlak, pada Sang Maha Mutlak.

IKHLAS adalah kepasrahan. Bukan mengalah apalagi menyerah kalah.

IKHLAS itu adalah ketika engkau sanggup untuk berlari, mampu untuk melawan dan kuat untuk mengejar, namun… engkau *memilih untuk patuh dan tunduk.

IKHLAS adalah sebuah kekuatan untuk menundukkan diri sendiri, dan semua yang engkau cintai.

IKHLAS adalah memilih jalanNya. Bukan karena engkau terpojok tak punya jalan lain.

IKHLAS bukan lari dari kenyataan.

IKHLAS bukan karena terpaksa.

IKHLAS bukan merasionalisasi tindakan, bukan mengkalkulasi hasil akhir.

IKHLAS tak pernah berhitung, tak pernah pula menepuk dada.

IKHLAS itu tangga menujuNya, mendengar PerintahNya, mentaati-Nya.

IKHLAS adalah IKHLAS itu sendiri.
*Murni tanpa embel2 kepamrihan apapun.
Suci bersih 100 persen, hanya karenaNya dan mengikuti KehendakNya, tidak yang lain..!!!

Ikhlas itu saat kau memberi tanpa ada beban dalam hati.

sdm

Setelah ditinggal suaminya, Ibrahim, Hajar menggendong putranya, Ismail . Sambil lapar dan haus Hajar terduduk.

Kaki Ismail mengepak-ngepak ke pasir dan keluarlah air, yang kita sebut air zamzam. Di situ Siti Hajar dan Ismail hidup selama beberapa tahun.

Setelah lsmail remaja datanglah Ibrahim dengan perintah Allah untuk menyembelih Ismail. Ismail dan Ibrahim ikhlas dan patuh kepada Allah.

Maka ketika sudah baring… ternyata Allah SWT mengganti Ismail dengan domba.

Setiap kita adalah ‘IBRAHIM‘ dan setiap Ibrahim punya ‘ISMAIL‘…

Ismailmu mungkin ‘HARTAMU‘,

Ismailmu mungkin ‘JABATANMU‘,

Ismailmu mungkin ‘GELARMU‘,

Ismailmu mungkin ‘EGOMU‘,

Ismailmu adalah sesuatu yang kau ‘SAYANGI‘ dan kau ‘PERTAHANKAN‘ di dunia ini…

Ibrahim tidak diperintah Allâh untuk membunuh Ismail. Ibrahim hanya diminta Allâh untuk MEMBUNUH RASA ‘KEPEMILIKAN‘ terhadap Ismail.
Karena hakekatnya semua adalah milik Allâh…

Semoga Allâh Subhanahu wa Ta’ala menganugerahkan KESHALIHAN Nabi Ibrahim dan KEIKHLASAN Nabi Ismail kepada kita semua, agar kita bisa mengaplikasikan dalam kehidupan kita…

Jangan rendahkan dan hinakan orang lain dengan harta, jabatan dan gelarmu…
Karena dengan cara itu pada hakekatnya hanyalah ak an merendahkan diri dan keluargamu sendiri

Di hadapan Allâh hanya ketaqwaan kita yang diterimaNya.
Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang yang bertaqwa dan dirahmati ALLÂH.
Âmîn.

Hakekat penyembelihan Qurban adalah untuk memadamkan ego dan keinginan pribadi kepada Allah.

Makassar, Jumat 6 Juni 2025/1446H
sudirman MUHAMMADIYAH
Noted:
Sumber : medsos
Telah diedit tanpa mengubah makna untuk diberdayakan bagi sesama.

Doc. privat

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Hakikat kurban adalah kerendahan hati, keikhlasan, dan kebersamaan dalam keragaman.

Selamat Idul Adha.1446H/2025. Semoga hawa nafsu kita semua ditundukkan dalam ketaatan kepada-Nya.Jika belum mampu menyembelih hewan qurban Maka sembelihlah sifat sombong & angkuh dalam hati kita yg selalu merasa benar..

sudirman muhammadiyah

(Visited 325 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Sudirman Muhammadiyah

Dr. Sudirman, S. Pd., M. Si. Dosen|Peneliti|Penulis| penggiat media sosial| HARTA|TAHTA|BUKU|

One thought on “Memaknai Ikhlas [Membunuh rasa Kepemilikan Ibrahim terhadap Ismail]”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.