Oleh: Salsabila Mulya*

Ibu adalah wanita yang mengandung, melahirkan, menyusui, merawat, dan mendidik anaknya. Ibu akan selalu berada dalam setiap proses yang dilalui oleh anaknya dari detik ke menit. Berjuang mati-matian dalam sunyi untuk anaknya. Sebuah perjuangan tak mengenal lelah yang takkan bisa dibalas oleh anaknya. Ibu hanya ingin anak yang dilahirkan bahagia pada masa depannya nanti, tidak seperti yang dia rasakan sebelumnya.

Rasulullah SAW bersabda “Surga itu (berada) di telapak kaki ibu, dari jalur manapun masuk dan dari jalur manapun pula keluar”. Dengan sabda Rasulullah ini menguatkan bahwa posisi ibu paling mulia di muka bumi. Perannya paling tinggi dalam melanjutkan kehidupan dan pembangunan peradaban.

Sebagai anak wajib untuk berbakti kepada ibu, sesuai dengan dalil Al-Quran surat Luqman ayat 14 yang mengatakan “Dan Kami perintahkan kepada manusia (untuk berbakti kepada) kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun.”

Ibu rela tidak bahagia untuk menjaga anaknya. Ibu selalu menemani di saat-saat yang sulit. Ibu selalu meneteskan air mata ketika anaknya pergi. Sosok ibu tak akan dapat digantikan dengan apa pun, karena hanya dengan ibu kita dapat berdiri hingga saat ini.

Jadikan ibu sebagai tujuan kesuksesan yang sedang kita raih. Sebagaimana kata sang inspirator kehidupan Bapak Ruslan Ismail Mage yang disampaikan langsung kepada saya, “Ibumu wakil Tuhanmu di bumi, jadi kalau ingin Tuhan tersenyum kepadamu, lukislah senyum di wajah ibumu”.

Dalam kondisi apa pun tak ada yang bisa menggantikan peran sang ibu. Terima kasih ibu selalu ada di setiap langkahku. Suatu nasehat yang membuat batinku sebagai anak selalu merenung, membuat mataku basah, mengingat, memuliakan dan terus mendoakan ibu. Umar Bin Khattab menasehati, “Engkau merawat ibumu sambil menunggu kematiannya, sementara ibumu merawatmu sambil mengharapkan kehidupan dan kebahagiaanmu”. Ya Allah ya Rabb, sehatkan dan kuatkan selalu ibu. Jasanya tak terbalaskan.

*Mahasiswi Universitas Negeri Padang, pencinta literasi menulis

(Visited 60 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.