upacara

Buku : Upacara Kematian Masyarakat Tana Toraja

Penulis : Drs. H. Nonci, S.Pd.

Penerbit : CV. Aksara

Tempat : Makassar

Tahun : –

Ukuran : 21 x 15 cm

Jumlah Halaman : iv + 68

ISBN : –

Tujuan utama pariwisata Sulawesi Selatan adalah Tana Toraja. Berbagai destinasi wisata di Tana Toraja telah dikembangkan sejak lama. Wisata alam, wisata budaya, dan wisata religi dapat di temukan di Tana Toraja. Salah satu jenis wisata budaya yang terkenal di Tana Toraja adalah Upacara Kematian. Bagi sebagian wisatawan, upacara kematian di Tana Toraja, jauh lebih meriah dari upacara perkawinan.

Buku ini adalah salah satu yang mendokumentasikan proses upacara kematian di Tana Toraja. Terdiri dari 4 bab  atau bagian. Bagian pertama adalah Pendahuluan dimana dibahas tentang aspek aspek yang melatarbelakangi pelaksanaan Upacara Kematian. Disebutkan ada 3 latarbelakang pelaksanaan upacara itu, yaitu: yang pertama adalah faktor religi, dimana masyarakat Toraja masih menganut kepercayaan nenek moyang yang disebut Aluk Todolo. Kedua adalah faktor prestise, bahwa semakin banyak yang dikorbankan untuk arwah orang yang meninggal akan semakin baik kehidupannya dialam fana. Ketiga adalah ekonomi, berkaitan dengan sistem pembagian warisan yang berpengaruh pada pelaksanaan upacara adat kematian.

Bagian kedua membahas ketentuan dan proses umum upacara, mulai dari pelaksanaan upacara saat jenazah masih di rumah sampai hari penguburan diantaranya Ma’dio Tomate atau memandikan orang meninggal, Ma’doya, Ma’balun, Ma’bolong dan Meaa. Setelah penguburan ada acara Kumande, Untoe Sero, Mambase. Acara terakhirnya adalah Pembalikan Tomate dan Ma’nene,  

Tingkatan tingkatan upacara kematian dibahas pada bagian ketiga. Mulai dari Upacara Di Silli terdiri dari Dipasilamun Toninna, Didedekan Palungan, Dipasilamun Tallu Manuk, Disampanan Bai. Pada Upacara Di Pasambongi terdiri dari Dibai A’Pa, Ditedong Tunggai, Diisi dan Dipata’ Patomali.  Upacara Di Doya adalah duduk dan tidur semalaan. Terakhir Upacara Dirapai yang disebut juga upacara rampasan dimana jenazah disimpan ditempat penyimpanan atau peti sampai jenazah kering.

Pada bagian terakhir diuraikan secara ringkas tentang Upacara Pemakaman Rasapan yang terdiri dari Persiapan Upacara, Pertemuan Keluarga, pembuatan pondok pondok, tahap tahap upacara dan para petugas Upacara.

Buku ini diakhiri dengan daftar pustaka.

Koleksi Perpustakaan Abdurrasyid Dg. Lurang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.  

tt
(Visited 83 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Suharman Musa

Suharman Musa, seorang Pustakawan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.