Oleh: Gugun Gunardi*

Pengantar:

Sejak dikrarkan di dalam Sumpah Pemuda, pada tanggal 28 Oktober 1928, bahasa Indonesia sudah berumur 95 tahun. Usia yang cukup dewasa bagi sebuah bahasa yang dilahirkan melalui semangat kebersamaan, untuk mempersatukan bangsa yang besar ini, bangsa Indonesia.

Akan tetapi di dalam penggunaan formal, bahasa Indonesia masih memerlukan perhatian dan perbaikan, terutama dalam hal penggunaan kata-kata baku dan kata-kata tidak baku. Sehubungan dengan hal tersebut, dalam pembahasan ini akan dipaparkan beberapa contoh kata baku dan tidak baku di dalam bahasa Indonesia.

Pembahasan:

Bersangkut dengan bahasa Indonesia baku dan tidak baku, bersama ini dipaparkan beberapa contoh kata dan gabungan kata yang baku dan tidak baku.

  1. Tidak terpengaruh bahasa daerah:
    Contoh: ‘tengkurap’ (baku) dan ‘tengkurep’ (tidak baku); ‘bagus sekali’ (baku) dan ‘bagus pisan’ (tidak baku); ‘Eropa’ (baku) dan ‘Eropah’ (tidak baku); ‘Saya orang Bandung’ (baku) dan ‘Saya mah orang Bandung’ (tidak baku); ‘panas sekali’ (baku) dan ‘panas amat’ (tidak baku); ‘jaman dahulu’ (baku) dan ‘jaman baheula’ (tidak baku).
  2. Tidak terpengaruh bahasa asing:
    Contoh: ‘kamu’ (baku) dan ‘ente’ ‘yey’ (tidak baku); ‘saya’ (baku) dan ‘ane’ ‘ik’ (tidak baku); ‘baiklah’ (baku) dan ‘okeh’ (tidak baku); ‘siap’ (baku) dan ‘rady’ (tidak baku; ‘bapak’ ‘Ibu’ (baku) dan ‘dady’ ‘mam’ (tidak baku); ‘terima kasih’ (baku) dan ‘syukron’ (tidak baku).
  3. Tidak termasuk ragam bahasa percakapan:
    Contoh: ‘memang’ (baku) dan ‘emang’ (tidak baku); ‘bawakan’ (baku) dan ‘bawain’ (tidak baku); ‘tidak’ (baku) dan ‘ngga’ (tidak baku); ‘dibelikan’ (baku) dan ‘dibeliin’ (tidak baku); ‘rasakan’ (baku) dan ‘rasain’ (tidak baku); ‘tidak mau’ (baku) dan ‘ogah’ ‘ngga mau’ (tidak baku).
  4. imbuhan diterapkan secara eksplisit
    Contoh: ‘menangis’ (baku) dan ‘nangis’ (tidak baku); ‘menyetop’ (baku) dan ‘nyetop’ (tidak baku); ‘menulis’ (baku) dan ‘nulis’ (tidak baku); ‘berteriak’ (baku) dan ‘teriak’ (tidak baku); ‘bertanya’ (baku) ‘nanya’ (tidak baku); ‘menabrak’ (baku) dan ‘nabrak’ (tidak baku); ‘meledek’ (baku) dan ‘ngata-ngatain’ (tidak baku).
  5. Penempatan kata atau frasa sesuai dengan konteks kalimat:
    Contoh: ‘terbuat dari’ (baku) dan ‘terbuat’ (tidak baku); ‘sebanding dengan’ (baku) dan ‘sebanding’ (tidak baku); ‘terdiri atas’ (baku) dan ‘terdiri dari’ (tidak baku); ‘oleh karena itu’ (baku) dan ‘oleh karenanya’ (tidak baku).
  6. Terhindar dari makna ganda atau rancu:
    Contoh: ‘menghemat’ (baku) dan ‘mempersingkat’ (tidak baku); ‘dihemat’ (baku) dan ‘dipersingkat’ (tidak baku); ‘adalah’ ‘merupakan’ (baku) dan ‘adalah merupakan’ (tidak baku); ‘hadirin’ (baku) dan ‘para hadirin’ (tidak baku); ‘saudara-saudara’ (baku) dan ‘sosodara’ (tidak baku).
  7. Terhindar dari pleonasme atau penambahan kata yang tidak perlu:
    Contoh: ‘turun’ (baku) dan ‘turun ke bawah’ (tidak baku); ‘terbaik’ (baku) dan ‘paling terbaik’ (tidak baku); ‘naik’ (baku) dan ‘naik ke atas’ (tidak baku); ‘mundur’ (baku) dan ‘mundur ke belakang’ (tidak baku); ‘maju’ (baku) dan ‘maju ke depan’ (tidak baku).
  8. Terhindar dari hiperkorektif:
    Contoh: ‘musyawarah’ (baku) dengan ‘musawarah’ (tidak baku); ‘surga’ (baku) dan ‘syurga’ (tidak baku); ‘masyarakat’ (baku) dan ‘masarakat’ (tidak baku); ‘rakyat’ (baku) dan ‘rahayat’ (tidak baku); ‘presiden’ (baku) dan ‘persiden’ (tidak baku); ‘sekretaris’ (baku) dan ‘sekertaris’ (tidak baku).

Penutup

Masih banyak masyarakat yang belum mampu menerapkan kata baku dalam percakapan dan tulisan. Meskipun penggunaan kata tidak baku tidak dipermasalahkan dalam percakapan sehari-hari, dan forum pertemuan, akan tetapi media tulisan yang bersifat resmi menuntut penggunaan kata baku. Oleh karena itu, kemampuan untuk membedakan kata baku dan tidak baku sangat penting untuk dikuasai oleh penutur bahasa Indonesia. Apa yang penulis paparkan dalam pembahasan di atas, hanya sebagian contoh bentuk baku dan tidak baku. Kita perlu menelaahnya lebih lanjut.

*Penulis: Dosen Tetap Universitas Al Ghifari.

(Visited 39 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.