Oleh:Muhammad Sadar*

Amanah Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia menjelaskan tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945,serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan dan kedaulatan negara. Dalam pelaksanaan tupoksi tersebut,TNI tentunya dibekali berbagai perlengkapan maupun sarana infrastruktur pertahanan,baik sarana fisik maupun perangkat lunak pertahanan meliputi kesiapan SDM prajurit, doktrin TNI, dan yang tak kalah pentingnya adalah alat utama sistem persenjataan yang harus dipenuhi dan dikuasai oleh tentara.

Alat utama dan sistem persenjataan terhadap TNI akan disebar terhadap matra darat, laut, dan udara. “Behind the Gun” sebagai jargon untuk meletakkan senjata kepada prajurit yang terlatih dan handal akan melahirkan efek determinasi yang kuat dan tepat sasaran.Alutsista yang modern dan sanggup memenuhi kebutuhan essential weapon forces akan melahirkan kepercayaan diri yang tinggi bagi para prajurit dan satuannya.

Prajurit yang malang melintang di medan operasi melalui penugasan pada satuan-satuan tempur di tingkat brigade, resimen, batalyon, hingga unit terkecil telah merasakan berbagai jenis, efektivitas dan kemampuan maupun daya jangkau setiap senjata yang disandangnya. Prajurit TNI merupakan manusia pilihan dari masyarakat Indonesia yang dengan kemampuannya, naluri, dan karakternya yang pada masa tertentu akan meninggalkan medan operasi tempurnya yang berhadapan dengan musuh menuju markas barunya di tingkat pembinaan teritorial.

Pembinaan teritorial dalam doktrin kemanunggalan TNI-Rakyat merupakan konsep dasar tentara untuk berpadu dengan masyarakat karena sejak awal tentara sebagai anak kandung rakyat yang berjuang bersama rakyat mempertahankan eksistensi Ibu Pertiwi sejak dahulu. Integrasi ini melahirkan kedekatan antara TNI dengan rakyat dari segala dimensi. Sikap pembauran inilah menegaskan TNI dan memberikan kekhasan dirinya sebagai tentara pejuang-tentara rakyat dan tentara nasional. Sikap humanisnya, dedikasi, loyalitas, tanggung jawab, dan kedisiplinannya mudah diterima oleh masyarakat dalam membina hubungan emosional dari berbagai kalangan dan komponen. Dengan demikian, peran TNI sangat diharapkan dan dibutuhkan oleh masyarakat.

Peran dan pelibatan TNI pada setiap sektor pembangunan merupakan penugasan operasi militer selain perang yang dijamin undang-undang. Peran tersebut meliputi penanggulangan bencana atau SAR, misi kemanusiaan, peran di bidang pendidikan dan kesehatan, serta pelibatan TNI dalam bidang sosial, bakti lingkungan, TMMD, dan BKO lainnya. Salah satu sektor pembangunan nasional yang sangat signifikan dalam pengawalan dan pendampingan oleh TNI adalah sektor pertanian, terutama subsektor tanaman pangan yaitu perhatian TNI terhadap pengembangan komoditas strategis nasional meliputi padi, jagung, dan kedelai atau biasa disingkat Pajale, di mana jajaran tertinggi TNI mulai dari Mabes, tingkat Kodam ke bawah, hingga aparat teritorial yang bernama Babinsa turut serta dalam kegiatan pertanian.

Babinsa (Bintara Pembina Desa) adalah unsur TNI yang berasal dari matra Angkatan Darat sebagai organik dari satuan komando kewilayahan-Kodim di setiap kabupaten/kota. Babinsa bertugas pada setiap desa sebagai aparat teritorial angkatan darat untuk membina hubungan baik dengan para unsur masyarakat agar tercipta suasana damai, aman, dan zero conflict. Hubungan Babinsa dengan masyarakat binaannya tak terlepas dari bidang yang menangani pangan dan proses produksinya di lahan sawah atau lahan bukan sawah.

Segmentasi kegiatan yang dilakukan para Babinsa tersebut adalah pendampingan percepatan gerakan olah tanah dan tanam padi, jagung, atau kedelai serta pengawalan sarana produksi seperti benih dan pupuk, melakukan identifikasi sumber-sumber air. Babinsa pun terlibat dalam kegiatan perlindungan tanaman maupun survei ubinan produktivitas tanaman pangan. Babinsa dilibatkan dalam Sergap (Serap Gabah Petani) untuk pengawalan hasil panen agar petani tidak dalam posisi diintervensi para tengkulak.

Pada program Upaya Khusus (UPSUS) Kementan tahun 2023-2024 sebagai implementasi kerja sama antara Panglima TNI dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia, tersebutlah seorang aparat teritorial TNI-AD dalam satuan komando kewilayahan Kodim 1405 Parepare yang bertugas di Desa Kupa Kabupaten Barru. Babinsa tersebut bernama Serka Irwan, S.H. yang merupakan prajurit sapta marga dengan latar belakang korps zeni yang dulunya berasal dari Detasemen Zeni Tempur 12/Ohar’o Nabire Jayapura.

Babinsa Serka Irwan, S.H. yang bertugas sebagai aparat teritorial dengan penuh kesungguhan dalam bekerja merupakan hasil tempaan dari lembaga pendidikan tentara-RINDAM VIII/TRIKORA Ifargunung
Jayapura. Profesionalitas dalam pembinaan masyarakat desa dan hubungan baik dengan aparat yang lain sanggup menciptakan harmoni sehingga nuansa damai selalu dalam keadaan terjaga dan kondusif.

Dalam sikap profesional Serka Irwan, setiap kegiatan yang dilakoninya selalu dibuatkan laporan harian atau dimuat dalam jurnal komando dan setiap insiden yang terjadi di wilayah kerjanya tak terlepas dari pemberitaan media lokal hasil goresan pena Serka Irwan di markasnya. Pada kondisi tersebut, penulis mengajak Sang Babinsa ini untuk terlibat dalam dunia literasi menulis.

Bak gayung bersambut, ajakan penulis direspons sangat baik oleh Babinsa Serka Irwan yang berdarah Bugis Luwu Provinsi Sulawesi Selatan. Dari hasil diskusi dan pertemuan singkat di lapangan, akhirnya sang putra Luwu ini yang memiliki motto “Toddopuli Temma Lara“, memulai untuk mencoba meramu tulisannya dari berbagai event yang dilakukannya. Merangkai kalimat, penggunaan diksi yang tepat, hingga terbentuk menjadi narasi-narasi pembelajaran serta memberi informasi aktual ke publik terhadap setiap pekerjaan yang dilakukan oleh seorang anggota Babinsa di desa.

Aktualisasi diri seorang Babinsa anggota TNI pada dunia literasi yang telah menjalani masa pengabdian tentara selama seperempat abad, Serka Irwan yang bertitel sarjana hukum jebolan Universitas Sawerigading Makassar tahun 2018 lalu, kini telah menjelma dan lahir dari rahim BNI (Bengkel Narasi Indonesia) yang bersenjatakan pena, beramunisi tinta dengan rangsel tangki semprot di punggung disertai ranpur (kendaraan tempur) traktor roda dua di sawah yang setiap waktu namanya bertengger di top contributors pada panel Bengkel Narasi Indonesia. Kontribusi tulisannya hadir di Bengkel Narasi yang membawa pesan-pesan urgensi pangan, pendidikan, dan penerapan sikap kedisiplinan terhadap peserta didik di sekolah.

Penggunaan senjata organik di kalangan TNI harus berdasarkan SOP, sistematis, dan terukur.
Namun bagi Serka Irwan,S.H., penggunaan senjata kedua miliknya yaitu PENA, tiada akan habis amunisinya dan penggunaannya tanpa perintah komando. Kini bahan tulisannya tersebar luas tak terhingga sisa waktu yang akan menyertainya. Inspirasi penulisan terus akan digali dan selalu muncul setiap kali pelaksanaan bina teritoral sebagai bagian dari tupoksi TNI.

Dulu, Prajurit Irwan angkat senjata organik menggempur musuh untuk diterbangkan keluar dari tapal batas Indonesia. Kini, Serka Irwan, S.H. angkat pena organik mengejar berita untuk diterbangkan tanpa batas ke angkasa mengisi bilik-bilik literasi Bengkel Narasi Indonesia. Virus menulis telah merasuki tubuhnya dan mengalir kedalam jati dirinya, jiwa korsanya lebih kuat akibat senjata kedua yang dimilikinya, yaitu PENA.

Selamat Serka Irwan, S.H. sebagai penghuni Bengkel Narasi Indonesia dengan tetap setia hingga akhir,
di bawah kendali sumpah prajurit dan sapta marga serta komando kartika eka paksi dalam naungan doktrin Tentara Nasional Indonesia.

Bravo TNI… Bravo BNI…
Bravo Babinsa Indonesia.

Barru,12 Juni 2024

*Warga Bengkel Narasi Indonesia, Jakarta

(Visited 264 times, 9 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.