Oleh: Muhammad Sadar*

Istilah sergap menurut kamus KBBI adalah menyerang atau menyerbu dengan tiba-tiba. Terminologi sergap dalam KBBI diterjemahkan yaitu mendatangi dengan mendadak untuk menangkap atau menggerebek pelaku kriminal oleh aparat hukum. Tindakan sergap atau penyergapan juga biasa diterapkan oleh para gerilyawan untuk menghadang musuh atau melumpuhkan lawan. Bahkan, sergap menjadi sebuah tayangan kriminal di media televisi nasional yang memperlihatkan upaya penegak hukum-Polri dalam melakukan penggerebekan dan penangkapan para pelaku kriminalitas.

Namun diksi sergap bagi Kementerian Pertanian Republik Indonesia diinterpretasikan sebagai akronim dari Serap atau Serapan Gabah Petani Indonesia. Istilah sergap pertama kali diperkenalkan sejak pada masa kepemimpinan Menteri Pertanian periode 2014-2019 atau pada masa UPSUS sektor pertanian. Metode sergap diterapkan sebagai upaya pemerintah (dalam hal ini penugasan kepada Bulog yang menangani logistik negara) untuk mengoptimalkan pembelian hasil panen gabah petani untuk dijadikan beras. Selanjutnya beras tersebut akan menjadi cadangan pangan pemerintah yang sewaktu-waktu akan dimanfaatkan.

Koridor sergap adalah sebagai jalan pembuka untuk mencapai akumulasi ready stock beras pemerintah yang akan dicadangkan di gudang-gudang Bulog baik di pusat maupun di daerah. Persediaan pangan pemerintah berupa beras sebagai kebutuhan pokok rakyat Indonesia untuk dijadikan bahan stabilisasi pasokan dan stimulan harga pangan murah. Ketersediaan beras di Bulog sebagai salah satu strategi pengadaan dan pengamanan bahan makanan dengan menganut manajemen lumbung pangan modern.

Tujuan jangka pendek sergap yaitu untuk mereduksi prilaku oknum pedagang gabah yang mempermainkan GKP hasil panen petani melalui rekayasa penimbangan dengan rafaksi melampaui ambang batas toleransi. Itulah sebabnya peran TNI diturunkan untuk mengawal sergap.
Fakta lapangan saat ini terungkap, nyaris tidak ada trader gabah yang melakukan transaksi serapan gabah petani dengan cara-cara lama, kalaupun ada tentunya dilakukan dengan kesepakatan- kesepakatan tertentu yang tidak merugikan petani.

Sedangkan tujuan jangka panjang dari sistem sergap adalah untuk memperkuat cadangan beras pemerintah/CBP melalui pengisian daya tampung Bulog. Dalam kapasitas CBP yang kuat, maka posisi ketersediaan beras tersebut setiap waktu bisa dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mengantisipasi kelangkaan produksi akibat gagal panen yang disebabkan oleh perubahan iklim. CBP juga diperuntukkan mensuplai kebutuhan operasi pasar dalam rangka menstabilkan pasokan dan harga beras murah bagi rakyat. CBP yang surplus, maka pemerintah akan memikirkan untuk melakukan ekspor beras ke luar negeri atau memberi bantuan kemanusiaan kepada negara lain yang memerlukan komoditi beras.

Selain hal tersebut diatas, dengan melalui penerapan metode sergap yang memberi limpahan produksi beras yang surplus maka efeknya adalah memutus siklus sistem importasi beras yang kerap kali mendatangkan beras impor dari luar negeri yang menggerus devisa negara. Sergap akan menyetop praktek dumping hingga sistem kartel komoditi beras dalam negeri sehingga kran penyediaan bahan pokok rakyat dikuasai oleh negara dan tidak dipermainkan lagi oleh para mafia pangan domestik.

Mekanisme sergap sejak awal dilakukan melalui observasi dan pemantauan pertanaman padi menjelang masa panen. Kriteria dan syarat panen ditetapkan berdasarkan masak fisiologis tanaman yang ditandai dengan penampakan daun bendera telah berwarna kuning serempak dan bulir padi bernas atau masak penuh tanpa butiran hijau paling kurang 90 persen. Penentuan panenpun terjadwal berdasarkan kalender panen yang telah disusun oleh petugas teknis dinas pertanian setempat.

Monitoring sergap dilakukan bersama antara pihak tim kerja Bulog, PPL dan Babinsa setempat.
Pendampingan dan pengawasan panenpun tak lepas dari pemantauan hingga penimbangan gabah walau pada malam hari. Semangat, etos kerja dan tanggung jawab maupun kinerja para petugas inilah yang menciptakan serapan gabah petani meningkat.

Kebijakan sergap sangat membantu petani didalam mengatasi pemasaran hasil panen padi, apalagi diikuti dengan kebijakan harga gabah tergolong tinggi tanpa rafaksi oleh Bulog. Namun setiap kebijakan pemerintah selalu membawa konsekuensi didalam pelaksanaannya. Hal ini terkait dengan skema pembelian tunggal gabah yang dilakukan oleh Bulog sehingga menyebabkan hasil panen yang berlimpah dan bertumpuk mengalami pelambatan penyerapan.

Tantangan sergap pada musim panen raya padi tahun 2025 adalah terbatasnya jumlah armada pengangkut, kapasitas gudang Bulog sudah terpenuhi, ditambah perangkat pengeringan atau kepemilikan dryer bersama mitra Perpadi juga terbatas jumlahnya atau sudah over capasity. Faktor lain yang sangat memengaruhi pelambatan serapan adalah volume produksi hasil panen padi petani memang meningkat signifikan karena didorong oleh harga gabah yang demikian tinggi. Artinya hampir semua petani menjual hasil gabahnya karena tidak lama lagi musim tanam padi kedua akan berlangsung.

Evaluasi sergap penting dilakukan utamanya dalam hal penambahan armada pemuatan lebih banyak untuk proses angkut cepat agar mutu gabah petani tetap terjaga, serta penambahan tim kerja lapangan untuk mengeksekusi proses billing gabah petani lebih awal. Efektivitas sergap akan tercapai jika semua hal diatas dipenuhi dan disadari bahwa terdapat keterbatasan sumber daya. Optimalisasi sergap akan tercapai jika semua elemen pendukung berjalan efektif dan terkonsolidasi dengan baik. Sasaran utama sergap adalah penyerapan gabah petani dengan harga optimal serta pemenuhan cadangan beras pemerintah.

Walaupun demikian, Bulog akan mampu melaksanakan amanah sergap yang ditugaskan oleh pemerintah sebagai institusi pengumpul logistik beras negara. Melalui dukungan anggaran negara sebesar 16 triliun lebih dan sumber daya lainnya, sergap akan memberi jaminan pemasaran dan harga produksi gabah petani. Harapan pemerintah menuju swasembada beras sangat berpotensi untuk diraih dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Capaian sergap Bulog pada awal musim panen padi tahun 2025 pada angka 800 ribu ton setara beras. Capaian tersebut tertinggi dalam sejarah republik ini jika dibandingkan dengan serapan gabah pada periode yang sama tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan persentase serapan gabah oleh Bulog hingga dua ribu persen didorong oleh harga gabah yang ditetapkan pemerintah tergolong tinggi tanpa syarat kadar air maupun potongan komponen gabah lainnya.

Pencapaian tersebut diharapkan paralel dengan peningkatan kesejahteraan petani serta perbaikan segenap infrastruktur sektor pertanian. Melalui upaya sergap ini, maka perhatian pemerintah terhadap kebutuhan petani akan terwujud. Pergerakan sergap akan terus digulirkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia di sentra-sentra produksi padi nasional hingga ikhtiar sergap tersebut memenuhi semua lumbung Perum Bulog.

Barru, 15 April 2025

*Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru

(Visited 213 times, 1 visits today)
One thought on “S E R G A P”
  1. Mantap, Alhamdulillah semga harga gaba stabil, kareba selama ini harga gabah ditingkat petani selalu berpluktuasi, dan sangat merugikan petani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.