Oleh: Dev Seixas

Tak menduga apabila semua yang terjadi pada hari itu melalui rangkaian kata Dexas yang beranggapan hanya sebuah permainan justru jadi fakta.

Yano mencari Dexas di mana-mana sampai akhirnya Dexas harus jujur dan mengatakan sesungguhnya bahwa ia telah sebuah tempat yang baru, karena demi langsungkan kegiatannya untuk bisa bertahan hidup.

Yano langsung video call dan Dexaspun melayani Video Call Yano, sambil berkata tahan sebentar biar aku mencari tempat yang aman dulu, ujar Dexas.

Dexas akhirnya menuju kamar paling atas dimana ada keponakan dan saudaranya. Ia mulai leluasa video call dengan Yano. Wajah Yano begitu berkaca-kaca penuh dengan kebahagiaan ketika Yano melihat Yano di balik layar kaca HP.

Yano merasa bahagia. Yano berkata bolehkah kamu keluar sebentar biar aku melihat wajahmu dulu? Hanya lima menit.

Tidak Yano, itu tidak akan terjadi, Dexas menjawab dengan santai.

Mengapa tidak, hanya sebentar jika tidak lima menit ok tiga menit Dexas. Aku kangen kata Yano.

Ah kangen saja sama istri dan anak-anakmu atau kangen saja sama wanita lain yang pantas buat kamu.

Dexas tidak ada wanita lain selain kamu dan istriku jadi jangan buat aku marah.

Oh kalau begitu kangen saja sama istri kamu bukan aku okey.

Perbincangan melalui chat antara Yano dan Dexas jadi kering sejenak karena terjadi lagi pertengkaran hebat ketika Yano terus merayu Dexas.

Dexas mengalihkan video keponakan dan saudara-saudaranya karena ia merasa muak dengan ucapan Yano.

Yano mengalihkan lagi pembicaraannya. Dexas semua itu adik-adikmu iya? Yaap jawab Dexas singkat. Dexas tidak pernahkah kau ingat akan diriku? Mengapa kamu harus meninggalkan aku tanpa ucapan apapun mengapa kamu terus egois dan memikirkan dirimu sendiri, ujar Yano.

Karena diriku jauh lebih penting dari diri orang lain termasuk dirimu kenapa aku harus mengorbankan waktu untuk orang lain!

Yano kelihatan wajah makin memerah. Dexas kamu pikir aku main-main mengucapkan semua kata-kata ini. Kamu pikir selama enam tahun ini aku tidak serius? Apakah kamu mengira aku tidak mencintaimu selama ini?

Dexas kamu harus berpikir kalau aku tidak mencintaimu untuk apa aku masih berjuang mati-matian demi kamu bahkan mencari kamu tanpa mengenal batasan waktu Dexas ujar Yano marah.

Eh kita cuman video call, kenapa juga kamu harus marah? ujar Dexas pada Yano sambil tersenyum.

Semua karena ulah kamu Dexas. Kamu beranggapan jika perasaan aku selama ini tidak tulus buat kamu. Aku mencintaimu bahkan mencintaimu lebih dari segalanya, mengapa kamu belum bisa paham akan arti cintaku padamu Dexas.

Hmm makan saja cintamu karena aku tidak peduli apa itu makna cintamu buat aku. Bagi aku sekarang fokus dan ngurus diri bukan sibuk seni akan cinta. Kamu tahu Yano mengapa karena aku tidak mau terjebak lagi ke dalam lubang yang sama.

Dexas aku akan ke rumah dimana kau ada sekarang. Jangan buat aku jengkel. Kamu gila siapa juga yang mengundang kamu Yano.

Terserah kamu mau ngomong apa Dexas, aku akan ke rumah dimana kau ada sekarang untuk membuktikan cintaku padamu.

Dexas justru merasa seperti kesambar petir, jantungnya berdebar kencang seperti mau kehabisan nafas. Yano jangan begitu, kamu harus sadar okey. Kamu memiliki istri dan anak-anak yang jauh lebih membutuhkan dirimu dari padaku.

Jangan kehilangan akal sehat Yano, karena harus sadar mengapa yang sudah terjadi tak mampu kita abaikan bersama.

bersambung…

(Visited 9 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Devinarti Seixas

Penulis dan Pendiri KPKers Timor Leste, dengan mottonya: "Kebijaksanaan bukan untuk mencari kehidupan melainkan untuk memberi kehidupan dan menghidupkan". Telah menyumbangkan lebih dari 100 tulisan berupa; berita, cerpen, novel, puisi dan artikel ke BN sejak 2021 hingga sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.