Di keheningan malam dengan syahdu suara-suara hewan dari ayam jantan”kukuruyuk ” dan jangkrik “krik krik krik” saling bersautan. Terenyuhlah insan dalam hamparan sajadah bersimpuh merenungi keseharian aktivitasnya. Membangun suatu harapan dalam mencapai tujuan langkah esok.
Derasnya hujan di sudut malam itu menyamarkan suara sendunya tangisan lirih. Dalam bisikan terdekatnya antara manusia dan Robbnya saat bermunajat. Diri yang terenyuh dalam rasa berada di persimpangan merenungi arah langkah mana akan menuju. Bersimpuh dalam munajat dengan penyerahan diri sepenuhnya pada Tuhan.
Gerakan sejatinya merupakan bagian dari pola pertanda aktifnya fungsi insan.
Hadirlah senja esok memastikan lankah kaki berlanjut dalam melangkah diri, saat lelah masih terasa tak akan merubah diri dalam mengarahkan langkah insan berkepribadian. semangat jiwa muda itu membawa langkah kembali ke jejak yang pernah dilaluinya. Gambaran memori terbuka pada bait sejarah yang pernah dialami dalam kisah.
Terketuklah diri dengan petuah Sang maestro literasi, Buya Hamka, beliau pernah berkata : “Ketahuilah oleh dirimu seseorang hanya akan dipertemukan dengan apa yang kita cari”.
Dari kutipan sajak berjiwa itu. Arah langkah harus beriringan dengan cara yang baik (haq). Sesuai dengan tujuan yang baik pula pastinya. Dari munajat suasana semesta memberi berbagai tanda dengan Menunjukkan arah yang syahdukan diri, tenangkan jiwa. Melihat dalam lebih ke dalam tulusnya cinta yang Tuhan sematkan. Membawa karunia Tuhan tercurah pada dua insan manusia. Sebagaimana manusia dan penciptaan makhluk serta alam semesta terbawa untuk keseimbangan.
Menghela nafas dengan hirupan yang mendalam Hm…. Ha…. H. Begitu santun udara dari hirupan pertama seorang insan baru di dunia beriring curahan air mata tangisan syahdu. Beserta kebahagiaan dan tangisan haru. Tangisan dari insan yang baru saja hadir di alam dunia meleburkan ketegangan yang beberapa waktu berlalu dan menjadikan suasana haru bagi setiap jiwa yang hadir menjadi saksi akan kebahagiaan.
Pertaruhan hidup dan mati seorang perempuan dalam tiga hari dua malam dari 9 bulan lamanya dalam ketentuan Tuhan, menyambut kehadiran generasi yang menjadi harapan baik dalam kemanfaatan keluarga, bangsa, negara dan Agama utamanya. Dalam arutan waktu bulan November menjadi saksi. Ungkapan rasa itu tertuang dalam puisi : Sajak November Rain
