Selam lima hari berturut-turut, tepatnya pada Senin-Jumat, 20 dan 24 Oktober 2025, sekolah tempat anak saya belajar mendapat kunjungan dari program Makan Bergizi Gratis. Selama lima hari itu pula belum terdengar kasus keracunan MBG di sekolah (SMAN 7 Makassar), sebagaimana berseliweran di layar televisi. Semoga tidak terjadi yah.

Kehadiran program MBG ini menjadi momok menakutkan bagi orang tua, dimana berita keracunan MBG tersiar diberbagai media. Di lain pihak, MBG menjadi kabar menggembirakan bagi para siswa yang setiap harinya sibuk belajar di kelas.

Porsi hidangan dalam Program Makan Bergizi Gratis ini disajikan dalam baki stainless steel. Program ini merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi tanpa biaya kepada masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Menurut anak saya, MBG yang dibagikan di sekolah terbilang lumayan baik. Menu yang disajikan tidak hanya menggugah selera, tetapi juga terasa enak dan tidak basi, menandakan bahwa proses pengemasan dan distribusinya dilakukan dengan cukup baik.

Menu makanan yang disajikan biasanya terdiri dari nasi, lauk pauk (seperti ayam dan tahu), sayuran tumis, serta buah-buahan. 

Seperti MBG yang menyambangi SMAN 7 Makassar, untuk hari pertama pada 20 Oktober 2025, sedikit terlihat tutup baki stainless steel sedikit berdebu, untungnya isi dalamnya bersih dan layak di makan kok.

Nasinya matang bagus, menunya tempe goreng, ayam teriyaki, sayur buncis wortel dan satu bijik buah jeruk lahap disantap. Nasi yang tidak habis oleh anak saya dibawa pulang, selanjutnya dikasih makan kucing yang selalu setia menunggu jatah di depan pagar rumah.

Hari kedua, 21 Oktober 2025 nasinya matang merata, lauknya ayam geprek, tahu bumbu lombok plus lalapan daun salad, irisan tomat dan mentimun, dan 4 biji buah lengkeng.

Hari ketiga, 22 Oktober 2025, penyajian MBG-nya bersih, menu tempe dibalur tepung roti, telur rebus bentuk bunga dan daun salad, nasi bercampur sayur, potongan buah melon plus susu kotak.

Menurut anakku, Nasi goreng sayurnya enak. Sisa MBG yang tidak habis dibawa pulang ke rumah, terus dikasih si meong.

Menu MBG hari keempat, Kamis 23 Oktober 2025 yakni, Nasi putih, potongan ayam goreng tepung dengan saus mayones, tumis tempe dan sayuran, jagung pipil campur sayuran dan dua buah pisang, bikin perut kenyang tidak bikin kepala pusing.

Menu MBG untuk hari kelima, Jumat, 24 Oktober 2025 cukup menarik yakni, Nasi putih, sayur sawi, ayam goreng bertabur kacang wijen, tahu goreng 2 biji dan buah anggur 3 biji. Lagi-lagi, sisa MBG dibawa pulang ke rumah terus dikasih ke one peace2 (kucing kampung kecil yang larinya sekencang chetah), tingkahnya sangat menggemaskan.

Sebelum program MBG menyambangi sekolah-sekolah di indonesia, anakku tetap membawa bekal dan uang jajan dari rumah.

Meski program MBG ini sedikit “menggoda” anak-anak sekolah. Hal tersebut tidak berpengaruh terhadap bekal dan uang jajannya anakku. Setidaknya hadirnya MBG cukup meringankan kesibukan ibu-ibu di dapur. Hal itu tak mengurangi kesibukan ibunya meyiapkan bekal dan uang jajan anak ke sekolah setiap harinya.

Sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghampiri sekolah tempat anakku sekolah. Sisa nasi, lauk pauk dan sayuran yang tidak habis, tidak langsung dibuang, melainkan dibawa pulang ke rumah, kemudian dikasih makan ke one peace 2 alias kucing bocil kampung yang setia menunggu di depan rumah. Sebab kucing one peace 1 mati karena sakit. Tak lama muncul kucing yang mirip dari sebelumnya. Kucing ini saya dapati dalam kondisi memprihatinkan, dimana kulit bagian belakang melepuh hingga mengelupas, seperti bekas disiksa dengan disiram air panas.

Kucing bocil ini awalnya trauma ketemu manusia, itu terlihat ketika saya kasih makan, dia takut, lari dan sembunyi. Perlahan tapi pasti, kucing bocil ini tidak lari lagi dan sembunyi ketika dikasih makan, justru kucingnya yang mendekatiku, bermanja-manja membelaikan tubuhnya di kakiku, sembari meong…meong…meong memelas minta makan.

Hal lain yang membuat saya senang mendengarnya, anak saya mengatakan bahwa wadah makanan MBG bersih dan rapi. Ini tentu menambah rasa percaya bahwa program tersebut benar-benar memperhatikan kualitas, tidak hanya dari segi gizi, tetapi juga kebersihan dan tampilan.

Bagi para orang tua, program seperti MBG ini memberi rasa lega dan apresiasi. Selain membantu meringankan beban kebutuhan makan siang anak-anak di sekolah, juga menanamkan nilai penting tentang pola makan sehat dan bergizi. Namun demikian, ibunya selalu membawa bekal dari rumah agar apabila rombongan MBG datangnya melewati batas waktu makan siang anak-anak.

Semoga program Makan Bergizi Gratis terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di berbagai daerah, agar semakin banyak anak Indonesia bisa tumbuh sehat, cerdas, dan bersemangat menimba ilmu tanpa was-was keracunan.

(Visited 31 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Subhan Riyadi

Bukan siapa-siapa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.