Oleh : Imam Abdullah El- Rashied
Secara, kita saling mendekap satu sama lain dengan kata, seolah tak ada yang membaca.
Merindu secara iba, dan memelas tanpa putus asa. Kita, sepasang rasa yang ditahan nestapa, dan terhalang jarak yang penuh luka-luka.
Bahkan, di tengah keramaian aksara, kita benar-benar telanjang dan papa, tanpa sehelai huruf yang menutupi rasa.
Kita, sepasang harap yang terlalu dipaksa, atau begitu memaksa. Seolah lupa atau pura-pura lupa, bahwa kita jauh berbeda, meski disatukan oleh rasa, cinta yang sama.
Kita adalah rajutan do’a, tumpukan asa dan gudang kekonyolan dalam mengutarakan rasa. Tapi, kita sama-sama suka. Sama-sama memendam rindu yang susah diungkap dengan kata.
Kita, sepasang jiwa yang berharap bisa bersama, selamanya.
Peternak Rindu
Mukalla, 26 September 2021.
