Catatan Perjalanan SD 31 Koto Merapak ke Semen Padang

Pagi itu di Palak Pisang, semangat kami sudah berkobar sejak fajar.

Hari ini bukan perjalanan biasa. Kami, keluarga besar SD 31 Koto Merapak, bergegas menuju Padang untuk sebuah misi kasih sayang: menjenguk putra dari rekan kami tercinta, Ibu Nurhelmi dan Bapak Joni Amri.

Putra mereka, seorang pemuda hebat yang kini berkarier di sebuah bank di Ujung Gading, Pasaman, baru saja menjalani operasi di RS Semen Padang. Doa dan dukungan adalah bekal utama yang kami bawa dari rumah.

Tawa di Balik Kemudi

Perjalanan dimulai dengan dua armada. Di mobil pertama, Bapak Weldi, Wakil Kepala SMP 7, dengan sigap memegang kemudi. Di dalamnya, aku duduk bersama Siska, Desmawati, dan Ises.

Sementara itu, mobil Hariandi yang dikendarai bersama Sesrinawati membawa rombongan Ibu Kepala Sekolah Evni Armaita, Vira Yulita, dan Yogi Kasendra Putra.

Sepanjang aspal yang kami lalui, senda gurau dan candaan ringan pecah di antara kami. Perjalanan jauh tidak terasa melelahkan karena kami menjalaninya dengan hati yang gembira.

Itulah keajaiban persaudaraan kami; tawa adalah cara terbaik untuk saling menguatkan.

Rasa Autentik di Martabak Kubang

Perjalanan kami pun singgah di sebuah tempat yang sangat spesial: Kedai Martabak Kubang.

Tempat ini milik kakakku tercinta, Yeni Marnis, dan suaminya, Eldiki Nanda.

Menikmati martabak di sini terasa sangat istimewa karena Bang Diki adalah putra asli Kubang, sementara Kak Yeni adalah putri asli Sopan, Jorong Sopan, Nagari Simpang Kapuak, Kecamatan Mungka.

Keaslian rasa martabaknya seolah menyatu dengan kehangatan sambutan mereka, memberi kami energi tambahan untuk melanjutkan perjalanan.

Sesampainya di Padang, kebahagiaan kami berlanjut dengan sambutan luar biasa dari Buk Emi. Beliau menjamu kami layaknya keluarga yang sudah lama tak bersua.

Meja makan penuh dengan suguhan istimewa: manisnya Duku Palembang, Kue Bolu Viral yang lembut, Soto Padang yang segar, hingga Pempek sebagai penutup yang sempurna.

Namun, hidangan terbaik hari itu adalah kebersamaan. Melihat putra Buk Nurhelmi—sang banker muda dari Ujung Gading—sedang dalam proses pemulihan, membuat kami tersadar bahwa kehadiran fisik adalah bentuk dukungan moral yang sangat berharga bagi keluarga yang sedang diuji.

Saat mobil mulai bergerak kembali menuju Koto Merapak, hati kami terasa penuh. Perjalanan hari ini membuktikan bahwa persaudaraan kami di SD 31 Koto Merapak melampaui sekadar rekan kerja.
Kami adalah keluarga. Kami berbagi tawa, berbagi duka, dan berbagi doa. Semoga putra Buk Nurhelmi segera pulih total dan bisa kembali bertugas di Pasaman dengan semangat baru. Karena bagi kami, kebahagiaan satu orang adalah kebahagiaan kita semua. []

(Visited 33 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.