Aku adalah harta yang tersembunyi. Lalu Aku ingin dikenal maka Aku ciptakan makhluk.
Hadist Qudsi
Syekh Siti Jenar, secara Singkat.
Syekh Siti Jenar yang memiliki nama asli Syaikh Sidi Zunnar adalah seorang tokoh yang dianggap sebagai sufi asal persia dan salah seorang penyebar agama Islam di Pulau Jawa, khususnya di Kabupaten Demak.
Nama kecil Syaikh Siti Jenar adalah Abdul Hasan bin Abdul Ibrahim bin Ismail.
Syekh Siti Jenar juga dikenal dengan nama Sunan Jepara, Sitibrit, Syekh Lemahbang dan Syekh Lemah Abang. Nama kecil Syekh Siti Jenar adalah Abdul Hasan bin Abdul Ibrahim bin Ismail.
Sedangkan nama aslinya adalah Sayyid Hasan ‘Ali Al Husaini. Setelah dewasa memiliki gelar Syekh Abdul Jalil atau Raden Abdul Jalil.
Ajaran Syekh Siti Jenar yang paling kontroversial terkait dengan konsepnya tentang hidup dan mati, Tuhan dan kebebasan, serta tempat berlakunya syariat tersebut.
Syekh Siti Jenar memandang bahwa kehidupan manusia di dunia ini disebut sebagai kematian. merupakan salah satu tokoh penyebaran Islam di Jawa.
Sosoknya kontroversial karena dianggap sesat, disingkirkan oleh para Wali Songo, hingga akhirnya dieksekusi mati.
Asal-usul dari Syekh Siti Jenar memiliki banyak versi.
Dalam beberapa literatur mneyebutkan bahwa Syekh Siti Jenar lahir di Persia pada tahun 1426 M atau 1346 H. Ia memiliki nama kecil Abdul Hasan bin Abdul Ibrahim bin Ismail.
Sementara dalam kitab Negara Kretabhumi Syekh Siti Jenar lahir di Semenanjung Malaka. Ayahnya bernama Syekh Datuk Saleh.
Ada juga yang menyebutkan bahwa Syekh Siti Jenar merupakan anak dari Sunan Ampel.
Literasi lain mengungkapkan Syekh Siti Jenar merupakan keturunan Cirebon dengan nama Ali Hasan atau Syekh Abdul Jalil. Ia dilahirkan di lingkungan Pakuwuan Caruban yang saat ini menjadi Cirebon.
Ayahnya adalah seorang raja pendeta dengan nama Resi Bungsu.
Syekh Siti Jenar juga dikenal dengan nama Sunan Jepara, Sitibrit, Syekh Lemahbang dan Syekh Lemah Abang.
Nama kecil Syekh Siti Jenar adalah Abdul Hasan bin Abdul Ibrahim bin Ismail. Sedangkan nama aslinya adalah Sayyid Hasan ‘Ali Al Husaini.
Setelah dewasa memiliki gelar Syekh Abdul Jalil atau Raden Abdul Jalil.
Nama Syekh Siti Jenar didapat setelah dieksekusi mati.
Syekh Siti Jenar lama belajar di Baghdad, Irak cukup lama dan menguasai berbagai ilmu agama Islam.
Ia berhasil menguasai berbagai ilmu agama berkat seorang guru Yahudi yang sedang menyamar sebagai muslim.
Konon guru Syekh Siti Jenar itu bernama Abdul Malik Al-Baghdadi yang kemudian menjadi mertuanya.
Saat belajar di Baghdad, Syekh Siti Jenar lebih tertarik pada ilmu Tasawuf. Ia begitu mendalami hingga menguasai ilmu tersebut.
Karena pendalaman ilmu Tasawuf itu, ia sampai berguru pada Syekh Ahmad Baghdadi yang menganut aliran tarekat Akmaliyah.
Ia juga menganut aliran tarekat Akmaliyah itu melalui gurunya tersebut.
Selain itu, Syekh Siti Jenar juga menganut tarekat Syathariyah. Ia pelajari tarekat Syathariyah dari sepupunya yang juga merupakan guru rohaninya.
Referensi:
Sunyoto, Agus. 2018. Atlas Wali Songo. Tanggerang Selatan: Pustaka IIMaN
Mulkham, Abdul Munir. 1999. Syekh Siti Jenar: Pergumulan Islam Jawa. Yogyakarta: Bentang Budaya
Sholikin, Muhammad. 2008. Trilogi Syekh Siti Jenar. Yogyakarta: Narasi


