Terkadang jiwa dan ragaku sedang tidak baik-baik saja. Di usia yang menjelang senja, berbagai penyakit terkadang datang menghampiri. Tak jarang mengonsumsi obat-obatan yang sifatnya kimiawi dapat menimbulkan efek negatif terhadap tubuh sendiri dan akhirnya, jiwapun ikut terbawa rasa.
Seperti biasanya, ketika fisik mempengaruhi kesehatan jiwa, aku selalu meluangkan waktu untuk menuangkan rasa pada bunga aglonema kesayanganku di teras rumah.
Dari salah satu artikel yang pernah aku baca, bahwasanya dibalik keindahan aglonema sebagai tanaman hias, ternyata juga baik untuk kesehatan tubuh dan mental.
Dilansir dari kanal YouTube Rimawan Vlog pada unggahan video 27 Maret 2021, ada dua manfaat dari tanaman hias aglonema, yaitu untuk terapi kesehatan mental dan menyegarkan ruangan.
Keindahan serta kedamaian yang didapat saat memandangi tanaman aglonema, ternyata bisa dijadikan sebagai terapi kesehatan untuk menenangkan pikiran yang galau, stres ataupun depresi. Pendapat itu menguatkan bahwa kesehatan pikiran dan emosi akan selalu tetap terjaga dengan memelihara aglonema di rumah.

Aglonema juga sering dijadikan sebagai tanaman indoor yang ternyata selain mempercantik ruangan juga ada manfaat lainnya.
Tanaman hias aglonema sudah dibuktikan oleh para peneliti bahwa tanaman tersebut sangat baik menyerap polusi atau udara kotor di sekitarnya. Sehingga apabila aglonema diletakkan di dalam ruangan, udara di dalamnya akan jauh lebih bersih dan segar, yang tentunya ini sangat sehat dan baik untuk kesehatan tubuh.
Setiap bunga memiliki arti tersendiri bagi pemiliknya.
Filosofi bunga-bunga yang saya tanam juga mengajarkan bahwa setiap orang harus tumbuh dan berkembang sebagaimana bunga agloku ini.
Warna daun dan warna bunga yang bermacam-macam,
mempunyai makna tersendiri. Setiap warna bunga berbeda maknanya satu sama lain, diantaranya ada yang bermakna sebagai permohonan maaf, pernyataan cinta, persahabatan, semangat tinggi, kepedulian, dan kemewahan.
Begitupula kecintaan saya terhadap bunga-bunga tersebut, ada filosofinya semua. Dan saya berusaha untuk tetap konsisten menyayangi beragam jenis bunga aglonemaku itu.
Setiap kali memandang pucuk baru yang muncul, saya merasakan ketenangan jiwa dan itu melahirkan semangat baru untuk terus berjuang menghadapi segala realitas kehidupan.
Seperti halnya dengan aglonemaku, menulis juga merupakan terapi jiwaku. Maka dari itulah, akan kutuliskan semuanya dengan harapan dapat bermanfaat bagi sahabat-sahabatku,terutama para sahabat pencinta aglonema.
Kolaka Utara,9 Januari 2022

Ini beda dengan janda bolong ya bun?