SARAPAN PAGI KU

Selamat pagi, jangan lupa sarapan agar kuat menghadapi kenyataan.

Unknown

Jumat, 28 Mei 2021, masih suasana pandemi covid19, aktivitas masih daring dan pjj.
Selepas bangun tidur, diantara kita mungkin memiliki kebiasaan untuk sarapan pagi. Sarapan atau makan pagi adalah keadaan untuk mengonsumsi makanan utama pada pagi hari, seperti nasi uduk, mie, lontong, bubur, dan lain-lain. Waktu sarapan biasanya dimulai dari pukul 06.00 pagi sampai dengan pukul 10.00 pagi.
Tapi terkadang banyak diantara kita yang lupa untuk sarapan pagi, mungkin karena kesiangan atau terlalu sibuk dengan pekerjaan yang tak bisa ditunda. Ketika ini terjadi tak jarang kita mendapatkan ucapan kata kata jangan lupa sarapan pagi oleh orang-orang disekitar kita, seperti keluarga, orang tua, teman, bahkan pacar dan pasangan. Tapi biasanya yang paling sering mengingatkan untuk sarapan pagi adalah pasangan kita atau orang yang perhatian kepada kita.
Dengan sarapan, energi kita akan prima untuk memulai aktivitas sehari-hari.menjaga imun agar tetap sehat, sarapan pagi bukan hanya supleman untuk perut atau fisik semata, sarapan pagi juga buat otak pikiran dengan suplemen bacaan yang positif dan menginspirasi, sadar atau tidak, biasanya suplemen pertama kita adalah android dengan berbagai menu biasa medsos kita pilih menu cemilannya yang pertama kita cicipi adalah Group, WA, Fesbuk, menu pic lewat ig, makanan penutup kopi hangat cuitan pedas ala chief twitter. Asupan medsos  biasanya lebih intens ketimbang menu untuk perut.
Bagi saya pagi ini saya tertarik sebuah utas d group dosen, sebuah narasi yang menggelitik, namun seperti biasa bacaan 2 sejenis ini tidak lengkap karena biasanya ada ” Diteruskan berkali kali” dan ujung utas dibawah tidak jelas chiefnya siapa,? Karena menurut saya narasi ini bagus maka saya sunting untuk tulisan saya di komunitas keluarga besar BENGKEL NARASI , suntingan ini tidak jelas penulis maka sepakat untuk menulis penulisnya tidak tahu, sy menyebutnya unknown. Dan postingan sarapan pagi ini adalah sebagai berikut:


Sumber koleksi pribadi

saya kasih judul
BUDAYA ANTRI.
MENGAPA GURU DI NEGARA MAJU LEBIH KHAWATIR JIKA MURIDNYA TIDAK BISA MENGANTRI KETIMBANG TIDAK BISA MATEMATIKA ?
INILAH JAWABANNYA :

Seorang guru   di Australia pernah berkata :
“Kami tidak terlalu khawatir anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika”. Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

Saya tanya “kenapa begitu?”

Jawabnya :

1. Karena kita hanya perlu melatih anak 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran di balik proses mengantri.

2. Karena tidak semua anak kelak menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak jadi penari, atlet, musisi, pelukis, dsb.

3. Karena semua murid sekolah pasti lebih membutuhkan pelajaran Etika Moral dan ilmu berbagi dengan orang lain saat dewasa kelak.

”Apakah pelajaran penting di balik budaya MENGANTRI?”

”Oh banyak sekali..”

1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.

2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya jika ia mendapat antrian di tengah atau di belakang.

3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal.

4. Anak belajar disiplin, setara, tidak menyerobot hak orang lain.

5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)

6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan berkomunikasi dengan orang lain di antrian.

7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.

8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.

9. Anak belajar disiplin, teratur, dan menghargai orang lain

10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.

11. Dan masih banyak pelajaran lainnya, silakan anda temukan sendiri..

FAKTANYA di Indonesia..

Banyak orang tua justru mengajari anaknya dlm masalah mengantri dan menunggu giliran, Sebagai berikut :

1. Ada orangtua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”  

2. Ada orangtua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.

3. Ada orangtua yang memakai taktik atau alasan agar dia atau anaknya diberi jatah antrian terdepan, dengan alasan anaknya masih kecil, capek, rumahnya jauh, orang tak mampu, dsb.

4. Ada orang tua yang marah-marah karena dia atau anaknya ditegur gara-gara menyerobot antrian orang lain, lalu ngajak berkelahi si penegur.

5. Dan berbagai kasus lain yang mungkin pernah anda alami.

Yuk kita ajari anak-anak kita, kerabat dan saudara untuk belajar etika sosial, khususnya ANTRI.
Penulis unknown

Sumber : medsos

(Visited 73 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Sudirman Muhammadiyah

Dr. Sudirman, S. Pd., M. Si. Dosen|Peneliti|Penulis| penggiat media sosial| HARTA|TAHTA|BUKU|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.