Berbicara tentang angka nol, ,maka kita akan tertuju pada seorang ilmuwan islam yang lahir di sebuah kota kecil bernama Khawarizm yang saat ini dikenal dengan nama Khiva, Uzbekistan pada tahun 780 M. beliau bernama Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa Al-Khawarizmi, atau yang lebih dikenal dengan nama Al-Khawarizmi. Beliau dijuluki sebagai bapak matematika dunia, atas dedikasinya yang telah menemukan konsep dan ilmu aljabar, termasuk bilangan nol itu sendiri.

Angka nol dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak kita jumpai, seperti yang terdapat pada mata uang, nomor telepon, nomor rumah, dan masih banyak lagi. Namun, pada kenyataaanya seringkali kita melakukan kesalahan dalam hal penyebutan angka nol.

Sebagai contoh, ketika kita dihadapkan dengan sebuah nomor telepon/handphone, nomor 082340405670 seringkali kita sebut kosong delapan dua, tiga empat kosong, empat kosong lima, enam tujuh kosong.

Pengucapan di atas pada dasarnya keliru, karena kata nol dengan kosong itu memiliki arti yang berbeda. Nol adalah bilangan bulat yang tidak memiliki nilai, sedangkan kosong berarti tidak ada.ada walau tak bernilai jelas sangat berbeda dengan tidak ada. Seperti orang yang hadir dalam sebuah rapat walaupun hanya diam saja, berbeda dengan orang yang sama sekali tidak hadir dalam rapat tersebut.  

Dalam susunan bilangan bulat, angka nol berada di antara bilangan bulat negatif dan bilangan bulat positif. Jadi, sebenarnya bilangan nol itu bukan bilang negatif ataupun positif, walaupun masih banyak yang beranggapan nol itu adalah bilangan positif terkecil.

Sahabat pembaca, dari sekelumit kasus di atas, ada beberapa hikmah yang bisa kita petik dari angko nol itu sendiri.

Pertama, angka nol sering disebut sebagai kosong. Artinya, sebagai manusia, dalam hidup ini kita takkan mampu untuk membuat semua orang senang dan Bahagia melihat kita. Sebaik apapun kita, akan ada orang-orang yang selalu menganggap kita jelek, memandang kita sebelah mata, bahkan tak menganggap kita sama sekali, kecuali sebagai pelengkap saja.

Kedua, kedudukan bilangan nol itu berada pada titik terendah sebuah bilangan, bahkan tak memiliki nilai. Namun, siapa sangka ketika angka nol itu berada dibelakang angka yang bukan nol pada mata uang, akan membuat nilai nominal uang itu semakin besar, semakin banyak nol yang mengikut di belakang maka semakin tinggi nilainya. Begitu pun dalam kehidupan ini, serendah apapun pangkat kita, serendah apapun kasta kita, bahkan ketika orang-orang di sekitar kita semuanya menganggap kita rendah, jangan pernah patah semangat, jangan sekalipun merasa diri kita rendah. Segala sesuatu yang diciptakan Tuhan di permukaan bumi ini dengan sebaik-baik penciptaan. Bahkan seukuran kotoran manusia yang membuat kita jijik untuk melihatnya, itu sangat dibutuhkan oleh tanaman sebagai pupuk. Jadilah seperti angka nol, walau pun tak memiliki nilai tetapi dia sangat bernilai ketika berada pada bilangan lain. tetaplah berusaha menjadi seseorang yang berguna bagi orang lain, walau terkadang kebaikan yang dilakukan itu tak berbanding lurus penghargaan yang diterima.

Terakhir, walaupun tak memiliki nilai, bilangan nol selalu menjadi bilangan netral, tak pernah memilih untuk menjadi negative, apalagi positif. Artinya, dalam hidup ini kita harus jadi diri sendiri, bersyukurlah dengan apa kita kita punya, tanpa harus menjadi orang lain. jadilah penengah di saat dua kubu sedang bertikai.

“Jadilah seperti bilangan nol, walau hanya sebatas identitas pada penjumlahan. Tetapi sangat dibutuhkan oleh bilangan lain untuk menambah nilainya.” (Samrin Samad)

(Visited 357 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.