23 April 2021 hingga 23 April 2022, setahun tidak terasa telah berlalu. Rasanya waktu begitu singkat bagai rudal yang melesat. Hari-hari setahun yang kami lalui seakan baru saja kemarin.

23 April, setahun yang lalu, terlahirlah komunitas Bengkel Narasi yang digagas oleh sang inspirator dan penggerak Bang RIM bersama Kang Iyan. Beliau menghimpun kami yang punya hobi menulis. Walaupun masih banyak tulisan kami yang awalnya belum layak dipublikasikan, tetapi sang insipator dan penggerak selalu meluangkan waktu itu mengarahkan perbaikan tulisan. Maka, kemauan dan keberanian mulai merasuki kami. Bahkan, ada yang seperti terhipnotis, menjadi gatal, kecanduan, dan lain-lain. Rasa ingin selalu menulis mulai muncul.

Ya, komunitas Bengkel Narasi ini umurnya baru setahun, masih bayi. Namun, dalam setahun, telah terhimpun lebih dari seratus anggota dengan ribuan judul karya tulis. Bahkan, walaupun badai pandemi COVID-19 menghadang, sudah 20 judul buku berlabel Bengkel Narasi diterbitkan. Luar biasa!

Bengkel narasi hadir sebagai bangunan rumah jiwa kami di angkasa, tempat kami berhimpun menjalin silaturahmi dengan “manajemen satu rasa”. Melintasi ruang dan waktu, berada di tempat yang berbeda pulau, negara, bahkan benua. Walaupun berjauhan, jalinan silaturrahmi selalu terjaga dengan setiap pagi saling menyapa, saling memotivasi, dan menginspirasi untuk selalu menjadi manusia yang bermanfaat lewat aktivitas tulis-menulis.

Anggota komunitas Bengkel Narasi terdiri dari berbagai profesi, suku, dan agama. Tidak ada rasa lebih dari yang lain. Kami berkomitmen untuk menjaga kesinambungan keilmuan agar peradaban tetap terjaga sebagai bentuk kepedulian dan menunjukkan ciri manusia yang masih sehat akal, jiwa, dan raganya.

Bagi saya, mencermati aktivitas komunitas Bengkel Narasi dengan konsep “hidup dalam keabadian” tulis-menulis itu sangat luar biasa. terkait hal ini, ada banyak nasihat dan motivasi dari para ulama dan ilmuwan, antara lain:

“Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang dapat membahagiakan di akhirat kelak.” (Ali Bin Abi Thalib)

“Jika ingin hidup selamanya, maka menulislah.”(Buya Hamka)

“Teruslah menulis, paling tidak orang tahu bahwa engkau masih hidup.” (RIM)

“Walaupun pensil itu akan habis karena selalu diruncingkan, tetapi selalu meninggalkan tulisan-tulisan indah di dalam kehidupan.” (RIM)

Menulis merupakan perintah Allah Swt sebagai Pencipta dan Pengatur alam semesta. Selain untuk kepentingan keilmuan dalam menjaga peradaban, menulis juga membawa pahala yang tidak ada putusnya. Hal ini diabadikan dalam Al-Qur’an. Allah Swt berfirman yang artinya: “Nun, Demi pena dan apa yang dituliskan. Dengan karunia Tuhanmu, engkau (Muhammad) bukanlah orang gila. Dan sesungguhnya engkau pasti mendapatkan pahala yang besar yang tiada putus-putusnya.” (QS. Al-Qalam: 1-3)

Sekali lagi, Bengkel Narasi adalah rumah jiwa kami di angkasa. Pada umumnya, sebagian besar anggota belum pernah bertatap muka, kecuali sesekali bersua saat ada webinar. Namun, rasa kekeluargaan telah mewarnai jiwa kami.

Ada rasa kekeluargaan yang amat dalam kami rasakan. Tiada sekat, tiada perbedaan antara para pejabat, akademisi, dan ilmuan dengan gelar yang berderet panjang yang mereka sandang, suku, dan agama. Rasa kekeluargaan telah menyatu menjadi satu keluarga untuk saling motivasi menulis hal-hal baik agar selalu bermanfaat. Menulis sambil mengurus kehidupan, menulis sambil memeluk kemanusiaan.

Maka, Bengkel Narasi akan selalu menjadi rumah jiwa kami di angkasa, rumah bersama memadu rasa menuju pada kehidupan keabadian. Semoga langgeng tanpa batas, tanpa limit, dan tanpa syarat untuk kejayaan Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia kita yang jaya abadi selamanya. []

(Visited 89 times, 1 visits today)
2 thoughts on “BN Rumah Jiwa di Angkasa, Rumah Bersama Memadu Rasa dalam Keabadian”
  1. Bebgkel narasi adalah runah jiwa tempat di mana kita berbagi ,saling mensuffor ,memotifasi untuk menuju keabadian lewat tulisan dan karya” kita, tiada kata yg pas u/ di utarakan selain kata terimah kasih & terimah kasih pada BN juga pada Bang Rim
    Yg telah merangkum & menyatukan kta semua lewat rumah jiwa bengkel narasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.