Malang, 23 Maret 2022 – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang tergabung dalam PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) Bhaktiku Negeri Kelompok 2 Gelombang 4 melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa 2022. Kegiatan ini merupakan salah satu program pengganti KKN yang diselenggarakan oleh DPPM UMM (Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) Universitas Muhammadiyah Malang. Program kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa UMM ini mengangkat judul “Membangun Rasa Kepercayaan Diri Siswa/Siswi SDIT INSANTAMA MALANG” melalui program “Peduli Mental Anak”.
Program ini akan memberikan upaya bagaimana siswa/siswi SDIT Insantama Malang dalam mengembalikan kepercayaan diri setiap anak pasca pembelajaran daring. Program ini ditujukan kepada siswa/siswi kelas 6 SDIT Insantama, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Tujuan dari kegiatan ini agar melatih kembali kepercayaan diri siswa/siswi di SDIT insantama malang pasca pembelajaran daring dan memberi tahu kepada guru-guru pengajar mengenai pentingnya kesehatan mental pada anak SD.
Sehubungan dengan masih waspadanya kasus penyebaran COVID-19, mahasiswa PMM UMM masih dapat melaksanakan kegiatan PMM secara offline atau turun secara lapangan dengan memenuhi syarat SOP kesehatan COVID-19 di masa pandemi. Kegiatan yang dilakukan di program PMM ini adalah dengan memberikan beberapa pelatihan berupa perkenalan anak dengan teman sebangku dan demonstarsi game yang dapat melatih keaktifan anak yang tadinya pasif. Tak hanya itu pelatihan dan demonstrasi game juga dilakukan oleh para siswa/siswi secara offline, yakni di kelas.
Tentang Program Peduli Metal Anak
Sebelumnya, tim PMM telah melakukan pendataan seluruh siswa/siswi kelas 6 yang diisi langsung oleh siswa/siswi yang nantinya data tersebut akan dipakai sebagai bahan perkenalan sesama teman sebangku. Salah satu pelatihan ini melatih secara perlahan bagaimana anak dapat dengan percaya diri menjelaskan kepada teman sebangku tentang dirinya. kemudian terdapat demonstrasi game, salah satunya “Sarung Together” dimana game ini dimainkan secara berkelompok oleh seluruh siswa/siswi kelas 6 SDIT Insantama Malang. Game ini melatih ketangkasan motorik dan kerja sama anak dalam tim, ini juga dapat melatih komunikasi yang baik anak dengan antar sesama temannya.
Untuk program selanjutnya, mahasiswa PMM kelompok 2 juga akan melakukan kegiatan “Mengenal Cita-Citaku ” yang dilakukan oleh seluruh peserta didik kelas 6 SDIT Isantama Malang. kegiatan ini dilakukan dengan setiap anak akan mempresentasikan dan memperagakan cita-cita mereka di depan kelas. Kegiatan ini juga sebagai evaluasi keberhasilan dari program-program yang dilaksanakan sebelumnya dalam membangun kepercayaan diri siswa/siswi kelas 6 SDIT Insantama Malang. Program ini diharapkan dapat membangkitkan kembali rasa percaya diri siswa/siswi SDIT Insantama Malang, terutama dalam mengekspresikan dirinya dan melatih public speaking setiap anak.
Dalam melakukan program ini, tim PMM mulai menemui beberapa orang siswa dan siswi kelas 6 yang dirasa masih sedikit pasif di kelas. Ada beberapa peserta didik yang juga merasakan stres dikarenakan tekanan dalam menghadapi ujian sekolah dan nasional. Dengan demikian, tim PMM UMM dapat menarik kesimpulan bahwa bukan hanya dikarenakan masa pandemi yang terjadi dalam kurun waktu tiga tahun ini yang menyebabkan segala bentuk aktivitas pembelajaran berubah dari yang awalnya belajar di kelas kemudian harus belajar di rumah hampir setahun lebih belajar secara daring, siswa-siswi kelas 6 ini harus kembali masuk dan belajar tatap muka di kelas. Masa masa transisi ini tidak mudah untuk diterima oleh anak-anak. Ini yang membuat anak lebih pasif atau kurang percaya diri untuk berekspresi di kelas.
Penutupan PMM




Setelah kegiatan penutupan PMM selesai pada tanggal 28 April 2022, mahasiswa PMM menyerahkan 6 macam bibit tanaman kepada pihak sekolah. Pemberian ini merupakan salah satu kegiatan di luar program PMM oleh Kelompok 2. Penyerahan 6 bibit tanaman merupakan pengganti vandal sebagai bentuk cinderamata kepada pihak sekolah. Ide ini sengaja diinisiasi oleh tim PMM Kelompok 2 dikarenakan bukan hanya makna yang akan ditinggalkan, tetapi manfaat yang nantinya dapat dirasakan oleh pihak sekolah. Enam bibit tanaman yang diberikan terdiri atas tiga jenis tanaman hias dan tiga macam jenis bibit buah seperti jeruk buah, dan dua bibit mangga.
Sebelum Mengakhiri
Semua program yang dilakukan tersebut dibimbing oleh Widiya Yutanti, S.Sos., M.A., dosen pembimbing lapangan. Kegiatan PMM Bhaktiku Negeri ini berlangsung selama 30 hari, terhitung sejak 23 Maret sampai 23 April 2022.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan akses instagram kami di @pmm_kelompok2_gelombang4
