Malam mingguan ini sungguh luar biasa.Bagaimana tidak, kami para Calon Guru penggerak SMP Negeri 1 Watansoppeng mendapat big supraise dari big bos. Sungguh sesuatu yang menggembirakan. Tibalah saatnya mengistirahatkan raga yang sudah mulai lelah, penat, jiwa yang sudah luruh, pasrah.
Sebagai seorang calon guru penggerak, tidak ada waktu yang terbuang. Tidak ada waktu yang sia-sia. Jelang bulan ke-2 dari sembilan bulan masa pendidikan, kami masih terus bergelut dengan tugas-tugas yang harus dikerjakan dan dikumpul on time. Isi modul-modul itu harus kami hafal luar kepala dan diimplementasikan dalam tugas sehari-hari pada proses pembelajaran. Guru penggerak adalah sosok yang harus jadi inspirasi, mampu menggerakkan diri sendiri, rekan sejawat dan lingkungannya. Seorang agen transformasi pendidikan yang akan selalu dituntut melakukan perubahan-perubahan dalam pembelajaran sepanjang hayat.
Sungguh berat beban tugas yang ada di pundak kami. Tapi ada rasa bangga yang menyeruak, karena diantara ribuan peserta seleksi, kami adalah orang-orang pilihan. Menjadi bagian dari program yang dicanangkan pemerintah sungguh hal yang luar biasa. Tanggungjawab yang diberikan adalah tantangan untuk menjadikan pengabdian ini lebih bermakna. Ketulusan dan keikhlasan dalam menjalani semua proses itu adalah yang terbaik.
Kami mengerjakan semua tugas-tugas dengan gembira, riang, penuh tawa dan canda sehingga waktu tidak begitu terasa. Kerjasama diantara teman-teman semakin mempererat rasa kekeluargaan di antara kami. Pengetahuan tidak diragukan lagi. Dari isi modul-modul yang kami pelajari, banyak pengetahuan baru yang belum pernah didapatkan sebelumnya. Kami mulai memahami semua filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan, nilai-nilai dan peran seorang guru penggerak, visi seorang guru penggerak dan masih banyak pengetahuan lainnya yang membuat pikiran semakin terbuka bahwa begitu pentingnya menggali ilmu dan mengembangkan kompetensi serta potensi diri yang kami miliki.
Dan yang paling menarik, banyak aplikasi-aplikasi yang belum pernah tersentuh sebelumnya akhirnya kami lalap juga. Bagaimana tidak, kami dituntut untuk memperlihatkan aksi nyata di lapangan, dan itu semua memaksa kami mencari aplikasi-aplikasi yang tepat digunakan. Sungguh sebuah tantangan yang harus diterima dengan hati lapang.
Hari – hari kami lalui, dan tak terasa sudah hampir lagi lokakarya 2. Masih panjang perjalanan ini untuk mencapai sebuah titik terindah. Banyak harapan-harapan yang harus kami wujudkan. Menggerakkan guru-guru yang lebih senior dan lebih berpengalaman, merubah paradigma mereka yang cuma tinggal pasrah saja menunggu masa akhir pengabdian tanpa ada gairah lagi untuk mengembangkan diri dan berkembang sesuai dengan tuntutan jaman. Menjadikan proses pembelajaran bagi peserta didik menyenangkan,nyaman,menjadikan mereka pelajar yang merdeka, sosok pelajar yang bertakwa, berakhlak mulia, mandiri, berkebhinekaan global, bergotong royong, bernalar kritis serta kreatif sesuai dengan profil pelajar Pancasila , adalah harapan yang harus kami wujudkan.
Menjadi pribadi yang tangguh, kokoh, menguasai ilmu dan pengetahuan dan tidak pernah berhenti untuk menggali dan mengembangkan potensi diri adalah tekad kami. Tidak ada yang harus dikecewakan. Harus tetap semangat untuk menjalani semua proses pengabdian.
Dan, malam minggu ini kami lampiaskan semuanya. Tertawa selepas-lepasnya, begadang hingga larut sambil mendengarkan musik yang mendayu-dayu bak buluh perindu. Kali ini, aku spesial order lagunya Dewa-19 ” Kangen“. So sweet…Thanks My beloved sister, Andi Fadhliah…..Aku sampai dilambung angan-angan bertemu dan berdekap raga dengan sahabat tercinta nun jauh di pelupuk…MIss you so much….
Malam yang indah…..
Watansopeng, 6 Juni 2021
