*Fani Oscalia
Bisa jadi sahabat pembaca mengkerutkan keningnya membaca judul di atas. Namun, jika didalami lebih jauh, bisa jadi ada benarnya. Untuk mencari nilai kebenaran yang terkandung di dalamnya, berikut deskripsinya.
Sangat jelas terlihat perbedaan antara keduanya, yang waras mengatakan orang gila itu yang gila, sedangkan yang gila tidak pernah mengatakan orang waras itu waras dan tidak juga mengatakan mereka yang waras itu gila.
Kenapa? Karena ketika orang gila ditanya sesuatu selalu jawabannya kepada hal-hal yang mengarah kepada Tuhan. Apakah bisa dia dikatakan gila sedangkan yang waras saja sering mengabaikan Tuhan. Jadi siapakah yang sebenarnya gila?
Banyak bukti video di sosial media seperti YouTube yang bisa membuat kita merenungi judul tulisan di atas. Beberapa Chanel yang berisi konten tentang orang gila yang bisa ceramah, tauhid, adzan, dan bahkan ada juga yang multitalent seperti memiliki suara emas dan jago joget.
Lalu apa yang membuat dia gila? Bukankah sebelum gila dia pernah waras juga? Kira-kira apa yang membuat mereka gila? Pasti ada yang menjawab, “Mungkin orang gila yang bisa ceramah itu gagal jadi ustadz, atau yang punya suara emas itu gagal jadi artis”. Lalu bagaimana yang bisa adzan dengan suara bagus, yang punya hafalan Al-Qur’an lengkap dengan tajwidnya? Apa iya mereka gila? Toh yang masih waras saja kebanyakan tidak bisa.
Ada apa dengan orang gila? Katanya orang gila itu tidak pernah diberikan dosa, tidak bisa sakit, tidak pernah overthinking. Bahkan Luntang-lantung di jalanan juga tidak apa-apa. Seakan mereka memiliki kekebalan dari seluruh penyakit dunia, yang justru banyak membuat orang waras berkarakter gila.
Orang waras sering mengeluarkan umpatan, “Waduh hampir gila saya, bisa bikin saya gila ini”. Hampir ini hampir yang mana? Karena hampir tidak bisa mengendalikan diri dan mengontrol pikirannya sendiri lalu menjadi gila.
Lalu di mana letak gilanya orang waras? Gila harta dan kekayaan, korupsi besar-besaran, mencuri dan kriminalitas di mana-mana, pembunuhan merajalela, menghalalkan segala cara dan banyak lainnya. Orang waras itu sadar melakukan perbuatan gila itu, tetapi tidak mampu melawan keinginan gilanya itu. Sementara di sisi lain orang gila tidak pernah melakukan semua perbuatan gila itu.
Melihat realitas seperti itu, maaf kalau saya bertanya, yang gila itu siapa? Maaf kalau saya mengatakan orang gila tidak gila, yang waraslah gila.
*Penikmat literasi membaca dan menulis.
