Oleh: Luciana Mauberebetun
Pagi-pagi aku bangun, nyuci piring, beres-beres rumah, dan memasak. Sampai jam 09.00, aku duduk dan nonton acara yang lucu-lucu karena aku suka nonton acaranya Rina Nose, jadi semua acara yang dihadiri Rina Nose aku selalu menontonnya dan ngefans banget dengan dia. Ia adalah orang yang multi talenta.
Aku menonton sampai jam 11, lalu pergi mandi dan bersiap pergi ke sekolah. Selesai mandi, setrika seragam sekolah lalu ambil buku, pulpen, dan semua peralatan sekolah aku masukin ke tas, lalu aku keluar rumah, kunci pintu. Aku bergegas pergi menunggu bemo lewat. Aku tunggu berjam-jam sampai aku mulai kesal sendiri. Aku menghirup banyak debu yang membuat ku batuk. Setelah menunggu sekian lama, akhirnya bemonya datang dan banyak sekali orang di dalamnya. Aku berpikir, apakah aku turun saja atau tetap disini? Tapi kalau aku turun, berarti aku harus menunggu bemo lagi dan bisa saja aku batuk dan kepanasan. Di bemo aku suruh teman perempuanku supaya dia duduk di pangkuanku. Ternyata ia tidak mau.
Beberapa lama kemudian, aku tiba di sekolah. Namun, sebelum itu aku singgah dulu di sebuah toko untuk membeli cemilan yang rencananya saya makan kalau di sekolah nanti. Aku mencari cemilan yang cocok di toko itu. Tapi ketika mau membayar, orangnya sudah tidak ada. Toko sudah tutup dan aku terjebak di dalamnya. Aku mulai panik, berteriak-teriak gedor-gedor pintu minta tolong, tapi tidak ada orang yang mendengar.
Setelah sekian lama berteriak, akhirnya ada juga orang yang dengar, dan pemilik toko itu juga sudah datang. Ia minta maaf karena mengira tidak ada orang di tokonya. Ketika itu ia menutup toko untuk pergi salat. Aku pun minta maaf lalu membayar harga cemilan yang kuambil.
Pengalaman yang sangat lucu dan berkesan. Siang bolong aku terjebak di dalam toko. Aku ketawa sendiri kalau mengingatnya.
