Oleh : Devinarti Seixas

Kodrat wanita adalah wanita,perempuan,ibu juga sahabat belum juga dengan status pekerjaan.Kata orang surga ada di telapak kaki ibu tapi aku bingung di sebelah mana letak surga di bawah telapak kaki ibu.

Suatu ketika aku baru merasa jika itu adalah hari kebahagiaan yang aku nantikan selama puluhan tahun.Hari di mana paling bahagia di antara wanita lain di dunia ini. Pancaran mata penuh dengan berkas cahaya membuat aku makin semangat lagi itu.

Aku kerja di sebuah mini market.Hal yang membuat aku paling bahagia adalah bukan karena aku kerja di mini market.Namun, karena hari ini mengingatkan aku di mana aku baru bisa mengenal dunia sesungguhnya.Hampir aku kehabisan akal ketika aku menyaksikan drama yang terjadi dalam hidup aku.

Penilaian orang selalu mengenal dari luar aku tapi orang tidak mengenal aku secara dalam kecuali diri ku sendiri dan dunia di mana aku diciptakan.

Aku dan duniaku mulai berubah sejak hari ini.Aku hampir melakukan hal di luar nalar tapi Tuhan tahu jika aku jangan gegabah.Semua orang tidak tahu apa yang tengah terjadi dengan aku di hari ini.Sanak saudara beranggapan mengapa aku bisa terjebak dalam begitu banyak masalah ? Hanya bentuk pertanyaan tanpa jawaban mereka saling berbisik mengapa ini terjadi.

Aku dan dunia ku merasa baik-baik saja.Aku dan duniaku selalu bersahabat baik tapi tepatnya hari ini 7 tahun lalu pada tanggal ini aku baru mengenal diri aku yang sesungguhnya.

Ribuan doa aku hadirkan pada Tuhan juga para arwah di negeri ini jika aku ingin jadi seorang Wartawan .Pada hari ini tepatnya 29 September 7 tahun silam pagi itu aku sangat bahagia karena hari yang aku nantikan selama bertahun-tahun akan berwujud adalah harapan aku.

Hari itu merupakan hari paling terindah dalam hidupku karena pada moment pagi aku lagi persiapan sambil berdandang rapi untuk ke kantor di suatu media agar ikut interview untuk jadi Reporter.Rasa bahagia tiada duanya.Aku justru makin lengket sama suami aku jika aku akan jadi seorang Wartawan kalau Tuhan izinkan aku lolos interview.Bukan hari pertama tentang hal-hal seperti ini hanya aku butuh sebuah bukti bagaimana aku dan duniaku harus sepakat membukukan sebuah bukti di atas dunia yang menghidupkan aku dan aku diberi kesempatan mempelajari tentang seluk beluk dunia ini.

29/09 Hari yang aku banggakan untuk mencapai impian aku menjadi seorang reporter kala itu.

Pagi-pagi benar aku masih meminta izin pada bos jika jam 10.00 aku izin 2 jam dan aku di izinkan oleh bos aku untuk interview.

Kebanggaan luar biasa yang aku rasakan pada tanggal ini.Kami dari rumah Menuju mini market karena aku harus kerja lagi dua jam baru bisa mengikuti interview.Sudah berdandan rapi dengan rok hitam dan baju pink serta jaket kulit hitam harga 5 dolar hadiah pertama dari suami aku yang dibeli di obralan.

Setelah sampai di tempat kerja,aku hanya menunggu jika kita akan berangkat jam 09.35 karena jarak kantor tidak jauh ketika kita pergi dengan motor.

Baiklah jawab suami aku.Oh ya aku kebelakang dulu karena ada sesuatu hal.

Jawab aku dengan singkat ok jangan lupa jam interview.

Sambil membuka mini market dengan menunggu kehadiran sang suami untuk tes interview.

Aku bahagia,hingga 09.30 aku menunggu suami tapi belum juga datang dari belakang rumah.Selama bekerja firasat aku tidak pernah seperti hari ini.Aku merasakan jantung aku seperti di storm.Aku bingung kenapa ketika aku bahagia mau ikut interview tiba-tiba aja aku firasat aku tidak baik ya ? Tanya aku dalam hati.

Pas pukul 09.35 aku persiapkan bahkan telpon tidak diangkat.Aku yakin sesuatu terjadi di belakang rumah karena firasat buruk makin terjadi.

Aku hanya menutup pagar depan mini market lalu aku ke belakang rumah.ketika aku baru membuka pintu pagar ada seorang wanita janda yang tugasnya menyapuh dan mencici justru mengintip aku dari balik kamar mandi hanya kepala yang terlihat.Aku langsung menujuh ke kamar mandi itu jika firasat aku kali ini benar.

Ternyata si janda itu memberikan tanda pada suami aku akhirnya ia sengaja lari di balik dapur dan mengisi air ke balkon sambil memperbaiki celananya.

Si janda masuk ke kamar mandi dan berkata mau mandi.Aku berlalu ke kamar mandi belakang mau lihat karakter asli suami aku.Aku udah masuk ke kamar mandi tiba-tiba ia datang sengaja kasih air ke aku dengan menggunakan baskom.

Aku tidak buang air lalu kau keluar dari kamar mandi dia berkata aku bahkan air untuk kamu.Aku heran berapa tahun kamu hidup di rumah ini sampai lupa jika kamar mandi komplet semuanya.

Aku baru sadar hari itu jika suami yang aku nikahi tenyata level rendahan serendah surga di bawah telapak kaki ibunya.Tanpa berkata aku langsung berlalu tanpa menutup mini market dan aku ke kantor media untuk interview.

Saat di perjalanan aku menelepon ke adik,njika aku baru mengenal siapa suami aku yang sesungguhnya.Adik aku bilang kakak sabar jalani hidup karena kami semua menjauh jadi harap jaga diri karena bawah ke pengadilan pun namanya pencuri akan saling membelah karena mereka satu nama yakni pencuri.

Tiba di kantor media aku hilang konsentrasi sampai semua pertanyaan aku tak mampu menjawab dengan fokus.

Balik kerumah aku memohon agar ia jujur bahwa hal itu bukan kali pertama tapi sudah sering terjadi antara dua pencuri yang sama-sama cleaner ini.Aku paham makanya aku minta ia jujur namun dengan kasar berkata jika aku yang menuduh jadi aku pun diam.

Hilang semua kepercayaan aku pada hubungan rumah tangga itu bukan baru kali itu. Aku merasa lega karena karena baru kali itu aku sadar jika seorang suami yang tukang cemburu dan membatasi langkah untuk berkarya bukan karena mereka tulus mencintai kita tapi justru karena mereka menanam hal buruk di luar sana.

Sejak hari itu aku baru mengenal bahwa inikah dunia aku yang sesungguhnya. Aku bukan menjadi wanita lemah tapi justru menjadi wanita kuat dan belajar menajdi diri sendiri tanpa harus menyakiti sesama wanita aku.

Ketika dengan perjalanannya waktu aku ingin menjadi dunia aku yakni diri aku sesungguhnya pada tgl 18/09/2022 ( Minggu) dengan seseorang yang sering penuh perhatian ke aku di bawah langit di atas bumi bahwa cium itu manis mengapa aku harus menolak.

Kala itu aku baru sadar bahwa tiada yang lebih hebat dari diri kita karena sesungguhnya ketika kita mengalah bukan karena kita takut atau karena merasa kalah tapi cukuplah kita ambil kembali apa yang yang menjadi milik kita sesungguhnya yakni diri kita sendiri.

Terkadang kita salah memahami arti sebuah perhatian dan kita menggantungkan hidup serta nasib kita pada orang lain hanya karena kita respect pada nama sebuah hubungan.

Ketika hubungan itu di bina terkadang kita lebih memilih jika pilihan kita yang paling benar.Kita mengecewakan banyak orang termasuk orang yang lebih sayang ke ketika yakni ayah dan ibu itu semua karena kita percaya bahwa apa yang kita pilih adalah hal terbaik.

Dari semua itu kita mencoba ingin membuktikan pada diri kita juga pada mereka yang kita kecewakan tapi ujung-ujungnya apa yang ayah & Ibu kita takuti adalah kebenaran.

Aku mulai berpikir jika ibu mertuaku memiliki surga di telapak kakinya apalah surga ini yang nampak juga lewat putranya atau malah di bawah telapak kaki ibunya justru api neraka sesungguhnya.

Jika aku sadar bahwa kehidupan sesungguhnya adalah napas kita yakni diri kita di mana kita adalah kita yang sesungguhnya.

Akhirnya dengan berjalannya waktu,aku baru menyadari bahwa kebohongan terbesar adalah kala kita menipu diri kita sendiri dan hidup dalam kepura-puraan serta kepalsuan karena kita masih merasa hidup kita seperti masih dijajah oleh penjajahan yang lebih hebat dari kaum kolonial karena hati kita tetap terpenjara.

Hari ini aku teringat lagi bagaimana ketika rasa bahagia itu muncul lalu tiba-tiba kobaran api datang menghancurkan semua sampai aku tidak fokus untuk tes interview untuk hari itu.

Aku bukan terluka tapi aku justru merasa merdeka secara lahir dan batin. Angan-angan menjadi wartawan yang tadi pagi membuat aku semangat kian membara justru membuat aku kembali berpikir jika kegagalan adalah ke kesuksesan yang masih tertunda.

Aku terus hidup dalam kepura-puraan serta memancarkan cahaya kepalsuan hanya demi kebahagiaan seisi rumah.

Selama ini seorang yang aku kenal bukan baru ini kali itu aku menemukan hal aneh tapi sumpah pada ayah aku adalah batasan yang tak mampu aku lewati karena ketika itu ayah pernah ingin aku pulang agar melanjutkan kembali kuliahku karena ayah tahu aku hanya bertahan kerena telah melanggar aturan ayah.Ayah sadar jika aku hidup pura-pura bahagia.

Namun, pada kesempatan itu aku masih tetap meyakinkan ayah bahwa aku pasti bahagia dan ayah hanya berkata satu hal bahwa jika ayah salah dalam menilai mu kalau kamu hidup pura-pura maka sebagai ayah kau adalah Putri ku satu-satunya dan jujur aku tidak ingin kau melahirkan lagi anak-anak untuk suami mu ini karena kekayaan atau harta paling berharga adalah kamu Putriku bukan harta dunia.

Sejak hari itu kata-kata ayah menjadi bukti dalam hidup aku bahwa dengan sendirian aku tak mampu hamil lagi karena kemarahan ayah benar-benar ada buktinya pada diri aku.

Selama ayah tak ada lagi, aku di terpal badai entah badai hutang piutang atau badai lain temasuk kegagalan dari caraku salah menilai jika aku adalah dunia aku yang sesungguhnya.

Kini setelah aku sadar jika tanggal inilah yang telah mengajari aku mengenal diri aku yang sesungguhnya.

Bahwa sesunguhnya aku dan duniaku hanya satu yang tak mampu orang lain pisahkan dari diriku yang sesungguhnya karena aku lahir di atas dunia dan belajar mengenal karena dunia serta berpulang juga karena dunia.

(Visited 132 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Devinarti Seixas

Penulis dan Pendiri KPKers Timor Leste, dengan mottonya: "Kebijaksanaan bukan untuk mencari kehidupan melainkan untuk memberi kehidupan dan menghidupkan". Telah menyumbangkan lebih dari 100 tulisan berupa; berita, cerpen, novel, puisi dan artikel ke BN sejak 2021 hingga sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.