Bahagia itu sederhana dan simpel jika kita inginkan. Bahagia itu kita yang atur bukan orang lain. Bahagia itu kita yang menentukan kapan dan dimana pun, karena itu soal rasa dan hati. Membangun kebahagian dalam hidup keluarga memerlukan usaha yang tidak mengenal kata lelah. Mewujudkan keluarga yang sakinah mawadah warahmah butuh proses. Dimulai dengan nawaitu karena mencari keridhaan Allah Swt.
Mencari pasangan hidup yang baik menurut Rasulullah Saw adalah memperhatikan kecantikannya, keturunannya, kekayaannya dan agamanya. Namun yang paling utama dari semua itu adalah agama pasangan hidup kita. Semua pasangan hidup memimpikan kebahagian rumah tangga, namun tidak sedikit menemukan sebaliknya. Hal ini disebabkan, karena menganggap kecantikan, kekayaan, keturunan adalah sumber kebahagiaan hidup, lalu melupakan agama. Jadi suatu keberuntungan yang sangat tinggi jika pasangan hidup kita mempunyai wajah cantik, keturunan baik, punya harta, dan pemahaman agama yang mendalam dan benar.
Tidak semua orang punya keberuntungan yang sama, ada suami yang gagah, ganteng tapi punya istri biasa-biasa saja, atau istri yang cantik tapi mendapatkan suami yang tidak sesuai harapan.
Apakah itu kebetulan? Ada dua pendapat takdir yang sudah di tetapkan oleh Allah Swt, yaitu takdir sebelum kelahiran dan takdir yang bisa dilakukan yaitu memilih pasangan hidupmu.
Terlepas dari pemahaman itu, penulis hanya ingin sampaikan bahwa kebahagiaan hidup bersama dalam satu ikatan pernikahan harus dilandasi oleh niat yang tulus ikhlas karena Allah Swt. Saling pengertian, saling menjaga, saling menerima kekurangan dan kelebihan. Saling menjaga hati, jujur dan mau belajar dari kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Disamping itu berlapang dada, berani meminta maaf jika hilaf atau salah.
Jika pasangan sudah mempunyai anak-anak sebagai investasi masa depan, sempatkan diri bersama dengan seluruh keluarga menikmati kebersamaan yang indah, nyaman dan bahagia. Jadi mari bercernin kepada keluarga yang bahagia dan damai.
*Penggiat literasi membaca dan menulis
