Saturday Share LSP LSK_Mockup

Di tengah kejenuhan orang-orang terhadap kegiatan webinar, Komunitas Bengkel Narasi mengangkat kolaborasi dan tema/topik webinar yang “out of the box” dalam kegiatan rutin Saturday Share. Sabtu ini (19/06), Saturday Share mengangkat tema/topik “Orientasi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)/Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK)” bersama narasumber Berkah M. Wicaksana dari Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) Jawa Barat pada hari Sabtu (19/06). Peserta pun mendapatkan e-sertifikat gratis setara 2 JPL.

Dijelaskan Berkah bahwa profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang untuk melaksanakannya diperlukan kompetensi kerja tertentu yang dipersyaratkan oleh dunia kerja baik jenis maupun kualifikasinya. Sementara kompetensi kerja adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan/keahlian dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Faktanya, sertifikasi kompetensi ini banyak sekali manfaatnya bagi berbagai pihak. Bagi para pekerja, sertifikasi kompetensi merupakan pengakuan kompetensi, menjadi bagian dari perhitungan remunerasi, dan juga membuka peluang jenjang karier yang lebih baik. Bagi perusahaan, sertifikasi kompetensi memberi kemudahan dalam rekruitmen, menemukan kesesuaian antara pekerja yang direkrut dengan dengan pekerjaan yang ada, dan meningkatkan keseimbangan antara remunerasi dan kinerja/produktivitas. Bagi negara, sertifikasi kompetensi akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya saing, dan saling pengakuan kesetaraan dengan negara lain (Mutual Recognition Arrangement/MRA).

Pendidik Kompeten dan Inspiratif

Pada dasarnya, anggota Komunitas Bengkel Narasi adalah orang-orang profesional di bidangnya masing-masing. Ada akademisi, ASN di instansi pemerintah, guru, dan juga profesional kerja di bidang lainnya.

“Setiap anggota diharapkan muncul ke permukaan. Bukan hanya dengan karya-karyanya di bidang literasi, tetapi menjadi pribadi dan tokoh inspiratif pada kompetensinya masing-masing,” jelas Ruslan Ismail Mage atau biasa dipanggil Bang RIM, Managing Director Komunitas Bengkel Narasi.

Dari webinar ini, muncul sebuah ide untuk mendirikan lembaga sertifikasi bagi para pendidik. Mengapa? Secara bahasa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidik adalah orang yang mendidik. Pengertian tersebut memberikan kesan bahwa pendidik adalah orang yang melakukan kegiatan dalam bidang mendidik.

Jika dari segi bahasa pendidik dikatakan sebagai orang yang mendidik, maka dalam arti luas dapat dikatakan bahwa pendidik adalah semua orang atau siapa saja yang berusaha dan memberikan pengaruh terhadap pembinaan orang lain (peserta didik) agar tumbuh dan berkembang potensinya menuju kesempurnaan. Wiji Suwarno menjelaskan bahwa pendidik adalah orang yang dengan sengaja mempengaruhi orang lain (peserta didik) untuk mencapai tingkat kesempurnaan (kemanusiaan) yang lebih tinggi.

Sedangkan secara umum, pendidik adalah semua orang yang bertanggung jawab mengembangkan dan membina peserta didik dalam segala aspeknya baik kognitif, psikomotorik, afektif, mental serta spritualnya. Definisi ini menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan pendidik tidak terbatas pada guru yang ada di sekolah, juga orang tua dan semua orang dewasa yang bertanggung jawab untuk membina dan mengembangkan generasi muda, seperti dosen, konselor, pamong belajar, widyaswara, tutor instruktur, fasilitator, dan istilah lainnya.

“Ini adalah format yang paling memungkinkan mengakomodir sebagian besar potensi anggota Komunitas Bengkel Narasi. Sebagian besar adalah pendidik dalam arti yang luas. Semoga bisa segera terealisasi,” ungkap Kuspriyanto, Executive Director Komunitas Bengkel Narasi. []

(Visited 47 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Abah Iyan

Sosiopreneur, Writerpreneur & Book Publisher

One thought on “Menuju Pendidik Kompeten dan Inspiratif”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.