Temu Pustakawan kembali dilaksanakan di akhir tahun oleh para Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Temu Pustakawan yang dilaksanakan hari ini Rabu 24 Desember 2025 di Aula Room Dewi Sri, Jalan Poros Malino, Gowa, dimaksudkan sebagai upaya untuk mempererat tali silaturrahmi antar Pustakawan. Selain itu juga untuk memperkuat peran serta Pustakawan dalam kegiatan kepustakawanan sehari hari di lingkungan kerja. Temu Pustakawan ini dihadiri oleh Kepala Dinas, 3 Pustakawan Utama, para pejabat Administrator dan Pengawas, para Pustakawan dan P3K.

Temu Pustakawan adalah kegiatan rutin para Pustakawan di lingkup Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Kali ini mengusung tema “Dari Refleksi Menuju Aksi: Optimalisasi Kinerja Pustakawan Melalui Pemberdayaan Klaster di Tahun 2026”. Dalam laporannya, H. Nazaruddin mewakili Koordinator Pustakawan mengungkapkan tentang hal hal yang berkaitan dengan iuran pustakawan, pemberian tali asih bagi anggota yang berduka maupun yang sakit dan kegiatan sosial lainnya. H. Nazaruddin juga mengisahkan awal mula terbentuknya Klaster Pustakawan yang digagas oleh Pustakawan Utama Hasan Sijaya, yang waktu itu menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.

Tim kerja Klaster Pustakawan ini terdiri dari 6 klaster yang masing masing branggotakan sekitar 20 orang Pustakawan dan staf P3K. Masing masing tim klaster tersebut membina perpustakaan umum, perpustakaan khusus, termasuk Taman Baca Masyarakat (TBM), perpustakaan rumah ibadah, perpustakaan SMA, MAN, SMK serta Perguruan Tinggi dan juga perpustakaan khusus kantor Pemerintah, yang ada di kabupaten/kota se Sulawesi Selatan. memiliki beberapa daerah binaan kabupaten kota se Sulawesi Selatan dan di kecamatan kecamatan.

Sebelum memberikan Sambutan dan arahan, Kepala Dinas menerima Piagam Penghargaan dari Perpustakaan Nasional RI, sebagai “Pelaksana Terbaik Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial tahun 2025 di Tingkat Provinsi”. Penghargaan ini diterima pada kegiatan “Pertemuan Pembelajaran Sebaya Nasional Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial” di Jakarta beberapa waktu lalu. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan telah menerima penghargaan ini selama 6 tahun berturut turut sebagai pelaksana terbaik.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan, dr. Muhammad Ichsan Mustari, MHM, dalam sambutannya menyempaikan pentingnya para Pustakawan beradaptasi dengan perubahan zaman. Kadis memberikan contoh misalnya perlunya diseminasi informasi koleksi perpustakaan dan juga informasi khazanah Arsip agar masyarakat umum dapat mengetahui dan memanfaatkan Perpustakaan dan Kearsipan dalam rangka peningkatan dan pengembangan literasi masyarakat. Diseminasi informasi ini dapat melalui akun Media Sosial Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, atau bisa juga lewat akun pribadi para pustakawan dan staf P3K.

Diskusi kepustakawanan juga dilaksanakan pada Temu Pustakawan kali ini. Ada dua sesi diskusi, yaitu diskusi dengan Kepala Dinas, dan diskusi interen dengan Pustakawan Utama dan Pustakawan lainnya. Berbagai topik kepustakawanan dibahas dalam diskusi ini. Ada topik pembicaraan tentang Akreditasi Perpustakaan dimana Perpustakaan Nasional RI telah memberikan Akreditasi “A” untuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Prosedur peningkatan SDM Pustakawan, termasuk keikutsertaan para Pustakawan pada diklat diklat yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Nasional RI, serta keadaan kepegawaian termasuk banyaknya Pustakawan yang akan memasuki masa purna bakti tahun depan (2026) dan tahun tahun berikutnya. Topik lain yang juga dibahas adalah Coretax, PPID, Website, Zoom Meeting.

Pada diskusi sesi kedua, Pustakawan Utama, Hasan Sijaya sebagai narasumber utama. Dalam arahannya, Pustakawan Utama menekankan pentingnya menjaga kekompakan, persatuan, persaudaraan, baik antar pustakawan, antar arsiparis, dan antar seluru staf Dinas Perpustakaan dan Keasipn Sulawesi Selatan. Beliau juga mengemukakan perlunya para pustakawan senior menularkan ilmunya kepada para yunior, yaitu ASN yang baru dan P3K. Hal hal lain yang didiskusikan dengan Pustakawan Utama misalnya, pembuatan jadwal kunjungan, kinerja OPD Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, penambahan koleksi perpustakaan, perbaikan dan penambahan sarana dan prasarana kantor, etika dan sikap para petugas layanan, IPLM, TPBIS, publikasi kegiatan kegiatan baik kegiatan kepustakawan di kantor sendiri maupun kegiatan tim klaster pustakawan. Terakhir didiskusikan pula perlunya para pustakawan dan staf P3K meningkatkan pengetahuan dalam hal public speaking, teknik menulis dan mempublish kegiatan kepustakawanan dan juga peningkatan kemampuan berbahasa Inggris para pustakawan dan P3K.
Semoga peran serta Pustakawan akan semakin meningkatkan pengembangan Literasi masyarakat dimasa masa yang akan datang.

