Oleh : Achmad Fajar Putra*

Kemajemukan suku dan keanekaragaman budaya di nusantara tidak akan ada habis keindahannya untuk dinikmati. Kekayaan negara non fisik yang menjadi ciri khas kebhinnekaan bangsa di dunia internasional. Namun, dengan keberagaman itu kalau tidak dikelola dengan baik bisa menjadi masalah bagi keutuhan bangsa dan negara.

Sikap etnosentrisme dan apatis terhadap kebudayaan daerah yang dimiliki bisa menjadi pemicu keretakan persatuan. Kemerdekaan sudah lebih setengah abad, tetapi kondisi internal bangsa yang belum stabil membuat arti kemerdekaan belum maksimal dirasakan. Persepsi terhadap keberagaman tidak lepas dari pembentukan karakter yang dipengaruhi oleh lingkungan pertumbuhan.

Ada yang hidup di lingkungan yang menjunjung tinggi rasa toleransi, dan ada juga yang tumbuh dalam lingkungan yang penuh dengan egoisme kedaerahan atau kelompok. Realitas hidup yang mengemuka seperti ini bisa membuat bangsa besar ini berada di ujung tanduk.

Lahirnya beberapa organisasi kemasyarakatan yang gampang terpolarisasi, atau kelompok-kelompok yang memperjuangkan kepentingan masing-masing tanpa memikirkan kepentingan kelompok lain adalah bom waktu yang harus dijinakkan sebelum meledak membakar kebhinnekaan bangsa.

Kerena itu, semua elemen bangsa harus sadar, tidak merasa lebih kuat dan dominan dalam proses berbangsa. Dominasi kebudayaan ini tidak hanya semata pada lingkup sosial saja tetapi juga mengarah pada lingkup kekuasaan sampai parlemen.

Perebutan kepentingan kelompok tidak akan menyelesaikan masalah, justru menyisakan dendam antara sesama anak bangsa. Polarisasi antara kelompok akan menemukan masa bulan madunya saat memasuki tahun politik menuju pemilu 2024.

Mau sampai kapan negeri ini dibayangi keterbelahan hanya untuk memenuhi libido kekuasaan orang-orang tertentu. Negeri ini terlalu indah untuk dikhianati, terlalu cantik untuk dinodai, terlalu bersih untuk dikotori.

Sebagai generasi muda pemilik masa depan negeri ini, wajib menyulam kembali tenun kebangsaan yang sudah mulai terkoyak. Ingat, pelangi indah karena warnanya, hidup di nusantara ini indah ketika semua elemen bangsa bergadengan tangan menjaga ibu pertiwi. Itulah pelangi nusantara.

*Mahasiswa Universitas Negeri Padang, pencinta literasi menulis

(Visited 58 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.