Oleh : Salsabila Mulya*

Peristiwa kekerasan yang meninggalkan trauma akan mendatangkan luka fisik dan psikis yang berpengaruh pada kesehatan. Orang yang menyaksikan peristiwa kekerasan akan terus membekas dalam dirinya, sehingga ada ketakutan yang selalu membayangi dalam proses pertumbuhannya sampai dewasa nanti.

Sesuatu dianggap biasa oleh orang lain, bisa menjadi hal yang sangat menakutkan bagi orang yang mengalami trauma. Berbagai peristiwa yang bisa memicu trauma dalam menjalani kehidupan, seperti peristiwa pertengkaran keluarga, perceraian, kematian, dan intimidasi sekolah.

Trauma masa lalu akan membuat seseorang sulit dalam menjalani hidupnya secara normal, karena efek panjang dari luka fisik dan mental yang terus membayangi. Berpotensi mengalami gangguan kesehatan, seperti kegelisahan, kegemukan, penyakit jantung, gangguan stress, dan depresi.

Tidak mudah bagi orang yang mengalami trauma untuk menjelaskan isi pikiran mereka, bahkan merasa mati ketika ditengah orang banyak. Bingung harus melakukan apa, namun dipaksa untuk terus menjalani hidup.

Sembuh dari luka fisik bisa cepat diatasi dengan berobat ke dokter misalnya, tetapi sembuh dari luka psikis tidak semudah yang dibayangkan. Bahkan luka psikis itu bisa menancap permanen dalam jiwanya. Peristiwa itu selalu membekas dalam pikirannya laksana bayangan raksasa yang siap menerkamnya.

Adakah kebahagiaan untuk orang yang tenggelam dalam luka? Begitu bahasa batin yang terus menari-nari dalam pikiran orang yang mengalami trauma. Namun, siapa pun yang mengalami trauma dalam kehidupan jangan pernah patah semangat untuk bangkit menatap masa depan. Ingat, Tuhan Maha Pengasih dan Maha Penyayang bagi hamba-Nya.

*Mahasiswi penggemar literasi menulis

(Visited 125 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.