Kamis manis duduk cantik. Senyum ceria menyambut hari nan indah. Suara burung merdu menyapa menyanyikan lagu penyejuk jiwa. Kesibukan menatap, menantang raga berdekap dengannya. Tunggu aku meleburkan jiwaku denganmu.
Hari ini menawarkan banyak hal pada jiwaku yang masih lelah. Seabrek tugas sekolah harus aku selesaikan on time. Kesibukan mengikuti In House Training (IHT) sekolah penggerak menyita semua perhatianku. Tumpukan tagihan tugas sebagai seorang Calon Guru Penggerak juga menunggu untuk aku jamah.
Namun hari akan selalu terasa indah kalau dijalani dengan keikhlasan dan senyum tulus yang ditebarkan pada sahabat-sahabat tersayang. Dari kemarin belajar bersama teman-teman untuk memecahkan dan membahas materi ujian Guru Penggerak . Dan detik-detik penantianku akan segera tiba. Layar sudah terkembang. Tanpa berkedip aku menatap deretan kalimat-kalimat yang berisikan narasi dan diksi yang begitu luar biasa. Aku sampai menggeleng membacanya dan dalam hati aku mengagumi Sang Penulis Soal Ujian. Aku selalu terkecoh dengan pertanyaan-pertanyaan yang kadang serupa tapi tak sama.
Singkat cerita, aku menjalani ujian ini dengan perasaan was-was. Aku harus buktikan pada rekan sejawat, sahabat-sahabat dan keluarga yang selalu memberikan dukungan bahwa aku juga bisa lulus dengan nilai yang memuaskan. Dan terbukti bahwa hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha. Aku berhasil. Seperti anak kecil yang kegirangan ketika dapat mainan, aku dan teman-teman berlompatan dan berpelukan. Bagaimana tidak, kami dituntut untuk selalu menjadi yang terbaik. Mengharumkan nama sekolah adalah tugas kami.
Santai, rehat sejenak mengistirahatkan raga, tiba-tiba lagu ‘Kangen ” Dewa 19 yang dinyanyikan Ari Lasso terdengar manis mendayu-dayu. Lagu itu adalah nada dering dari smartphoneku. Aku tengok, tapi tidak ada nama yang muncul. Hanya deretan angka yang asing bagiku. Aku jadi penasaran. Oh..ternyata dari Bang Kurir…
Dan tidak ada rasa yang paling membahagiakan ketika mendapatkan paket itu. Kiriman buku dari sahabat terhebat yang sudah lama aku tunggu- tunggu. Buku itu adalah kado terindah dari sahabatku tercinta. Entah disengaja atau tidak, kado itu hadir saat hatiku lagi berbunga-bunga karena sudah lulus tes dengan hasil yang memuaskan.
Aku selalu cemburu kala menatap foto – foto sahabatku yang lagi duduk manis sambil membaca buku 21 Hukum Kesuksesan Sejati Karya Ruslan ismail Mage. Aku sering berhayal untuk memiliki buku itu. Aku penasaran dengan isi buku tersebut. Dan ternyata, memang begitu luar biasa. Tidak salah kalau para sahabat aku selalu membangga -banggakan bahwa karya-karya mereka terinspirasi dari kisah-kisah kesuksesan yang diraih oleh orang atau tokoh yang ada dalam buku 21 Hukum Kesuksesan Sejati tersebut.
Tidak diragukan lagi,siapa pun pasti akan terkesima dengan narasi dan diksi Sang Penulis Buku ketika mengisahkan tokoh -tokoh yang sukses berjuang menjalani hidup dan kehidupannya. Dari seseorang yang bukan apa-apa, berhasil mencapai pendidikan tertinggi dengan hasil kerja keras mereka. Menjadi tokoh yang disegani di lingkungannya, tokoh yang menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitarnya.
Bukan cuma itu saja, Buku 21 Hukum Kesuksesan Sejati selain menceritakan kisah tokoh-tokoh inspiratif , juga memaparkan kiat-kiat untuk meraih kesuksesan sejati. Tidak ada yang terlewatkan. Semua dikupas tuntas dengan bahasa yang membangkitkan semangat dan gelora bagi siapa saja yang membacanya.
Terima kasih sahabat terhebatku Ibu Rosmawati. Buku ini adalah kado terindah yang pernah aku terima. Semoga kita selalu menjadi inspirasi bagi masyarakat di lingkungan kita.
Bang RIM, bukunya sangat luar biasa. Penuh inspirasi bagi orang-orang yang ingin meraih kesuksesan sejati.
Watansoppeng, 1 Juli 2021
