Suatu ketika pada masa Pandemia Covid -19 Graz & Art sudah benar-benar akrab meskipun hanya lewat chat komunikasi kedua insan. Art bingung harusnya Graz bisa jadi pria yang menjadi Pengabdi Exemplar di Institusi ia bekerja.. Kok setiap jam kerja juga ia memakinya hanya untuk berkomunikasi dengan aku? Terus menerus dan aku biarkan tanpa menegur maka ia justru akan ketagihan chat atau berkomunikasi secara virtual tanpa henti.

Gimana jika penyakit ini tertular pada para pengabdi yang lain? Tentu akan makin kacau, tanya Art dalam hati. Graz bingung, kok Art sudah berbeda sama Art yang aku kenal pertama kali? Tanya Graz saat ia mencoba call pun Art tak lagi menerima, bahkan berkomunikasi lewat chat pun Art cuek dan tak menjawab karena Art ingin Graz sadar, jika jam kerja ia tak mau gunakan untuk berkomunikasi. Tiba-tiba Graz sms lagi lewat telfon. Art kok kamu mulai berubah ? Emang aku ada salah apa sama kamu sampai kamu tidak membalas komunikasi aku lewat chat apalagi call.

Aku sudah mengatakan jauh-jauh hari sejak kita jadi teman aku menyukai kamu entah dekat atau jauh rumahmu aku akan pergi dalam hitungan detik apabila kamu masih keras kepala dan memperlakukan aku seperti hewan liar ujar Graz dengan rangkaian kata mengancam. Art takut, kamu ada masalah ya? Graz aku tidak ingin jam kerja kita terus chat seperti ini. Art jangan main hakim sendiri okey. Aku berkomunikasi bahkan korban waktu karena aku ada niat baik sama kamu. Aku sudah jujur sama kamu bahwa semakin kamu mencari cara meninggalkan aku, maka aku akan makin liar memperjuangi kamu dengan caraku Art ujar Graz. Terus mau kamu apa Art menjawab. Kalau aku chat dibalas bukan diabaikan. Stop Graz aku banyak pekerjaan. Urusan kamu Art karena itu pekerjaan kamu bukan pekerjaan aku pungkat Graz agak marah.

Graz kamu itu salah, lebih rusak lagi kamu itu pria keras kepala. Ingat ini jam kerja dan kedepan ketika jam kerja jangan mencoba chat atau call ke aku paham, ujar Art marah. Ah itu urusan aku kan aku sudah pernah bilang sama kamu jika yang korban waktu itu aku Art. Aduh….ini manusia tak ingin salah mau cari zona aman saja. Ingat jangan main blok okey. Graz dengar dulu aku mau call saja capek. Art lalu call dan ingin jelaskan pada Graz jika ia boleh chat kecuali jam free.

Ketika Art call Graz langsung menjawab I miss You Dear. Graz aku tidak bertanya kamu merindukan aku atau tidak, aku mau jelaskan sembuhkan penyakit kamu? Lho emang kamu kira aku sakit? Ya kamu sakit dan aku takut penyakit kamu makin kronik Graz. Hahahah Art itu hanya Tips kamu mencari kesalahan aku agar aku jenuh dan tidak kabari kamu kan? Bukan Graz kamu orang baik hanya aku takut penyakitmu bertambah kronik, dan justru kamu adalah sahabat terbaik aku makanya aku peduli dan perhatian juga ke kamu seperti apa yang telah kamu lakukan ke Aku Graz. Jika demikian tolong kasih tahu apa penyakitku yang kamu katakan jika akan kronik. Kamu sakit, karena tertular virus internet. Aku tidak suka manusia yang tak menghargai jam-jam kerja. Lho maksudnya kamu apa Art tanya Graz.

Begini kamu harus janji kalau jam kerja tidak boleh chat lagi ke aku apalagi call jika tidak aku akan akhiri hubungan persahabatan kita. Okey baik Art aku kira kau akan menebak jika aku sudah tertular virus Covid-19 makanya aku merasa begitu takut Art. Mulai sekarang aku janji terhadap dear cantik, apabila jam kerja aku tidak akan chat atau call tapi kalau aku kerinduan hadir maka aku akan video call apabila tidak jawab maka aku akan ke kantor, bos Art. Gila main ancam segala, emang tidak kapok ya aku peduli sama kamu kayak anak kecil yang harus terus aku kontrol, padahal kamu harus tunduk pada aturan kerja kamu Graz. Benar dear cantik jawab Graz.

Terus berkomunikasi seperti itu. Saling peduli satu sama lain, saling menegur satu sama lain adalah niat aku, aku bangga bisa kenal dia. Meskipun awalnya aku bentak, marah bahkan main blok tapi ia benar-benar nekad dan akhirnya hubungan persahabatan kami sudah makin akrab. Graz merupakan pria pertama yang aku kenal senekad ini. Aku suka caranya memperjuangi sebuah hubungan. Aku bingung kok kami lupa saling bertanya status. Keesokan harinya ketika di momen pagi Graz chat, selamat pagi dear cantik sudah bangung ia ? Yaap jawab aku karena masih jam pukul 05:00 pagi. Oh ya Graz aku mohon maaf ya tapi jangan tersinggung karena aku mau bertanya, kataku. Hmmm mau bertanya tentang apa ?

Selama kita jadi sahabat lewat jaringan internet aku lupa bertanya status pribadi kamu Graz. Oh jadi kamu ingin kenal atau mau tahu saja status aku. Art apa hubunganya status aku dengan hubungan kita Graz tersinggung lagi. Ada hubungannya karena kamu lebih banyak gunakan waktu untuk berkomunikasi dengan aku ujar aku pada Graz. Okey aku jawab sekarang, aku sudah memiliki istri dan dua anak Art, jawab Graz. Baiklah jawaban kamu sudah cukup, terima kasih. Art jika kamu berani bertanya maka tolong jawab dengan jujur kamu juga sudah berkeluargakan? Ya tentu Graz mana ada orang secantik aku yang akan jadi perawan tua Graz hahaahahah aku terawa.

Aku memiliki suami juga anak makanya aku bilang jangan terus chat sama aku Graz. Ah sudah terlambat larangan kamu, kalau ibarat sesorang ingin makan buah yang dia suka terus ia sudah berjuang memanjat pohon dan hendak memetik baru kita ajak turun apakah dia akan turun atau terus berjuang hingga dapat buahnya? Coba jawab. Hmmmm capekkan kalau memanjat pohon pasti dia memilih buah yang sudah dekat dari pada ia memilih turun dengan tangan kosong ujarku..Hahaha itu juga yang sedang terjadi pada aku ketika kita menjaling hubungan, pungkas Graz. Dasar keras kepala capek berkomunikasi dengan kamu Graz tidak mau kala cari zona aman saja. Tidak Art hanya kamu yang tidak paham arti sesungguhnya pada hubungan yang kita bina ini Art, ujar Graz.

Aku mau katakan sesuatu sama kamu Art sebelum aku tertular oleh Virus Covid-19. Hmmm mau katakan apa? Aku suka sama kamu, rindu kalau tidak berkomunikasi sama kamu Art meski hanya semenit. Okey karena kamu suka sama istri orang aku doakan ya moga kamu tertular virus Covid-19 biar mampus, ujarku. Curang Art, kok kamu berkata demikian, terus aku benaran tertular virus Covid-19 gimana kamu juga yang bakalan merasa kehilangan Art. Tidak aku justru bebas. Kamu tahu kenapa?

Semua karena caramu mendekati aku justru melebihi cara dia yang sedang ada di samping aku. Bergurau atau bercanda semenit saja tidak sama aku maupun anak-anak. Pulang kerja kayak kamu tidak peduli sama istri dan anak terus chat berjam-jam sampai aku tidak ada mood melihat karakternya. Ya siapa tahu Tuhan mau gantikan poisisinya dengan kehadiran aku, kamu tahu bini aku kalau aku pulang kerja tiap hari melihat dia bingo terus kayak tidak ada pekerjaan di rumah. Hahahah kok jadi curhat ya Graz. Kamu kenapa tertawa Art kan itu kenyataannya Art, apa salahnya kita berbagi, ujar Graz.

Karya Dev Seixas ²⁵

(Visited 29 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Devinarti Seixas

Penulis dan Pendiri KPKers Timor Leste, dengan mottonya: "Kebijaksanaan bukan untuk mencari kehidupan melainkan untuk memberi kehidupan dan menghidupkan". Telah menyumbangkan lebih dari 100 tulisan berupa; berita, cerpen, novel, puisi dan artikel ke BN sejak 2021 hingga sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.