Walau pandemi COVID-19 membuat iklim akademik di kampus terganggu, bahkan nyaris lumpuh, tetapi kerja intelektual dan kerja literasi tidak boleh berhenti. Tatkala kerja literasi terhenti, tertundalah putaran peradaban. Paling tidak, itulah yang dicontohkan kedua penulis buku ini. Walaupun gelombang pandemi melanda, mesin produktivitas keduanya tidak pernah berhenti dalam melahirkan karya-karya buku berkualitas.

Ketika seorang motivator andal Bung RIM menemukan “mutiara yang terpendam”, maka ia mengulurkan genggaman tangannya. “Jangan hanya di belakang layar saja. Ayo, muncul ke permukaan bersamaku.” Seketika itu juga potensi besar seorang weird genius Kuspriyanto menyeruak. Mereka berdua tampil menjadi duet maut penulis.

Buku “Sumpah Pena” ini adalah bukti konsistensinya. Paduan yang sempurna antara motivasi dan teknik jitu menulis. Sumpah Pena yang Bung RIM angkat di bab pertama langsung menguatkan pesan-pesan motivasi bahwa menulis adalah amanah Tuhan pada peradaban manusia.

Disambung dengan rangkaian teknik-teknik jitu how-to writing ala arsitek Bengkel Narasi, dipastikan Anda akan segera menghasilkan banyak tulisan setelah selesai membaca buku ini. Bahkan, naskah buku Anda nanti akan beresonansi dengan karya-karya para pegiat literasi menulis lainnya di mana pun berada.

Demi pena, sesungguhnya buku ini menjadi jembatan literasi lintas generasi. Dari generasi X yang harus puas dengan mesin tik dan tinta mesin cetak offset, generasi Y yang beruntung mulai mengenal floppy disc dan koneksi internet, hingga generasi Z yang sejak lahir sudah diabadikan dengan teknologi informasi dan tumbuh bersama gawai yang super canggih. Apapun generasinya, pada dasarnya menulis tetap sama, yang berbeda hanya perangkat dan teknologinya.

Demi pena, sesungguhnya buku ini adalah pintu gerbang dunia keabadian literasi. Selamat membaca dan mempraktikkannya!

Prof. Dr. Alfitri, M.Si., Guru Besar FISIP Universitas Sriwijaya

Di antara manusia terdapat orang-orang “istimewa” yang membuat banyak kepala tunduk hormat menyambut kedatangannya, banyak hati bersimpati padanya, dan banyak  jiwa memujanya. Mereka adalah orang-orang yang banyak dicintai dan dibicarakan karena kedermawanannya, kejujurannya, kebersahajaannya, keramahannya, kesederhana-annya, kebajikannya, dan kerendahan hatinya dalam memaknai hidup dan kehidupan. Mereka itulah orang-orang yang selalu berada dalam kedamaian dan orang-orang yang berada di sekitarnya akan merasa aliran damai dalam jiwanya.

Kedamaian hati dan ketenangan jiwa inilah yang kami rasakan saat menjalin silaturahmi dengan orang-orang istimewa yang rendah hati tetapi tinggi ilmu dan kebajikannya. Merekalah yang selalu membiaskan pemikiran-pemikiran jernihnya dan ide-ide kreatifnya merangsang kecerdasan penulis untuk terus melahirkan karya-karya buku. Karena itu, secara khusus kami persembahkan ucapan terima kasih kepada orang-orang yang selalu mengispirasi penulis sebagai berikut.

  • Prof. Dr. Lili Romli, M.Si., Profesor Riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang selalu memotivasi untuk melahirkan karya-karya buku berkualitas;
  • Prof. Dr. Alfitri, M.Si., Guru Besar FISIP Universitas Sriwijaya Palembang yang bersedia memberi kata pengantar buku ini. Keiikhlasannya berbagi ilmu membuat semangat literasi kami terus menyala dalam melahirkan karya nyata;
  • Bapak H. Bagus Santoso, M.P., Wakil Bupati Bengkalis yang selalu ikhlas berbagi dalam menghidupkan gerakan literasi “Kado Buku untuk Sahabat” yang digagas Sipil Institute dan Elfatih Media Insani;
  • Bapak Dr. H. Tammasse Balla, M.Hum., akademisi Universitas Hasanuddin Makassar yang selama satu dasawarsa terakhir selalu menjadi teman dialog bagaimana berjuang di dunia literasi;
  • Mentor menulis Dr. Ridwan Sinasa, M.Si. (akademisi Universitas Gunadarma Depok) dan Dr. Sudirman, S.Pd., M.Si. (akademisi Universitas Perjuangan Indonesia Makassar) atas dedikasinya di Komunitas Bengkel Narasi yang tidak diragukan lagi;
  • Kepada sahabat-sahabat sejati Komunitas Bengkel Narasi: Bapak Sumardi, S.E., Ak., M.Si., CA. (KASN RI), Bapak Suharman Musa, S.S., M.I.M. (Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan), Dinda Tarno, S.Sos., M.Si. (Pemerintah Kota Pekanbaru), Dinda Andi Akbar Herman, S.H., M.H., Bapak Syaifuddin Gani (Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara), Dinda Andrian Nur Prabawa, S.E., Dinda Eman Hermawan, Bunda Dra. Islamiati, M.Si., Bunda Rosmawati, Bunda Gusnawati, Bunda Abby Onety, Bunda Hidaya Mushlihah, Bunda Mulyati, Bunda Besse Rismawati, Bunda Intan Diana, Bunda Rina Komariah, Bunda Rita Nurlita dan seluruh anggota Komunitas Bengkel Narasi. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah Swt dalam menjalani amanah sebagai khalifah di muka bumi. Semoga hubungan silaturahmi yang sudah terbina dengan baik di Bengkel Narasi akan selalu menambah tabungan ilmu kita;
  • Bapak Adrinal Tanjung, founder gerakan Satu Birokrat Satu Buku (SABISABU);
  • Bapak Junaidi Gafar (IKAPI);
  • Semua rekan dan sahabat yang tidak bisa kami sebutkan satu-persatu.

Terima kasih atas apresiasi dan sumbangsihnya selama ini. Tidak ada yang bisa diuraikan lagi selain mengutip kalimat bijak Dr. Aidh al-Qarni tentang QS. Al-Qamar: 35, “Sampaikan kabar gembira kepada mereka bahwa balasan Allah Swt atas keteduhan, ketentraman, dan kedamaian mereka akan di segerakan. Sampaikan pula sebuah kabar gembira kepada mereka bahwa mereka juga akan mendapatkan balasan besar di akhirat berupa surga-surga dan sungai-sungai yang indah di sisi Rabb mereka kelak. Yakni di tempat yang disenangi di sisi Rabb Yang Berkuasa.”

Depok–Cimahi, Juni 2021

Tim Penulis

(Visited 57 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Abah Iyan

Sosiopreneur, Writerpreneur & Book Publisher

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.