Santo Antonius dari Padua, yang juga dikenal sebagai Santo Antonius dari Lisbon, lahir di Lisbon, Portugal, pada tahun 1195, dan meninggal di Padua, Italia, pada tahun 1231. Ia adalah salah satu santo paling populer di Gereja Katolik, yang dihormati sebagai pengkhotbah, teolog, dan pekerja mukjizat.
Masa Kecil dan Remaja:
Lahir dengan nama Fernando de Bulhões, dari keluarga bangsawan, ia bergabung dengan Ordo Kanon Reguler Santo Agustinus di Lisbon. Kemudian, didorong oleh keinginan untuk menjadi martir, ia bergabung dengan Ordo Fransiskan, dengan menggunakan nama Antonius. Ia ditahbiskan sebagai imam pada tahun 1220.
Kehidupan dan Misi Religius:
Pada tahun 1222, di Forlì, ia menunjukkan keterampilan berpidato dan pengetahuan Alkitabnya, mengawali kariernya sebagai seorang pengkhotbah. Ia menjadi salah satu pengkhotbah paling terkenal dari ordo Fransiskan, yang dikenal karena khotbah-khotbahnya yang mendalam dan penuh semangat. Ia melakukan perjalanan ke berbagai wilayah di Italia dan Prancis, berkhotbah menentang riba dan membela kaum miskin. Ia tiba di Padua sekitar tahun 1229, tempat ia berkhotbah selama periode yang sangat berpengaruh.
Kematian dan Kanonisasi:
Ia meninggal di Padua pada tanggal 13 Juni 1231, pada usia 36 tahun. Ia dikanonisasi oleh Paus Gregorius IX pada tanggal 30 Mei 1232, kurang dari setahun setelah kematiannya. Pada tahun 1946, Paus Pius XII menyatakannya sebagai “Doktor Gereja”, dengan gelar “Doktor Evangelikus” (Doktor Evangelis).
Warisan dan Pengabdian:
Santo Antonius dikenal karena pengabdiannya kepada orang miskin dan khotbahnya tentang amal. Ia dianggap sebagai salah satu orang kudus yang paling populer dan penuh mukjizat, dengan banyak kisah tentang rahmat yang diperoleh melalui perantaraannya. Ia dikenal sebagai “orang kudus pencari jodoh” dan juga sebagai orang kudus pelindung orang miskin, pelancong, dan tukang roti.
Fakta menarik:
Lidahnya tetap utuh setelah kematiannya dan dihormati hingga hari ini. Penggalian jenazahnya pada tahun 1981 mengungkapkan bahwa ia meninggal pada usia 40 tahun, dan bukan pada usia 35 tahun, seperti yang diyakini.

Santo Pelindung dan Hari Rayanya di Muncipio Lautém
Di Muncipio Lautém, mengambil nama Santo Antonius ini menjadi pelindung di 4 tempat yakni: Kepolisian PNTL (Policia Nacional de Timor Leste), Desa Home, Aldeia Titilari dan Aldeia Kuluhun. Hari rayanya dirayakan setiap tanggal 13 juni, di seantero dunia, dimana Ia dikenal sebagai santo tukang mukjizat, pada apa saja yang dimintanya oleh orang-orang yang memintanya. Misalnya pada saat barang kita hilang, kita dapat berdevosi kepadanya supaya barang kita dikembalikan. Pada pasangan yang tak punya keturunan juga kalau memohon padanya akan mendapat anak.
Pada tanggal 13 juni dirayakan di Aldeia Kuluhun Lospalos ini, sangat meriah, karena mereka memakai nama santo ini sebagai pelindung mereka sejak masa pendudukan Indonesia selama 24 tahun. Guna melindungi mereka dari segala ancaman dan marabahaya yang membahayakan nyawa mereka. Maka di aldeia Kuluhun/Natura Lospalos ini dirayakan sangat meriah. Dimana daerah ini, sebagai tempat konflik sejak Timor Leste mendapat kemerdekaannya.
Maka aktivitas di aldeia ini, diadakan selama sebulan, dengan perarakan patung Sto.Antonius ke bairo-bairo mereka seperti (Luro, Luturo, Lokematan, Pemancar, Natura) dan mendapat antusias dari masyarakat setempat, karena mendapat mukjizat dari aktivitas ini, dimana antara bairo-bairo ini yang sebelumnya bermusuhan menjadi berdamai kembali berkat kehadiran patung Sto.Antonius yang mengunjungi mereka.

Dari hasil mukjizat ini, mereka mengadakan beraneka ragam aktivitas olahraga seperti, sepak bola antar bairo yang bertikai, boxing, tarik tambanng, aktivitas certame,lomba pidato, lomba kelereng. Dan mereka yang juara mendapat hasilnya pada hari rayanya tanggal 13 juni, seusai missa di kapel Sto.Antonius Kuluhun Lospalos, yang dipimpin oleh pastor Paroki S.Paulo Lospalos, Romo Venancio Fátima Freitas, SDB.
Dalam khotbahnya, Romo Venancio menceritakan kembali aktivitas evanjelisasi sto.Antonius, dimana Ia sangat aktif mewartakan injil pada orang-orang yang belum mengenal Tuhan Yesus. Tetapi suatu hari Ia tidak mendapat orang-orang untuk mewartakannya, maka ia mewartakannya pada ikan di laut dan mereka semua riang gembira mendengarnya.
Pada Aldeia yang mendapat rahmat dan mukjizat dari Sto.Antonius, menjadi aldeia damai dan percontohan bagi bairo dan aldeia lainnya untuk mengikuti jejak mereka. Sebagai insan dan pemuda harus berkontribusi pada kedamaian Negara ini supaya pemerintah dapat membangun daerah kita. Jangan hanya mengikuti arte marsiaias (pencak silat) saja lalu menyerang satu sama lainnya, itu tidak membawa kedamaian, melainkan malapetaka dan kematian bagi kita, ungkap lider komunitas.
Setelah selesai misa, pembagian hadiah, dilanjutkan dengan santap makan malam bersama di aula Polo Natura dan tebe-tebe dansa sampai pagi.
Sumber: google dan aktivitas dari Lautem/Lospalos
***************************
Versão Português
Conhecendo Santo António de Pádua ou de Lisboa
Santo António de Pádua, também conhecido como Santo António de Lisboa, nasceu em Lisboa, Portugal, em 1195, e morreu em Pádua, Itália, em 1231. É um dos santos mais populares da Igreja Católica, venerado como pregador, teólogo e taumaturgo.
Infância e Juventude:
Nascido Fernando de Bulhões, de família nobre, ingressou na Ordem dos Cônegos Regulares de Santo Agostinho em Lisboa. Posteriormente, movido pelo desejo de martírio, ingressou na Ordem Franciscana, adotando o nome de Antônio. Foi ordenado sacerdote em 1220.
Vida Religiosa e Missão:
Em 1222, em Forlì, revelou suas habilidades de oratória e conhecimento bíblico, iniciando sua carreira como pregador. Tornou-se um dos pregadores mais famosos da ordem franciscana, conhecido por seus sermões profundos e apaixonados. Viajou por diversas regiões da Itália e França, pregando contra a usura e defendendo os pobres. Chegou a Pádua por volta de 1229, onde pregou durante um período de grande influência.
Morte e Canonização:
Faleceu em Pádua em 13 de junho de 1231, aos 36 anos. Foi canonizado pelo Papa Gregório IX em 30 de maio de 1232, menos de um ano após sua morte. Em 1946, o Papa Pio XII o proclamou “Doutor da Igreja”, com o título de “Doctor Evangelicus” (Doutor Evangélico).
Legado e Devoção:
Santo Antônio é conhecido por sua devoção aos pobres e por sua pregação sobre a caridade. É considerado um dos santos mais populares e milagrosos, com inúmeras histórias de graças alcançadas por sua intercessão. É conhecido popularmente como o “santo casamenteiro” e também como padroeiro dos pobres, viajantes e padeiros.
Curiosidades:
Sua língua permaneceu incorrupta após sua morte e é venerada até hoje. A exumação de seus restos mortais em 1981 revelou que ele faleceu aos 40 anos, e não aos 35, como se acreditava.

Santo Padroeiro e Sua Festa no Municipio de Lautém
No Município de Lautém, sob o nome de Santo Antônio, ele é o padroeiro de quatro localidades, como: na Quartel Polícia Nacional de Timor-Leste (PNTL), no suco de Home, na Aldeia de Titilari e na Aldeia de Kuluhun. Sua festa é celebrada cada dia 13 de junho, em todo o mundo, onde é conhecido como o santo milagroso, em qualquer coisa o que pede a quem lhe pede. Por exemplo, quando perdemos nossos pertences, podemos nos dedicar a ele para que eles sejam devolvidos. Casais que não têm filhos, se implorarem, terão filhos.
Dia 13 de junho é comemorado na Aldeia de Kuluhun Lospalos, um dia muito animado, pois eles usam o nome deste santo como padroeiro desde a ocupação indonésia durante 24 anos. A fim de protegê-los de todas as ameaças e perigos que colocam suas vidas em perigo. Assim, na Aldeia Kuluhun/Natura Lospalos, é comemorado com muita animação. Esta área é um local de conflito desde que Timor Leste conquistou sua independência.
Assim, esta atividade na Aldeia foi realizada durante um mês, com a procissão da estátua de Santo Antônio aos seus bairos, como (Luro, Luturo, Lokematan, Pemancar, Natura), e recebeu entusiasmo da comunidade local, pois receberam um milagre desta atividade, onde estes bairos, que dantes hostis, se reconciliaram novamente graças à presença da estátua de Santo Antônio a visita-los.
A partir dos resultados desse milagre, realizaram-se diversas atividades desportivas, como futebol entre guerreiros, boxe, cabo de guerra, certames, discurso publico e brinquedos bolinhas de gude (berlindes). Os vencedores receberam seus resultados no dia da festa, 13 de junho, após a missa na capela de Santo Antônio de Kuluhun Lospalos, dirigido pelo pároco de São Paulo Lospalos, Padre Venâncio Fátima Freitas, SDB.

Na sua homilia, o Padre Venâncio relatou as atividades de evangelização de Santo Antônio, onde ele era muito ativo na pregação do Evangelho para as pessoas que ainda não conheciam o Senhor Jesus Cristo. Mas, um dia, não encontrando ninguém a quem pregar, pregou-o aos peixes do mar, e todos ficaram felizes em ouvi-lo.
Na Aldeia, que recebeu graças e milagres de Santo Antônio, tornou-se uma aldeia pacífica e um exemplar para os outros bairros e aldeias seguirem seus passos. Como seres humanos e jovens, devemos contribuir para a paz deste país para que o governo possa desenvolver nossa região. Não sigam apenas a arte marciaias e depois ataquem uns aos outros, isso não nos traz a paz, mas sim desastre e morte, disse o líder comunitário.
Após a missa, houve distribuição de prêmios, seguido de jantar confraternização na salão do Polo Natura e danças até de manhã.
Fonte: google e as atividades no Municipio de Lautem/Lospalos
Pelo prof.EdoSantos’25
