Oleh: Muhammad Sadar*

Segenap predikat keunggulan komparatif wilayah melekat kepada indikasi geografis Indonesia. Dengan letaknya yang sangat strategis di dunia menciptakan nusantara sebagai negara kepulauan dan maritim terluas. Lintasan garis khatulistiwa antara bujur timur dan barat yang melewatinya, membuat negeri ini menjadi domestik tropis dalam periode basah dan kering setiap tahun. Melalui bentukan ring of fire yang mengkonstruksikan barisan pegunungan berapi dengan tumpahan lava dan batuan vulkanik secara berkala yang menghasilkan tanah-tanah pertanian menjadi subur sebagai media tumbuh dan berkembangnya beragam jenis tanaman tropis sehingga baldatun ini didaulat negara agraris.

Sebagaimana khittahnya, iklim tropis di Indonesia akibat pengaruh monsoon dari dua daratan besar dan duet lautan luas yang melingkupi negeri ini. Kawasan geografis dunia tersebut yang mendesain terbentuknya zona musim berkala yang membawa keadaan pada masa kering dan basah. Periode hujan yang normal atau dibawah normal dan diatas normal atau debit air yang melebihi kapasitas lapang disebut La Nina, begitupun juga sebaliknya jika periode kemarau melanda dengan status kekeringan ekstrim maka signal ini digelari El Nino. Kondisi tersebut masing-masing memberi dampak terhadap pertumbuhan tanaman manakala ekses kekeringan melanda atau efek kebanjiran yang menghanyutkan, maka menimbulkan kejadian puso yang merugikan dan mengerikan.

Tantangan indikasi keragaman geografis Indonesia akan dikelola secara bijaksana dengan berdasarkan pendekatan sciencetific terpadu. Khusus teknologi rekayasa pertanian yang mengedepankan potensi sumberdaya antara SDM, lahan dan air, sarana produksi maupun climate, dukungan regulasi, dan kebijakan pemerintah merupakan kombinasi apik untuk kemajuan bangsa. Arah dan program utama pembangunan pertanian dewasa ini adalah tercapainya aras ketahanan, kemandirian dan kedaulatan pangan nasional melalui berbagai tahapan, harmonisasi dan implementasi kegiatan.

Kebijakan umum pembangunan pertanian utamanya pada subsektor tanaman pangan adalah meliputi empat SI yakni (intensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi dan hilirisasi) serta perluasan areal tanam dan panen dalam berbagai instrumen kegiatan untuk penumbuhan, percepatan maupun akselerasi gerakan penanaman padi di berbagai wilayah potensial. Paradigma dan sasaran tanam setiap daerah secara nasional telah menjadi wajib dipenuhi tanpa memandang lagi petunjuk musim atau pola tanam yang selama ini sebagai rujukan tradisional. Tuntutan target luas tambah tanam atau LTT setiap hari dalam sepekan, sebulan bahkan setahun harus real time dalam sistem updating pelaporan.

Refleksi atas target tanam padi nasional seluas 17.005.187 hektare dalam setahun dijabarkan hingga ke tingkat provinsi dan kabupaten/kota secara komprehensif. Kabupaten Barru dengan luas baku sawah 16.144 hektar dengan sasaran tanam setiap tahun seluas 31.086 hektare akan berupaya untuk menjalaninya. Angka proyeksi tersebut akan dibreakdown hingga ke tingkat kecamatan dan desa/kelurahan dengan variasi luasan potensi yang berbeda. Substansi atas target tanam nasional ini akan membawa kepada pemikiran etos kesanggupan atau ketidakmampuan, keraguan dan ketidakpercayaan bahkan sikap apatis atau kemustahilan atas tercapainya sasaran tanam tersebut.

Setelah melewatkan eksisting musim tanam pertama tahun 2024/2025 seluas 16.096,5 hektare serta musim tanam kedua tahun 2025 seluas 9.989,8 hektare, kini Kabupaten Barru menggebrak keheningan off season dengan pertanda kemarau yang terkadang diselingi bukaan kran curah hujan dari langit secara insidentil atau implikasi tiupan angin monsoon timur yang mengirim awan hujan dengan target tanam nasional bulan Agustus 2025 seluas 2.100 hektare agar bisa dicapai. Logika pengalaman dry season dan kerja-kerja para petani selama ini yang terjadi adalah sikap skeptisme atas target tersebut, apa mampu untuk direalisasikan?

Namun protokol yang dilakukan saat ini adalah mengaktivasi prosedur penerapan musim tanam ketiga melalui sasaran kegiatan optimasi lahan tahun 2025 seluas 1.953 hektare ditambah dengan lokus optimasi lahan tahun 2024 serta relawan pertanaman padi reguler MT. III seluas 340 hektare terhadap lokasi petani yang memiliki potensi perluasan areal tanam pada sawah-sawah tadah hujan berpompanisasi serta dukungan bantuan sarana benih genjah dari pemerintah. Starting pergerakan musim tanam ketiga telah diawali dari sektor utara Kabupaten Barru dan akan terus menyusuri arah daerah ini ke bagian selatan dan timur hingga tuntas pada akhir bulan Agustus-September 2025.

Pada pengarahan rapat koordinasi LTT padi sejak 10 Juni 2025, dan 10 Juli 2025 hingga 21 Agustus 2025 di aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Barru, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian Dr. Muhammad Amin, selaku Pj. LTT Padi Kabupaten Barru menegaskan bahwa, “Pertanian menjadi salah satu sektor prioritas utama pembangunan nasional pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program swasembada pangan sebagai visi pemerintahan untuk diwujudkan dalam tempo dua hingga tiga tahun kedepan. Beberapa upaya dilakukan adalah selain penanaman padi reguler yang disebut MT. I dan MT. II, juga dilakukan pelaksanaan gerakan MT. III yang diluar kebiasaan petani atau ekstra ordinary sebagai peluang untuk menambah luas panen dan produksi. Usaha ini perlu intervensi lebih serius utamanya dalam penyediaan sarana produksi dan pengawalan para petugas pertanian. Dengan dukungan dan semangat kita semua maka penambahan luas tanam pada MT. III di Barru mampu dicapai.”

Implementasi MT. III tahun 2025 di Kabupaten Barru yang diawali penanaman perdana varietas Cakrabuana Agritan pada tanggal 16 Agustus 2025 lalu di kelompok tani Mario Marennu Kelurahan Mallawa dan dilanjutkan aksi gebyar tanam ketiga pada jenis padi yang sama, berikutnya di persawahan kelompok tani Lemoe I Desa Palakka dalam luas tanam 10,0 hektare pada tanggal 21 Agustus 2025 yang dihadiri langsung Pj. LTT Padi Kabupaten Barru. Sumber benih genjah tersebut merupakan supporting dari Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian sebanyak 10 ton sebagai bentuk dukungan untuk memperlancar penambahan luas areal tanam dan peningkatan indeks pertanaman atau IP-200 dan IP-300 dalam menggebrak MT. III 2025 di Kabupaten Barru.

Praktik musim tanam ketiga di Kabupaten Barru sebenarnya bukan hal baru, karena pada program Optimalisasi Peningkatan Indeks Pertanaman (OPIP 2022) Direktorat Jenderal Tanaman Pangan telah berhasil meluaskan pertanaman padi genjah bervarietas Inpari 13 dengan luas tanam mencapai 240 hektare. Kerjasama maupun partisipasi kelompok tani pelaksana hingga 15 unit dengan luas areal per kelompok antara 7,0 hingga 29 hektare yang tersebar dalam 11 wilayah kerja penyuluhan pertanian. Kiblat OPIP pada masa itu diletakkan pada tiga daerah irigasi potensial dan lokasi petani yang telah memperoleh kegiatan dan bangunan pengairan. Pendekatan sarana benihnya digunakan kelas benih pokok dan ditangkar kembali untuk menghasilkan benih unggul dengan jaminan harga diatas free market. OPIP tersebut terlaksana pada periode tanam bulan Agustus-September 2022 dan terpanen pada tanggal 05 Desember 2022, (tepat hari peringatan kelahiran penulis yang ke-49 tahun).

Upaya dan strategi penerapan terhadap capaian target tanam dilakukan dengan metode penambahan frekuensi tanam dari satu kali atau dua kali tanam setahun dipacu menjadi praktik tanam hingga tiga kali tanam setahun. Pelaksanaan dan peningkatan indeks pertanaman padi lebih dari dua kali setahun oleh sebagian kalangan dianggap tabu dan menyesatkan. Peralihan prilaku tanam hingga menjadi tiga kali setahun adalah merupakan tantangan inovasi terbesar dalam meyakinkan golongan tertentu bahwa IP-300 sangat memungkinkan dilakukan.

Keyakinan pelaksanaan peningkatan indeks pertanaman hingga lebih dari dua kali atau tiga kali dalam musim tanam ketiga (MT.III) tentunya telah diantisipasi oleh berbagai ketersediaan sarana pendukung kegiatan. Dukungan benih genjah saat ini telah tersedia berbagai pilihan varietas unggul dengan umur pendek pada masa tanam yang singkat serta garansi produktivitas tinggi dan anjuran lokasi tanam fleksibel. Olah tanah cepat secara mekanis disiapkan alat dan mesin traktor roda empat dalam penyelesaian lahan tanam yang alot. Sistem pengairan dilakukan melalui pengisapan air dari bawah permukaan tanah atau pompanisasi air diatas permukaan tanah.

Piranti utama dalam kelanjutan pertanaman yang bersifat ekstra ordinary atau pada masa tanam krusial yang harus disiapkan adalah air, benih genjah, pupuk serta bahan pengendali OPT dan yang lebih penting dari kesiapan tersebut adalah sikap para pelakunya berupa semangat atau nyali dalam menghadapi musim tanam ketiga. Kecenderungan sikap petani untuk bertanam padi yang ketiga kalinya apabila dukungan sarana benih genjah dan sarana lain telah tersedia di depan mata.
Hal tersebut sangat beralasan karena keterbatasan akses petani terhadap semua jenis sarana tersebut.

Selanjutnya jika dikalkulasi sasaran tanam padi nasional Kabupaten Barru dalam setahun seluas 31.086 hektare dan realisasi tanam hingga 31 Juli 2025 telah tercapai seluas 26.086,3 hektare, artinya bahwa dengan sisa masa tanam empat bulan kedepan hingga 31 Desember 2025, daerah ini butuh tambahan antara 5.000-6.000 hektare untuk mencapai target LTT nasional. Namun dengan gebyar MT. III dan sokongan benih genjah dari Pusat Pendidikan Pertanian serta Direktorat Serealia maupun kegiatan optimasi lahan dari Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, maka kita semua berharap dan optimis bisa terlaksana.

Ekosistem musim tanam ketiga-MT. III sepanjang waktu terus dihidupkan. Gebrakan dan gerakannya digelorakan berkelanjutan agar kelangsungan sistem pertanaman padi tanpa jeda musim. Semarak para pelakunya baik petani, aparat pertanian pusat dan daerah maupun pihak lain agar berkolaborasi saling menguatkan memberi dukungan moril hingga fisik sekalipun. Gebyar MT. III di seluruh pelosok negeri selayaknya didorong serta dioptimalkan semua kekuatan pendukung untuk meraih swasembada pangan nasional.

Barru, 21 Agustus 2025

*Pemerhati Varietas Padi Nasional

(Visited 79 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.