Situasi sosial dalam kehidupan manusia di lingkungan sosial baik : sekolah, pasar, kompleks perumahan dan berbagai aktivitas dalam lingkungan masyarakat kita akan menjumpai berbagai hal yang menjadi aktivitas sosial.

Prinsip hidup yang berbeda dan belum pahamnya pribadi satu dengan pribadi lainnya. Menjadikan terjadi konflik sosial yang akan membawa perseteruan dalam masyarakat. Sangsi sosial akan tertuju pada diri yang belum mengetahui pola sosial suatu lingkungan. Dari hal ini maka akan terbentuknya ketimpangan sosial seperti bulying dan perundungan. Suatu hal ini akan terjadi dimana pola sikap dan komunikasi yang belum menemukan suatu kesepakatan yang bijak.

Dari berbagai platform media komersil kita menemukan berbagai kasus perundungan ironinya sampai pada menelan korban. Tak dapat dipungkiri itu terjadi bermula dari candaan yang tak berpola atau berlebihan. Bagi pelaku itu suatu hiburan untuk memuaskan naluri bahagianya. Lalu bagaimana dengan korban yang hari-harinya mendapat pandangan negatif dari lingkungan?. Pastinya akan mendapatkan fitnah yang akan menyulitkan baginya dalam bersosialisasi. Sejatinya sebagaimana yang kita pahami dan kenali dari seorang manusia yang semestinya menjadi rujukan dalam prilaku sikap keseharian.

Dari kutipan hadits ini kita dapat memahami bahwa suatu hal yang terlampau berlebihan akan berdampak pada kesenjangan baik dalam hal tujuan candaan (hiburan) semata. estinya sangat perlu untuk memahami dan mempelajari suatu prilaku dari berbagai sumber. Terutama prinsip hidup dari tokoh-tokoh yang dapat dijadikan rujukan. Dalam sejarah dapat dipehami bagaimana mereka membangun peradaban gemilang? . Pernyataan ini mengungkap bahwa sebagai manusia telah diarahkan dan diharapkan dalam menjalani prinsip sesuai dengan aturan yang ditetapkan Allah Sang Maha Pengatur.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda, “Seorang hamba tidak akan bisa beriman dengan sempurna sehingga ia bisa meninggalkan bohong baik dalam canda maupun debat, meskipun ia benar.

Dari aturan yang telah Allah tetapkan kita tidak akan dapat bisa memahami tanpa ada perantara yang mengajarkan. Daripada itu perlu untuk dipelajari dan mangajarkan. Sehingga dijadikanlah agama menjadi wadah awal diajarkannya pola hidup dan keteraturannya yang rapi. Kemudian menjadi fokus kita dan solusi untuk tujuan dalam penyelesaian setiap ketimpangan itu pastinya melalui jalur pendidikan.

Resolusi sosial yang sehat menjadi suatu misi utama keharusan dan kesadaran setiap insan manusia untuk mencapai tujuan dengan baik dan hebat. Segi pola fikir dan sikap dalam hidup dikeseharian. Dalam pola hidup sosial untuk mencapai kesetabilan sosial maka dikenal dengan tujuan menjadi masyarakat madani.

Prinsip ahli hikmah ditemukan kesadaran itu dikenal dengan bertawakkal dan mendidik kesabaran dalam pemenuhan setiap berbagai pola dikehidupan yang dijadikan prinsip menapaki jalan hidup di dunia ini. Dari proses untuk memahami hikmah. Maka pasti dari itu kita membangun pemahaman melalui pendidikan.

Tujuan pendidikan adalah membawa manusia dapat mencapai kebahagiaan dengan berbagai kemampuan pribadi dalam realita hidup yang mereka jalani masing-masing. Istilah “Pendidikan sepanjang hayat”. Yang terinspirasi dari pola “pendidikan dari buaian sampai ke liang lahat”.

Setiap aktivitas merupakan bagian dari pendidikan dalam aktivitas keseharian. Bila kita mampu memahami maka akan menjadi suatu ilham dari hidayah yang ada di sekitar. Serta akan membawa, bagaimana menyikapi kehidupan sosial. Bagi setiap yang mampu memahami dengan baik, setiap sikap yang di dapatkan. Maka akan membawa diri seorang menjadi bijaksana dan lebih mudah untuk membangun kebahagiaan dan kemanfaatan. Mampu menyikapi setiap fenomena yang terjadi dalam hidup keseharian. Bullying bukanlah fenomena biasa. Ia adalah tanda kerusakan sosial yang harus dihentikan dengan pendekatan menyeluruh.

Dengan memahami syariah Islam yang menawarkan solusi dari akar masalah: memperbaiki keluarga, membangun pendidikan yang berakhlak, serta menghadirkan negara yang benar-benar melindungi rakyatnya. Kita dapat menciptakan generasi yang kuat, berakhlak mulia dan terbebas dari kekerasan.Sebagaimana Allah SWT berfirman:إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَSesungguhnya kaum Mukmin itu bersaudara. Karena itu damaikanlah saudara-saudara kalian itu dan bertakwalah kalian kepada Allah agar kalian diberi rahmat. (TQS al-Hujurat [49]: 10). Allahu A’lam.

(Visited 12 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Syair Assituju

Syair wija sabbangparuna wajo. Terlahir di generasi milenial. Menjadi generasi yang berada dimasa transisi tradisional ke digitalisasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.