Argentina resmi melangkah ke partai final Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan perlawanan Inggris dengan skor dramatis 2-1 dalam laga semifinal di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, pada Kamis, 16 Juli 2026 dini hari WIB. Kemenangan ini memastikan sang juara bertahan akan menantang Spanyol dalam duel prestisius di MetLife Stadium, New Jersey, pada Minggu malam waktu setempat atau Senin 20 Juli 2026 dini hari WIB.

Hasil ini sekaligus menjaga asa Lionel Messi dan rekan-rekannya untuk mengukir sejarah sebagai negara pertama yang berhasil mempertahankan gelar juara dunia secara berturut-turut sejak era Brasil pada 1958-1962. Sebaliknya, bagi Inggris, kekalahan ini menjadi akhir yang pedih dari mimpi mereka untuk menembus final pertama sejak 1966.

Laga semifinal antara Argentina dan Inggris berjalan dengan tensi tinggi. Inggris sempat mendominasi melalui gol Anthony Gordon pada menit ke-55 yang membuat publik stadion bergemuruh. Sepanjang babak kedua, pertahanan Inggris yang dikawal ketat mampu meredam setiap gelombang serangan La Albiceleste.

Namun, mental juara Argentina berbicara di fase krusial. Lionel Messi, yang menjadi motor serangan, memberikan assist krusial yang berhasil dikonversi menjadi gol penyama kedudukan oleh Enzo Fernandez pada menit ke-85. Tak berhenti di situ, Argentina terus menekan hingga akhirnya Lautaro Martinez muncul sebagai pahlawan lewat sundulan mematikan pada menit ke-92, membalikkan keadaan menjadi 2-1 sekaligus memupus harapan Inggris.

Jalan Terjal Menuju Final

Perjalanan Argentina mencapai final 2026 bukanlah jalur narasi yang melahirkan sinisme dengan menyebutnya “dibantu wasit” bahkan dikatakan sebagai “anak FIFA”.

Di fase grup (Grup J), mereka tampil dominan dengan menyapu bersih kemenangan atas Aljazair (3-0), Austria (2-0), dan Yordania (3-1). Dalam rangkaian laga tersebut, Messi tampil fenomenal dengan memecahkan rekor gol sepanjang masa di Piala Dunia yang sebelumnya dipegang oleh Miroslav Klose.

Memasuki fase gugur, drama selalu mengikuti langkah mereka (Argentina). Pada babak 32 besar melawan Cabo Verde, Argentina dipaksa bermain hingga babak tambahan waktu sebelum menang 3-2. Ketegangan berlanjut saat menghadapi Mesir di babak 16 besar, Argentina sempat tertinggal dua gol sebelum akhirnya membalas dan menang 3-2 berkat gol penentu Enzo Fernandez di masa injury time.

Di babak perempat final, ketangguhan Argentina kembali diuji saat melawan Swiss. Setelah melalui perpanjangan waktu, mereka menang 3-1 berkat kolaborasi apik dari Alexis Mac Allister, Julian Alvarez, dan Lautaro Martinez. Setiap kemenangan ini mempertebal narasi ketangguhan mental skuad asuhan Lionel Scaloni yang terus menunjukkan determinasi di tengah tekanan luar biasa.

Di sisi lain, lawan Argentina di final nanti, Spanyol, melaju dengan catatan yang tidak kalah impresif. Skuad asuhan Luis de la Fuente menunjukkan efisiensi permainan yang luar biasa. Setelah lolos dari fase grup, mereka secara beruntun menumbangkan Austria (3-0), Portugal (1-0), Belgia (2-1), dan terakhir Prancis (2-0).

Catatan paling mencolok dari Spanyol adalah kedisiplinan lini pertahanan mereka. Hingga menembus partai puncak, Spanyol hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Hal ini menciptakan kontras yang sangat menarik bagi penonton. Argentina hadir sebagai tim tersubur dengan total 19 gol, sementara Spanyol adalah benteng pertahanan yang hampir mustahil ditembus.

Final Ideal Adu Filosofi dan Sejarah

Final Piala Dunia 2026 akan mencatat sejarah baru. Laga antara Spanyol dan Argentina akan menjadi final Piala Dunia pertama dalam sejarah yang mempertemukan juara bertahan Piala Eropa (UEFA Euro) dengan juara bertahan Copa América (CONMEBOL).

Duel ini bukan hanya memperebutkan trofi paling bergengsi di sepakbola dunia, tetapi juga menjadi bentrokan dua penguasa benua yang sama-sama datang ke final dengan status sebagai juara bertahan di kawasan masing-masing. Pertandingan final di New York New Jersey Stadium nanti diprediksi akan menjadi salah satu laga paling bersejarah.

Selain mempertemukan dua juara kontinental (Amerika Selatan dan Eropa), laga ini merupakan pertemuan antara dua gaya bermain yang kontras. Argentina yang ofensif dan ketergantungan pada magis Messi, berhadapan dengan organisasi permainan kolektif Spanyol yang sangat disiplin.

Bagi Argentina, ini adalah kesempatan untuk mengukuhkan diri sebagai dinasti sepak bola modern. Bagi Spanyol, ini adalah peluang emas untuk meraih gelar dunia kedua mereka setelah sukses di Afrika Selatan pada 2010.

Sementara itu, Inggris yang harus menelan kekecewaan di semifinal, kini akan mengalihkan fokus untuk menjalani laga perebutan tempat ketiga melawan Prancis di Miami. Meski pertandingan ini sering dianggap sebagai partai yang tidak diinginkan oleh kedua tim, baik Inggris maupun Prancis dipastikan tetap akan berupaya memberikan hiburan terakhir bagi para pendukungnya sebelum gelaran Piala Dunia 2026 resmi ditutup.

Dunia sepak bola kini tertuju pada laga hari Senin mendatang. Apakah Messi akan menutup karier internasionalnya dengan mempertahankan mahkota juara dunia, ataukah “La Roja” Spanyol akan merusak pesta tersebut dengan pertahanan baja mereka? Jawabannya akan tersaji di lapangan hijau New Jersey.

(Visited 2 times, 2 visits today)
Avatar photo

By Subhan Riyadi

Bukan siapa-siapa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.