Pekan Olahraga Provinsi (Porpov) adalah pesta olahraga empat tahunan di level Provinsi se-Indonesia, di mana kabupaten dan kota bergiliran sebagai tuan rumah. Ada yang melaksanakan sendiri, ada pula yang kerja sama kabupaten dan kota lain. Di Kalimantan Timur, Porprov VIII berlangsung tahun 2026, tepatnya 14-27 November 2026, di Kabupaten Paser.
Momen sebagai tuan rumah ini adalah peristiwa sejarah yang terjadi hampir hanya satu kali seumur hidup. Karena saat ini jumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur adalah 10, dan matematika hampir tidak pernah berbohong, maka setelah ini giliran Paser menjadi tuan rumah lagi pada tahun 2066 atau 40 tahun dari sekarang. Ini rentang satu generasi.
Artinya, seorang panitia teknis Porprov tingkat kabupaten dan kota Kalimantan Timur kemungkinan besar hanya akan terlibat dalam kegiatan ini sekali seumur hidup. Ini pastinya berbeda dengan panitia penyelenggara dari Pemerintah Provinsi, khususnya instansi yang menangani olahraga. Mereka bisa merasakan atmosfir ini beberapa kali, dengan catatan dia tidak pindah instansi atau mutasi.
Panitia Besar Porprov Targetkan Catur Sukses
Mengingat ini termasuk dalam kejadian yang langka, maka Panitia Besar (PB) Porprov VIII Kalimantan Timur bertekad untuk tampil luar biasa dan all out mengukir sejarah menciptakan peradaban. PB serius menyebut bahwa event ini tidak boleh sekadar lewat begitu saja.
Keseriusan ini tergambar jelas melalui penunjukan personil PB Porprov VIII Kalimantan Timur. Tiga pejabat tertinggi di lembaga ekseutif Kabupaten Paser saat ini mengambil peran sebagai motor utama penggerak keberhasilan kegiatan.
Duduk sebagai Ketua Umum, Bupati Paser dr Fahmi Fadli. Sementara Wakil Bupati Paser H Ikhwan Antasari SSos memperkuat langkah strategis ini sebagai Wakil Ketua Umum, dan Sekretaris Daerah Drs Katsul Wijaya MSi mendapat amanah sebagai Ketua Harian. Kehadiran ketiganya pada PB Porprov VIII ini mendapat restu dan legitimasi melalui Surat Keputusan KONI Kalimantan Timur Nomor 068 Tahun 2023.
Nah sebagai Ketua Umum PB, Bupati Fahmi dalam berbagai kesempatan sejak 2023 selalu menyampaikan tekad untuk mewujudkan “catur sukses”. Yaitu sukses tuan rumah atau penyelenggaraan, prestasi yang membanggakan, peningkatan kesejahteraan ekonomi, hingga administrasi yang akuntabel. Selain itu Porprov VIII 2026 Kaltim harus bisa mendongkrak visi olahraga Paser, yaitu Sport Tourism.
Tekad ini tidak surut meskipun Kabupaten Paser tahun ini diterpa badai efisiensi anggaran. Sebagai catatan bahwa masalah dana yang terjadi di seluruh daerah membuat beberapa Pemerintah Daerah di Kalimantan Timur sempat mengusulkan untuk mengundur Porprov ke 2027.
Melalui perjuangan panjang dan tak kenal lelah, PB bersama KONI Kalimantan Timur, juga Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur meyakinkan KONI kabupaten dan kota berikut Dinas Pemuda dan Olahraga, bahwa kegiatan ini harus tetap terlaksana pada tahun 2026. Semua daerah juga mengalami pengurangan anggaran transfer, tinggal bagaimana menyesuaikan alokasi dengan kegiatan.
Porprov tetap terlaksana di Paser. Sembilan kabupaten dan kota akhirnya setuju. Kini, Paser sebagai tuan rumah harus tampil memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu, baik penyelenggara pertandingan, maupun kontingen kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur. Pembukaan memang dilaksanakan 14 November, namun pertandingan sudah mulai pada 3 November 2026.
Masing-masing kabupaten dan kota mengirimkan lebih dari seribu orang dalam satu kontingen, terdiri dari atlet, pelatih dan ofisial. Dengan demikian, ada sekitar 14.000 insan olahraga yang terlibat langsung di pertandingan. Semua hotel dan guest house di Paser penuh. PB menyiapkan rumah-rumah warga sebagai tempat pemondokan kontingen.
Untuk bantuan transportasi, PB menyiapkan 75 mobil dinas desa. Mobil ini digunakan untuk mobilisasi antar jemput atlit dan pengantaran konsumsi. PB menanggung konsumsi untuk semua perangkat pertandingan dan kontingen tuan rumah.
Kesuksesan sebagai tuan rumah juga harus dibarengi dengan prestasi. Dengan tetap menjunjung tinggi sportifitas dan fair play, Paser tak mau jadi penonton di rumah sendiri. Rekaman 4 Porprov terakhir di Kalimantan Timur, prestasi Paser kurang membanggakan. Yaitu di Bontang (2010), Samarinda (2014), Kutai Timur (2018) dan terakhir Berau (2022).
Lalu, kehadiran puluhan ribu pelaku dan pemerhati olahraga selama sebulan ini juga berdampak pada peningkatan ekonomi dalam arti luas. Terutama pada tingkat hunian hotel dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Ini sudah terpancar pada beberapa perhelatan olahraga skala internasional dan nasional yang berlangsung di Paser tahun 2026. Mulai dari aksi memukau paralayang internasional, sengitnya turnamen tenis meja dunia, hingga deru seri balap motor tingkat nasional.
Event besar berbanding lurus dengan penggunaan dana yang besar. Tata kelola keuangan pun juga harus jelas, transparan, akuntabel, aktual dan akrual. Pertanggungjawaban anggaran yang bersih dan tanapa cela menanti di ujung tahun.
Porprov VIII Kaltim Pertandingkan 66 Cabang Olahraga
Porprov VIII Kaltim tahun 2026 mempertandingkan 66 cabang olahraga (Cabor), di mana 59 merupakan tanggung jawab PB Porprov. Rinciannya, 52 Cabor bertanding di Kabupaten Paser. Sisanya, yaitu 7 Cabor berlangsung di luar Kabupaten Paser karena menyesuaikan ketersediaan venue. Yaitu biliar, boling, rugbi, skuas, golf, hoki dan layar. Ketiganya terbagi di Samarinda, Balikpapan dan Berau.
Di luar 59 Cabor, ada 5 pertandingan yang berlangsung secara mandiri. Artinya bukan tangung jawab PB Porprov. Pertandingannya pun di luar Paser. Yaitu petanque, korfball, woodball, ski air, dan barongsai. Meski demikian, medali yang diperebutkan tetap masuk hitungan. Perangkat pertandingan pun harus melaporkan hasilnya ke PB Poprov.
Terakhir, ada dua cabang olahraga baru yang akan bertanding sebagai eksibisi, yaitu olahraga domino dan padel. Berbeda dengan yang lain, keduanya tidak memperebutkan medali.
Paser, Kalimantan Timur, 2 November 2026

