Oleh : Yusriani Nuruse

Tak t erasa sudah +- 4 bulan anakku Walau pun jarak pondok kerumah sangat dekat, bahkan Toa Masjid dipesantren masih samar samar terdengar saat adzan, saat anak anak melantunkan Qalam Ilahi yang merasuk kedalam qalbu, kubayangkan anakku Muh Ashar duduk bersimpuh diantara ratusan santri yang melafazkan ayat demi ayat di masjid pesantren.
Awal anakku masuk pondok aku beberapa kali harus berurusan dengan puskesmas, diderah asam lambung, rasa baperan, dan terkadang ingin rasanya pingsan tapi idak pingsan-pingsan.
Saat teringat anak,terkadang membuat air mataku jatuh sambil kutengadahkan tangan mendoakan anakku. 2 Minggu sekali anak anak mendapat libur pulang, orang tua wali silih berganti menjemput anak anak mereka tak terkecuali aku.
Namun masih seperti biasa , keesokan harinya setiap kali aku siapkan perlengkapan anakku air mata ini masih saja membasahi pipiku, Namun demi masa depan anakku, demi menjaga ibadah, Ahlak, adab anakku aku harus rela berpisah dengannya. Walaupun setiap aku balik ke rumah dari mengantarnya balik ke pondok aku tak mampu menahan tangisku.
Tinggallah aku sendiri di rumah.
Rasa sepi sering kali datang melanda,air mata haru dan rasa syukur saat tergiang suara anakku mengulang hafalannya.Ataupun mendengarkan bacaan sholatnya.
Nak….
Maafin mama jika mama masih sering ngomel ataupun memberikan wejangan panjang kali lebar. Percayalah nak…
Semua itu bentuk betapa mama sayang saya kamu, mama g mau kamu salah bergaul, mama ingin kamu tumbuh dewasa dan mandiri.
Karena mama mungkin tak selamanya ada disisimu, tapi yakinlah nak sejak kamu ada didalam rahim mama sampai saat ini semua doa dan harapan baik kulangitkan untukmu.
Anakku ….
Harapan mama kali ini bisa jadi Ibu yang lebih tegar dan kuat, nyatanya belum bisa. Mama masih sering nangis sampai mata bengkak.
Dulu saat mama sedih, jari mungilmu sering kali menghapus air mata mama.
Nak….
Baik-baik di pondok ya, jaga sholatnya, hafalannya. Semoga Allah mudahkan urusan dan rezeki halal kita, hingga engkau meraih kesuksesan.
Mama tidak ada tempat curhat kecuali sama Allah yang kutuang lewat narasi ini . Semoga dengan ini bisa membuat hati mama lebih tenang dan suatu saat kamu temui tulisan mama ini.
Mama tau bukan hanya mama yang merasakan hal ini, di luar sana begitu banyak orang tua yang rela berpisah dengan anak-anaknya untuk mondok.
Semoga orang tua yang melepas anaknya mondok Allah senantiasa meridhoi dan memudahkan urusan dan rezeki kita semua.Aamiin

(Visited 3 times, 3 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.