By Andi Risna

Sore ini aku menikmati senja di tepi pantai Desa Tebongeano. Keindahan pantai sore ini masih terasa hampa tanpa kehangatan matahari. Sementara angin sore begitu hangat membelai kulitku, sambil ku menantikan matahari terbenam. Suatu lukisan indah di cakrawala, hasil karya agung Tuhan pemilik alam semesta. Menyaksikannya membuat jiwa ini tidak pernah berhenti bertasbih melafalkan nama-Mu yang Allah ya Rabb.

Senja yang begitu indah tak pernah berjanji untuk kembali indah seperti hari esok. Waktupun tak pernah menjanjikan apa yang sudah dialami akan terulang di kemudian hari. Begitulah hidup, semua yang kita lewati akan menjadi cerita, menjadi kenangan dan bahkan menjadi masa lalu yang tinggal menjadi memori.

Hari ini kerinduan itu singgah di hatiku, dimana hanya ada rasa rindu yang menguasai hatiku. Setiap langkahku hanya di iringi bayang rindu. Terkadang aku berfikir rindu itu curang, ia selalu bertambah tanpa harus berkurang. Rindu itu juga aneh, tidak selalu disebabkan oleh jarak, kadang hadir untuk seseorang yang sebenarnya ada bersama setiap hari, kadang juga hadir pada keadaan yang baru saja terjadi.

Hari ini aku berada pada satu titik dalam pusaran kerinduan. Saat rindu itu datang kelopak mata ini tak bisa membendung air mata hingga jatuh membentuk anak sungai di pipi. Rindu yang selalu membuatku menangis tanpa bisa menepisnya, rindu yang selalu membuatku ingin menatap senja, rindu yang membuatku ingin sendiri, rindu ini tak sempat tersampaikan, rindu yang tak pernah terbalas utuh, rindu yang selalu menyebkan perih dan sesak, namun kadang pula rinduku menjadi indah merekah dalam jiwa seperti bunga yang memancarkan harum semerbaknya.

Saat aku meyakini rasa ini adalah rasa yang dianugerahkan Tuhan, maka ketika rindu itu datang kusampaikan walau melalui sujud panjangku. Begitulah rinduku yang bermuara dalam hati, banyak makna tak terlihat mata yang selalu hadir tak di sangka. Menahan rindu hanya menahan sesak dan perih. Kusampaikan saja rindu itu kepada mereka selagi masih ada.. untukmu teman hidupku, ayah ibuku, keluargaku dan sahabatku.

(Visited 176 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.