Saat ini, saya memasuki tahun kedua mengajar di SDN 9 Lasusua Desa Sulaho. Bukan waktu yang lama, tetapi saya menemukan beberapa masalah di sekolah dan mungkin seperti di sekolah-sekolah lain. Mulai dari sarana dan pra sarana, peserta didik, guru-guru, hingga medan yang harus ditempuh menuju sekolah. Hal tersebut membuat saya tidak bisa berhenti berpikir bagaimana memecahkan masalah yang sudah sangat kompleks tersebut.

Hingga pada suatu hari, saya ditelepon teman di komunitas JaRIKU (Jaringan Relawan Indonesia Kolaka Utara). Kak Mila, demikian kami menyapanya. Lewat telepon, Kak Mila mengajak saya untuk mengikuti kegiatan RuBi sebagai local trainer.

Kak Mila menjelaskan apa itu RuBi, apa yang akan diajarkan nanti, dan apa yang akan saya peroleh setelah mengikuti kegiatan RuBi. Tanpa berpikir panjang, saya langsung mengiyakan ajakannya tersebut. Saya pikir materi RuBi yang diajarkan nanti akan sangat bermanfaat untuk diterapkan di sekolah. Disiplin positif, pembelajaran menggunakan teknologi, kurikulum dan asesmen, serta MBK, merupakan bagian dari materi RuBI. Seakan ada lampu pijar menyala terang di kepalaku, “Ini dia yang saya butuhkan untuk menyelesaikan masalah yang ada di sekolah!”

Sebelum Hari H, para local trainer mengadakan zoom meeting untuk melaksanakan simulasi. Tujuannya agar pada hari pelaksanaan nanti semua bisa berjalan dengan lancar karena metode pelatihan yang akan dilaksanakan secara daring.

Tibalah hari H kegiatan RuBi yang dilaksanakan di Perpustakaan Daerah Kolaka Utara. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 27–28 Februari 2021. Diikuti oleh 11 local trainer yang terdiri dari 5 orang guru jenjang SD dan SMP serta 6 orang pegiat literasi yang ada di Kabupaten Kolaka Utara.

Karena masih dalam masa pandemi COVID-19, kegiatan dilaksanakan dengan metode blended learning. Local trainer dikumpulkan di suatu tempat dengan protokol kesehatan untuk melakukan pembelajaran menggunakan zoom meeting. Materi disampaikan oleh tim narasumber dari pusat. “Disiplin Positif” dibawakan oleh oleh Kak Tina, Kak Fido, dan Kak Hain. “Pembelajaran Menggunakan Teknologi” disampaikan oleh Kak Raras, Kak Kadek, dan Kak Fitri. Sedangkan materi “Kurikulum, Asesmen, dan MBK” disajikan oleh Kak Valent, Kak Putri, dan Kak Arti.

Walaupun disampaikan menggunakan zoom meeting, materi yang disampaikan sangat menarik dan berkesan bagi saya dan semua local trainer. Kadang-kadang koneksi internet tidak bersahabat dan proses pembelajaran sempat terputus. Tetapi kendala tersebut tidak berlangsung lama. Ada panitia lokal yang sigap membantu.

Dari ketiga materi tersebut, saya seperti mendapatkan sebongkah berlian. Saya sangat merasa beruntung karena banyak ilmu baru yang didapat. Seperti apa itu disiplin positif, membuat kesepakatan kelas, bagaimana kita menerapkannya, termasuk memahami tentang perbedaan antara konsekuensi dengan hukuman, apresiasi, dan hadiah. Apalagi saya yang berprofesi sebagai seorang guru, disiplin positif wajib saya terapkan kepada peserta didik agar mereka bisa menjadi siswa yang berkarakter dan termotivasi untuk berubah.

Di abad XXI ini, hampir semua hal sudah memanfaatkan teknologi informasi. Setiap guru diharuskan bisa mengoperasikan perangkat teknologi, seperti yang diajarkan narasumber pusat tentang Teknologi dalam Pembelajaran Jarak Jauh. Dari materi tersebut, saya jadi tahu fitur-fitur program presentasi Microsoft Powerpoint yang selama ini jarang digunakan. Saya pun belajar berbagai macam aplikasi daring yang dapat diaplikasikan dalam PJJ untuk menambah semangat belajar siswa seperti Slido, Quizizz, Kahoot, Google Form, Mentimeter, Jamboard, Annotate, Zoom, Google Slide, dan lain-lain.

Selain itu, kami juga diberi materi yang keren. Lagi-lagi saya merasa beruntung karena materi terakhir ini sangat berkaitan dengan profesi saya, yaitu tentang Kurikulum, Asesmen, dan MBK yang dapat menunjang aktivitas pembelajaran. Pada materi tersebut, para narasumber dari pusat memaparkan materi yang cukup lengkap dan membuka wawasan saya tentang metode belajar kreatif yang dapat diaplikasikan kepada guru-guru dan peserta didik di sekolah. Di sini, para narasumber pun memancing kreativitas local trainer dengan cara memainkan games metode belajar kreatif. Dengan begitu, local trainer bisa langsung mempraktikkan teori yang didapat.

Setelah materi selesai, kami dibuatkan Breakout Room. Di situ kami merefleksikan semua materi yang sudah diterima. Rata-rata local trainer memiliki kesamaan dalam merefleksikan RuBi hari itu. Selanjutnya kami menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) setelah kegiatan selesai.

Semenjak Mas Menteri (panggilan akrab Mendikbud RI) menerbitkan surat edaran tentang Study from Home (SFH) bulan Maret 2020, sudah satu tahun lamanya anak-anak belajar dan kuliah dari rumah untuk mencegah penyebaran COVID-19. Menurut saya, langkah Mas Menteri yang memiliki nama lengkap Nadiem Anwar Makarim sudah sangat  tepat.

Sejak itu pula bermunculan inovasi-inovasi baru di dunia pendidikan, terutama penggunaan teknologi untuk pembelajaran jarak jauh. Beliau juga memberi bantuan berupa kuota belajar untuk para tenaga pendidik dan peserta didik di seluruh Indonesia.

Secara otomatis, tenaga pendidik pun dituntut untuk melek teknologi, harus bisa mengikuti perkembangan teknologi, harus mau meng-upgrade diri, terus bergerak, dan belajar. Salah satunya melalui RuBi (Ruang Berbagi Ilmu). Banyak materi yang sangat menunjang aktivitas pembelajaran di era New Normal sekarang ini. Sedangkan untuk daerah yang masih terkendala dengan koneksi internet, diperbolehkan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara luring sesuai peraturan Kemendikbud RI dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Selama berkecimpung di dunia pendidikan, saya selalu merasa tertantang dengan peserta didik di sekolah. Itu pula yang menjadi pengalaman terbaik saya selama menjadi seorang pengajar.

Saya banyak menemukan karakter peserta didik yang berbeda-beda, cara menghadapinya juga harus berbeda pula. Apalagi sejak masa pandemi ini, sebagian proses pembelajaran tetap berjalan secara luring dengan berkunjung ke rumah siswa. Di situ saya harus punya cara agar metode mengajar saya bisa diterima peserta didik dan mereka bisa memahami pelajarannya. Nah, setelah mengikuti pelatihan local trainer RuBi selama dua hari, saya menjadi banyak tahu cara-cara baru dalam menghadapi peserta didik.

Kegiatan RuBi yang pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Kolaka Utara tersebut meninggalkan kesan yang sangat mendalam di hati saya. Selain bisa menambah teman baru, saya juga bertemu dengan anak-anak bangsa yang hebat, yaitu kakak-kakak narahubung dari RuBi pusat, kakak-kakak narasumber RuBi pusat, dan kakak-kakak panitia local dari Kolaka Utara yang sangat solid dan kece. Saya juga banyak memperoleh ilmu baru seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya.

Harapan saya, semoga ke depannya kegiatan-kegiatan RuBi bisa hadir hingga ke desa-desa. Materinya pun jika memungkinkan ditambah, misal tentang kerelawanan, manajemen kelas, dan taman baca. Semoga apa yang sudah direfleksikan di akhir kegiatan RuBi tersebut bisa segera dilaksanakan dan semoga RuBi tetap semangat menebar kebaikan ke seluruh pelosok negeri kita tercinta, Indonesia.

Pengalaman Lucu

Kegiatan RuBi di Kolaka Utara menghadirkan banyak pengalaman lucu. Selama dua hari, para peserta dan panitia pelaksana terlibat dalam serangkaian aktivitas yang diselingi gelak tawa. Kami para peserta local trainer tidak merasa terbebani selama kegiatan berlangsung. Selalu ada keseruan yang dibuat oleh narasumber dari pusat yang membuat bibir kami tak bisa bertemu alias tertawa. Hahaha….Contohnya saat Kak Fido, Kak Hain, dan Kak Tina sedang melakukan role play materi disiplin positif. Kami selalu tertawa melihat Kak Fido berpantun.

Contoh lainnya ketika mencoba berbagai aplikasi permainan daring yang diberikan. Banyak fitur yang baru kami ketahui dan formatnya dibuat interaktif sekaligus menghibur sehingga kami dibuat tertawa. Apalagi saat materi MBK, local trainer mempraktikkan permainan mencocokan model pembelajaran, melakukan eksperimen menggunakan alat peraga yang telah disediakan narasumber pusat, lomba menempelkan gambar hewan di peta sesuai asal daerah. Dari seluruh rangkaian  aktivitas tersebut, ada saja kejadian yang membuat kami tertawa.


(Visited 107 times, 1 visits today)
2 thoughts on “SEBONGKAH BERLIAN DARI RUBI (RUANG BERBAGI ILMU)”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.