Setelah malam mingguan di kafe yang terbaik dan mewah, edisi kali ini aku refreshing di Permandian alam Citta. Bersama dengan teman – teman alumni Program Magister (S2 ) Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan Universitas Negeri Makassar 2013, aku menghabiskan hari bermain, tertawa dan saling bertukar pikiran. Benar – benar aku rehat dari rutinitas yang selama ini aku jalani.
Pagi – pagi kami sudah berangkat. Segala bekal dan perlengkapan sudah sedia. Perjalanan juga tidak terlalu melelahkan karena jaraknya tidak terlalu jauh. Di perjalanan, aku benar – benar menikmati nikmat syukur yang kuterima dariNya. Bisa menikmati pemandangan yang begitu indah. Sawah yang terhampar luas, menghijau, pohon-pohon beraneka ragam menyejukkan mata yang memandangnya. Nikmat mana lagi yang engkau dustakan?
Permandian Alam Citta adalah destinasi wisata yang baru digarap pemerintah setempat. Walau tempatnya agak terpencil, tapi orang – orang yang berkunjung ke tempat itu datang dari berbagai daerah. Ada dari Kab. Sidrap, Pinrang, Makassar dan daerah tetangga lainnya. Mata air yang langsung dari pengunungan yang jernih, membuat kita enggan beranjak dari pesonanya. Diri terus bermain di riak -riak air yang dingin menembus pori-pori. Sekali – kali menceburkan diri menguji kejelian mata mencari pesona lain pada batu – batu di dalamnya.
Ah…tidak terasa sudah lama juga berendam. Muka udah pucat. Untung masih ada garis – garis merah bekas lipstik jadi bibir tidak kentara kalau sudah hitam dan memucat. Badan sudah menggigil.
Kami sudah kembali ke gazebo itu. Ganti pakaian, dandan percantik diri, baru kumpul untuk menikmati santapan yang mengundang selera untuk segera melahapnya. Hmmm..nikmat sekali. Dan semua pasti tahu, biar pun yang dihidangkan cuma lombok dengan garam, tapi kalau kumpul bareng, disantap bersama, pasti nikmatnya luar biasa. Apalagi ini bukan lagi hidangan ala kadarnya, tapi sudah mirip makanan di restoran mewah. Sungguh kenikmatan yang tiada taranya…
Sahabat – sahabatku, kapan lagi bisa kumpul bareng seperti ini? Semoga tali silahturrahmi ini tetap terjalin selamanya. Jarak tidak ada artinya. I miss you all…..
Watansoppeng, 6 Juni 2021
