Menduduki sebuah jabatan merupakan suatu kehormatan, namun juga merupakan suatu cobaan dan ujian hidup.
Jabatan tidak selalu pasti, ketenaran tidak selalu bersinar. Ketika kita siap memangku jabatan maka kita juga harus siap untuk turun tahta. Kita harus berpinsip bahwa jangankan jabatan nyawa saja tercabut.
Saya teringat kata-kata terakhir dari pimpinan saya saat masih mengajar di SMA negeri 1 Lasusua, bapak Misbahuddin almarhum. Beliau berpesan, “sebelum menjadi pimpinan kita harus belajar menjadi bawahan agar kelak kita akan tahu bagaimana rasanya menjadi bawahan”.
Sejatinya bawahan suatu kantor atau perusahaan diadikan sebagai mitra kerja. Bukan sebaliknya dijadikan sebagai pesuruh atau pelengkap penderita. Dengan menjadikan karyawan sebagai mitra, dengan sendirinya akan tercipta energi kreatif dan semangat produktif bekerja bagi karyawan karena merasa dihargai.
Kondisi kerja seperti ini, akan memberi kontribusi positif dalam pengembangan kantor atau perusahaan. Tercipta iklim kerja yang kondusif, tersebar atmosfir kerja yang saling menginspirasi mewujudkan visi misi kantor atau perusahaan. Jadi terjalin ikatan persaudaraan antara pimpinan dan karyawan, staf dan bawahan, dan in syaa Allah hasil kerja terasa memberi keberkahan

Tidak masalah selambat apa pun kamu bergerak, asalkan kamu tidak pernah berhenti mencoba