Habis shalat subuh, sebagaimana biasanya saya buka handphone untuk mengantisipasi ada berita kantor yang harus ditindak lanjuti. Satu demi satu pesan whatsaap saya baca semuanya biasa saja, hanya saling menyapa menanyakan kabar, saling mendoakan, dan saling menginspirasi sebagaimana layaknya sahabat.
Namun ketika melihat dan membaca satu tulisan yang berjudul “Saya Menyebutnya Galih dan Ratna” terasa ada energi dahsyat yang menarikku untuk membacanya. Saya kaget, haru, bahagia, damai, dan tiba-tiba menetes air mataku. Ternyata sang inspirator penggagas rumah jiwa di angkasa (Bengkel Narasi) yang kami panggil Bang RIM, spesial menulis untuk mensyukuri usia perkawinan kami yang memasuki usia 23 tahun hari ini Senin 2 Februari 2021.
Sesaat kemudian berkat tulisan itu yang sudah di upload di media sosial, ucapan selamat melalui pesan watsaap terus mengalir dari sahabat-sahabat sejatiku.
Tulisan sang inspirator ini saya anggap sebagai hadiah paling istimewa dalam proses perjalanan hidupku dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang alhamdulillah sudah memasuki usia 23 tahun dengan penuh suka dukanya.
Setiap kata yang tergores dalam tulisan itu menghadirkan nuansa rasa yang mengharu biru. Dadaku sesak tangis bahagia, terharu dan semua hal yang sudah tidak bisa lagi aku narasikan. Apa yang terucap bisa saja terlupakan namun yang dituliskan akan selalu abadi.
Terimah kasih saudaraku, sang inspiratorku yang sudah mengabadikan kisah kami. In shaa Allah, air mataku ini menjadi tasbih doa semoga tetap sehat dan bahagia bersama keluarga tercinta hingga akhir hayat.
