Kucoba menulis suara hati bukan untuk mengajarimu, tapi untuk menguatkan hubungan batin ini dengan kehidupan.
Semoga tak sesingkat takdir menjemputku, sebelum kristal-kristal bening menjemput rindu, tuk melepasku ke pangkuanmu.
Senja telah mengajarkan kesetiaan bahwa sang fajar tidak pernah ingkar janji tuk menenggelamkan diri memberi jalan bulan menyinari malam.
Aku tersentak dalam ketakutan, kiranya putaran waktu menjadi misteri.
Akan kemana senja itu menenggelamkan
Pantai ujung katoi yang airnya surut.
Kulangkahkan kaki menyusurinya, aku luapkan rasa dengan sebuah teriakan “Tuhan” aku masih ingin bernaung dibawah langit biru-Mu. Aku masih ingin bersamanya 1000 tahun lagi.
Jangan sembunyi di batas senja, aku masih ingin mengukir kenangan untuknya. Bersama melanjutkan hidup di bawah mentari.

Keren….
Kessipaa puisinna… Langsung kuingat tonggi pasanganku… Barakallah ilaikumaa fil khair… 😍😍😍