Kucoba menulis suara hati bukan untuk mengajarimu, tapi untuk menguatkan hubungan batin ini dengan kehidupan.

Semoga tak sesingkat takdir menjemputku, sebelum kristal-kristal bening menjemput rindu, tuk melepasku ke pangkuanmu.

Senja telah mengajarkan kesetiaan bahwa sang fajar tidak pernah ingkar janji tuk menenggelamkan diri memberi jalan bulan menyinari malam.

Aku tersentak dalam ketakutan, kiranya putaran waktu menjadi misteri.
Akan kemana senja itu menenggelamkan
Pantai ujung katoi yang airnya surut.

Kulangkahkan kaki menyusurinya, aku luapkan rasa dengan sebuah teriakan “Tuhan” aku masih ingin bernaung dibawah langit biru-Mu. Aku masih ingin bersamanya 1000 tahun lagi.

Jangan sembunyi di batas senja, aku masih ingin mengukir kenangan untuknya. Bersama melanjutkan hidup di bawah mentari.

(Visited 216 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Rosmawati

Saya Rosmawati — bekerja di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, mengajar di Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara, dan aktif di komunitas Bengkel Narasi serta Pena Anak Indonesia (PAI). Tiga peran itu berjalan bersamaan, dan saya menjalaninya dengan sadar. Di perpustakaan, saya dekat dengan buku dan dengan orang-orang yang datang mencari sesuatu — entah itu pengetahuan, ketenangan, atau sekadar tempat duduk yang tenang. Di ruang kuliah, saya belajar lagi setiap kali mahasiswa mengajukan pertanyaan yang tak pernah saya duga. Di komunitas, saya menemukan alasan yang paling sederhana mengapa literasi itu penting: karena ada anak-anak yang ingin bercerita, tapi belum punya kata-katanya. Saya menulis di Bengkel Narasi. Kadang soal hal-hal besar, kadang soal yang kecil saja — tapi selalu dari apa yang sungguh saya lihat dan rasakan. Kalau Anda ingin mengobrol soal literasi, pendidikan, atau dunia menulis — mari. 📍 Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara ✍️ bengkelnarasi.com 📚 Perpustakaan Daerah Kab. Kolaka Utara 🎓 Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara

2 thoughts on “Jangan Sembunyi di Batas Senja”
  1. Kessipaa puisinna… Langsung kuingat tonggi pasanganku… Barakallah ilaikumaa fil khair… 😍😍😍

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.