Gadis itu bernama lengkap Viani Brinza Millenium. Memiliki paras cantik dan memesona. Namun, terkadang kecantikan wajah belum tentu hatinya baik, penyayang, juga penurut. Ya. Perlu kalian ketahui, Viani ini dibesarkan dari keluarga yang sederhana, kehidupannya terbilang cukup jauh dengan teman-temannya. Akan tetapi, lantaran kedua orang tuanya selalu memanjakannya, hingga saat ini setiap kali keinginan gadis itu tak terpenuhi, selalu memarahi mereka bahkan membentaknya.

“Bu! Pokoknya Viani mau Ibu belikan ponsel baru besok! Viani gak mau tau, Bu. Viani malu, setiap ke sekolah selalu diledekin mulu karena ponselnya butut!” geram gadis itu.

“Tapi, Nak. Jangankan buat beli ponsel baru, buat makan aja susah, Sayang. Ibu mohon mengertilah! Seharusnya kamu bisa contoh kakakmu, Clarita. Biar bagaimanapun dia, sama sekali gak mengeluh soal ponsel. Ini kamu kena—”

“Alah!” Dia memotong perkataan sang ibu sambil menendang piring yang berisi nasi yang sedang ibunya makan.

Ibu mana yang tak sakit hati melihat sikap anaknya seperti itu? Menyadari karena salah mendidik anak dan melakukan perbedaan yang cukup drastis pada Viani dan Clarita, membuatnya kewalahan sendiri. Dulu Viani selalu dimanja dan segala kemauannya selalu terkabul, tetapi tidak dengan Clarita yang di mana gadis itu acap kali selalu mengalah, mengalah dan mengalah.

Viani meninggalkan sang ibu yang berada di dapur, kemudian mengobrak-abrik isi lemari ibunya. Terdengar suara benda dijatuhkan, segeralah sang ibu pergi dan melihat apa yang tengah terjadi. Wanita tua ini merasa terkejut, ketika putri kecil kesayangannya ini sedang mengacak-ngacak lemarinya, dia menemukan lembaran uang merah sekitar tiga lembar dan menyelipkannya ke dalam saku celananya.

Tidak ada yang dapat dilakukan oleh sang ibu ini selain hanya berurai air mata dan berdoa pada sang pemilik alam, supaya dapat memutar balikkan hati manusia.

Dari sini kita dapat belajar bagaimana seharusnya mendidik anak yang baik dan benar. Pada intinya, jangan pernah terlalu memanjakan salah satu anak kita, agar kelak mereka tidak membangkang dan menunjukkan sikap aslinya.

(Visited 82 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.