Oleh : Yusriani Nuruse
Pernikahan Widya dan Yudhi telah berlalu beberapa hari, namun resepsi pernikahan belum di gelar, karena menunggu saudara-saudara Widya mengurus cuti dari Jakarta. Mereka berencana menghadiri resepsi tersebut karena Widyalah yang terakhir menikah dalam keluarga besarnya dari 8 bersaudara.
Sambil menunggu waktu Widya ikut Yudhi ke Luwuk Banggai tempat Yudhi bertugas,yang juga mengurus izin dan cuti nikah di kantornya. Namun baru beberapa hari setelah Yudhi dan Widya bersama, ujian pernikahan sudah mulai bermunculan. Dari sikap mantan istri Yudhi yang kerap memaki Yudhi lewat pesan singkat dan sikap kakak Yudhi yang tadinya menjodohkan Yudhi dan Widya pun. Kakak Yudhi seakan termakan hasut. Seakan ingin lepas tangan dan itu membuat Yudhi kebingungan.
Widya yang tadinya berencana kembali ke Makassar duluan diurungkan. Tiket yang Widya telah booking ia batalkan.Widya mencium gelagat aneh dari seseorang yang berupaya menghalangi rencana resepsi pernikahannya. Apalagi Widya juga mendapat telpon dari saudara Widya di Makassar untuk menunggu Yudhi pulang bersama, kalau tidak,ia kemungkinan duduk sendiri di pelaminan. Dan semua itu membuat Widya tak habis pikir. Kakak Yudhi yang tadinya menjodohkan Yudhi dan Widya menyampaikan kalau ia tak akan menghadiri resepsi tersebut.
Widya yang mendengar berita itu hanya bisa diam seribu bahasa.Begitu juga dengan Yudhi lebih bingung lagi. Yudhi sering melamun.
Saat tiba hari keberangkatan Widya dan Yudhi ke Makassar, tiba-tiba ponsel Yudhi berdering. Sebuah pesan singkat masuk. Widya meliriknya, sebuah pesan singkat dari ponsel Putri Yudhi meminta Yudhi menemuinya di rumah mantan istri Yudhi dan meminta agar Yudhi jangan pergi.
Entahlah siapa lakon dibalik drama itu.Namun Widya berusaha menyakinkan Yudhi agar tetap berangkat. Hingga pesawat Merpati dari Bandara Syukuran Aminuddin Amir membawa Widya dan Yudhi mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dan dijemput kakak Widya.
Karena resepsi tinggal beberapa hari, Widya pulang ke kampung duluan, sedang Yudhi masih menunggu sampai hari tersebut.
Keluarga Besar Widya telah berkumpul dirumah orang tua WIdya di kampung mempersiapkan seluruh rangkaiaain Resepsi. Yudhi dan keluarganya pun datang sehari sebelum resepsi digelar.
Kakak Yudhi tidak nampak dalam rombongan keluarga Yudhi. Yang hadir hanya Ibunda Yudhi dan saudara serta Ipar Yudhi yang lain. Kakak Ipar Yudhi yang dari kampung sebelah menanyakan pada Widya sebab musabab Kakak Yudhi yang menjodohkan tidak hadir.Widya hanya menggeleng tidak tahu.
Hingga malam “mapacci” dalam suku Bugis digelar bergantian dengan mempelai perempuan dan laki-laki berjalan hikmat.Selesai acara Mappacci keluarga Yudhi istirahat di rumah saudara Yudhi, sedangkan Yudhi di hotel milik kakak sepupu Widya Hotel Ompo bersama kakak ipar Yudhi.
Keesokan hari resepsi pernikahan digelar, keluarga besar Widya dan keluarga Yudhi menyambutnya dengan suka cita.. Musik elekton mengiringi pesta tersebut hingga malam hari.
Yudhi yang jadi peternak rindu selama 3 hari seakan memendam kerinduan yang seakan telah membuncah selama beberapa purnama Ahay…… Mereka memasuki kamar pengantin yang penuh dengan hiasan yang Indah.Yudhi dan Widya saling membantu melepas assesories gaun pengantin yang ia kenakan. Ini bukan yang pertama Widya dan Yudhi bersama karena ia telah bersama setelah ijab Kabul beberapa pekan yang lalu. Namun malam itu malam bahagia mereka.. saling melepas kerinduan, bersatu dalam ikatan cinta pernikahan, membawa mereka tenggelam dalam samudra cinta yang tak bertepi.Hingga terlelap dalam mimpi Indah.
Sebelum mentari pagi menyingkap malam yang Indah, Yudhi membangunkan Widya yang masih dalam pelukan tangan kekarnya.Sebenarnya Widya dari tadi terjaga namun ia masih betah dalam dekapan Yudhi.Hingga Yudhi mengajaknya kembali mengarungi lautan cinta yang membara.
Tak ada pesta yang tak usai.Hingga waktu berlalu, saudara Widya yang lebih sepuluh tahun baru bisa berkumpul kembali, bermusyawarah agar persaudaraan harus tetap kompak dan terjaga antara saudara-saudara yang lain dengan kakak ipar begitu juga dengan ponakan-ponakan yang lain.
Semoga saja Widya dan Yudhi mampu mengatasi ombak dalam mengarungi bahtera rumah Tangga.
Watansoppeng, September 2021
