Mbak Ros, begitu saya memanggilnya, terlahir 25 Mei 1980 dengan nama Romlah Rosidah di Ngawi, Jawa Timur.

Di Hong Kong dari tahun 2000, pulang ke Indonesia menikah pada tahun 2006. Di tahun 2011 cuti karena punya anak. Bersyukur punya majikan baik dia bisa pulang setiap tahun. Dipanggil lagi sama mantan majikan pada tahun 2013 ke Hong Kong hingga sekarang. Bekerja di 2 majikan.

Bukan hal yang tabu, bekerja dan bertahan di Hong Kong itu salah satunya karena membantu ekonomi keluarga.

Sukanya menjadi PMI tentu ada salah satunya, setiap bulan mendapatkan gaji tetap, rasa penat, lelah hilang, manakala mampu membantu meringankan beban keluarga.

Adapun dukanya menjadi PMI, kita dijauhkan dari orang-orang yang kita cintai, meninggalkan suami, anak dan orang tua. Dan tak ada yang mau berpisah dengan keluarga. Tapi karena kurangnya lapangan pekerjaan di negara kita, jadi kita terpaksa mengadu nasib ke luar negeri. Ini efek dari akar migrasi paksa atau Labour Export Programe atau program pengiriman tenaga kerja ke luar negeri. Untuk meningkatkan devisa negara sebanyak-banyaknya. Dan PMI termasuk penyumbang  devisa terbesar negara nomer 2 setelah migas.

Cara unik mbk Ros mengasuh anak, biasa live sambil menidurkan anak membaca shalawat dan sisilah nabi. Majikan tidak keberatan dan tahu kegiatan dia ketika berlibur.

Di tengah-tengah kesibukan, Mbak Ros paling lantang membela hak-hak buruh migran di Hong Kong. Dia pendiri Gabungan Muslim Migran Indonesia (GAMMI) yang didirikan pada tahun 2005. Bergerak di bidang dakwah, agama pendidikan, advokasi, konsisten membela hak-hak buruh migran. GAMMI sebuah aliansi yang membawahi 18 organisasinya di Hong Kong.

Yang mendorong dia untuk berada di GAMMI adalah  kalau Majelis cuma ngaji banyak, berdoa itu biasa, akan tetapi yang peduli dengan hak-hak buruh migran cuma di GAMMI. Tidak menutup mata dan telinga dengan masalah buruh migran. Salah satu isu bentuk kezaliman adalah overcharging atau potongan agen yang tinggi. Kalau kita diam berarti membiarkan kezaliman di muka bumi.

Adapun program kerja di GAMMI:

1. Agama & Dakwah

2. Pendidikan & Kampanye

3. Kesenian

4. Pelayanan Konseling & Hukum ketenagakerjaan di Hong Kong

5. Advokasi

Visi Misi GAMMI:

Terus Konsisten Memperjuangkan Perubahan Kondisi Buruh Migran Yang Menjadi  Korban Kedzholiman oleh berbagai pihak baik majikan, Agen, PJTKI, Pemerintah Indonesia dan Hong Kong.

Ya setahu saya potongan agen juga tidak sama, ada perbedaan yang mencolok. Belum juga tuntas menulis ini saya di telepon mantan majikan, kami sharing ujungnya memberanikan diri bertanya, “berapa ngambil pembantu yang sudah ada di Hong Kong?” Sangat mencengangkan $12000 atau setara Rp 22. 056.000.00

Biaya penempatan sekitar 14 juta lebih, sementara komisi agen cuma sebulan gaji, pada faktanya tidak demikian. Untuk ART cuma membayar 10% bagi yang interminit atau ngebreak.

Mbak Ros salah satu orang yang terpilih Dear Hong Kong sebuah lembaga resmi di Hong Kong yang mempromosikan perbedaan kebudayaan, ras, warna kulit, dan agama. Dia mewakili pendatang dari muslim, agama hindu di wakili dari pendatang India dan agama Budha dari Nepal.

Terkait event ini saya kutip dari tulisan Oskar Valles dan Anggie Lam (HKFP)

Dengan serangkaian potret orang-orang dari seluruh dunia, sebuah proyek sodial nirlaba bernama Dear Hong Kong merayakan kontribusi mereka ke Hong Kong dalam sebuah buku foto setebal 200 halaman.

Selain buku, Dear Hong Kong mengadakan pameran untuk berbagi cerita dan potret orang-orang inspiratif dari seluruh dunia. Dengan tujuan mendokumentasikan cerita dari lebih dari 150 negara, volume pertama Dear Hong Kong menampilkan 80 profil.

Turut bangga ketika barusan saya melihat YouTube foto dia terpampang di event pameran oleh Dear Hong Kong, di gedung Exhibition Tsim Sha Tsui.

 Pesan dia untuk PMI Hong Kong, mari gunakan waktu untuk belajar, belajar apapun yang belum bisa, karena dengan ilmu kita tidak mudah untuk dibodohi dan terjerumus. Bagi yang belum beroganisasi, mari bergabung untuk mempererat silaturahim dan menambah saudara dan ketika ada masalah pasti ada teman yang ngasih solusi.

Barusan ini saya di telepon mantan majikan, kami sharing ujungnya memberanikan diri bertanya, “berapa ngambil pembantu yang sudah ada di Hong Kong?” Sangat mencengangkan $12000 atau setara Rp 22. 056.000.00

Biaya penempatan sekitar 14 juta lebih, sementara komisi agen cuma sebulan gaji, pada faktanya tidak demikian. Untuk ART cuma membayar 10% bagi yang interminit atau ngebreak.

Mbak Ros salah satu orang yang terpilih Dear Hong Kong sebuah lembaga resmi di Hong Kong yang mempromosikan perbedaan kebudayaan, ras, warna kulit, dan agama. Dia mewakili pendatang dari muslim, agama hindu di wakili dari pendatang India dan agama Budha dari Nepal.

Dengan serangkaian potret orang-orang dari seluruh dunia, sebuah proyek sodial nirlaba bernama Dear Hong Kong merayakan kontribusi mereka ke Hong Kong dalam sebuah buku foto setebal 200 halaman.

Selain buku, Dear Hong Kong mengadakan pameran untuk berbagi cerita dan potret orang-orang inspiratif dari seluruh dunia. Dengan tujuan mendokumentasikan cerita lebih dari 150 negara, volume pertama Dear Hong Kong menampilkan 80 profil.

Dengan mendokumentasikan cetita dan kemanusiaan, berharap buku ini dapat menjadi platform untuk menyuarakan mereka yang tidak bersuara, menantang stereotip dan saling pengertian (sumber dari Hong Kong Free Press).

Turut bangga ketika barusan saya melihat YouTube foto dia terpampang di event pameran oleh Dear Hong Kong, di gedung Exhibition Tsim Sha Tsui.

Pesan dia untuk PMI Hong Kong, mari gunakan waktu untuk belajar, belajar apapun yang belum bisa, karena dengan ilmu kita tidak mudah untuk dibodohi dan terjerumus. Bagi yang belum beroganisasi, mari bergabung untuk mempererat silaturahim dan menambah saudara dan ketika ada masalah pasti ada teman yang ngasih solusi.

(Visited 75 times, 1 visits today)

By Ghinda Aprilia

Sebaik-baik hidup bisa berguna untuk diri sendiri dan orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.