Oleh : Gusnawati Lukman

Hai sahabat- sahabat terbaikku. Kini kita berada di halaman terakhir di tahun 2021.Halaman 365 yang menjadi halaman penutup tahun 2021.  Bagaimana rasanya? Pasti menyenangkan bukan? Buktinya kita masih bisa tertawa ceria, bersenda gurau, walau banyak cobaan yang mendera kita. 

Sahabat, ada rumah yang begitu kuat, kokoh, namun tak  nyaman tuk menyandarkan diri. Ada rumah yang luas, mewah, megah, namun tak mampu menampung luasnya hati dan besarnya harapan. Nun jauh  di sana, ada rumah yang memancarkan sinar terang benderang, penghuninya tersenyum tulus, wajah begitu rupawan, berseri, jiwa-jiwa yang ikhlas mengulurkan tangan menyambut hadirku. Memeluk bayangku, menyentuh hatiku,menggugah jiwaku. Menyatukan batin. April awal pertemuan kita. Kupeluk mimpi bersamamu di rumah jiwa kita, walau belum sempat bertatap rupa, Berdekap raga.  

Tahun 2021 berkisah bahwa banyak hal yang membuat ikatan batin kita semakin erat. Kutata hatiku meniti bahagia. Aroma bahagia ketika hati kita terpaut. Menyatukan segala perbedaan. 

Terima kasih dua ribu dua puluh satu. Engkau sudah izinkan meminjami banyak ruang untukku. Kubahagia di rumah jiwaku. Alur cerita yang tercipta sungguh takkan rela kutinggalkan. Oh iya, ….adapun cerita romansa, bahagia, keberhasilan, kecewa, sengaja ingin kutitipkan kepadamu untuk aku buka setiap saat jika punya waktu. Aku ingin ketika aku sedang duduk di batas senja mengenangnya kembali lalu tertawa terbahak-bahak.Mengingat betapa manisnya kebersamaan yang kurajut bersamanya di rumah jiwa itu.  Kuingin ketika hujan rintik-rintik rinduku larut bersamanya. Rindu bersua, bertatap rupa, berdekap raga. 

Selamat datang dua ribu dua puluh dua. Kuingin membuat perubahan dalam hidup ini.Pada 1 Januari ini, aku ingin menemukan kebahagiaan itu kembali dan sukses menggapai semua mimpi-mimpiku yang terajut indah. Sekarang giliranku untuk menyembuhkan luka yang pernah tergores. Semua kenangan tentangmu akan kuurus sendiri. Semua jejak kisah masa lalu akan abadi dan berlanjut dalam puisiku, karya batinku. Dalam raga yang saling asing, tersimpan rindu yang bagai candu. Rindu yang tak kan pernah usang. Aku memilih mengenangmu dalam senyap. Akan kuingat selalu semburat rindu yang selalu hadir menemani hari-hariku. 

Hari ini ceritaku di 2021 telah usai. Namun bukan berarti kisah itu sudah terlupakan. Hanya saja bukunya telah penuh dan akan kuganti dengan buku yang baru dimana keindahan menjadi pembungkusnya, kebahagiaan menjadi tulisan pertama, senyum manis di lembaran berikutnya, tawa canda sekali-kali hinggap. 

Sahabat, terima kasih sudah bertahan di rumah jiwa kita, Bengkel Narasi. Terima kasih sudah menjadi bagian yang luar biasa dari kehidupan ini. Kita adalah orang-orang hebat karena sudah berhasil melewati semua ujian dalam hidup dengan senyuman.

Tahun 2022 adalah resolusi masa depan kita. Semoga semua keinginan bisa terwujud. 

Happy New Year Everyone.

Watansoppeng, 1 Januari 2022

Sumber Inspirasi:

#Ruslan Ismail Mage Quotes’

(Visited 56 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.