Waktu begitu cepat berputar, Alhamdulillah hari ini setengah abad Allah menitipkan ruh di tubuh ini.
Banyak nikmat yang Allah titipkan di luar ekspektasi sebagai hamba terutama kebahagiaan dari keluarga tercinta, Sahabat hati yang selalu menjadikanku sebagai pegangan bukan pijakan.

Perlu berbenah diri untuk meluruskan pribadi ini. Lewat cahaya keindaha-Nya bulan dan bintang terasa dekat mengetuk jendela hati memecah sunyi kalbu
Dalam kesunyian mencoba merenungi memaknai jam kehidupan.

Jam Kehidupan Hanya Diputar Satu Kali Saja. Tak Seorangpun sanggup mengatakan kapan jarum jam ini akan berhenti.
Mungkin satu jam lagi.
Mungkin besok.
Mungkin bulan depan.
Mungkin tahun depan.
Kadang tak sadar kalau saat ini adalah satu-satunya waktu yang kita miliki.
Entah esok masih ada waktu, Karena setiap saat jarum jam itu dapat berhenti.
Saat ini kita masih menginjak tanah, mungkin esok kita yang diinjak.

Waktu sedang jaya kita merasa banyak teman di sekeliling kita.
Waktu sedang berkuasa kita percaya diri melakukan apa saja.
Waktu sedang tak berdaya barulah kita sadar siapa saja sahabat sejati yang ada.
Waktu sedang jatuh kita baru sadar selama ini siapa saja teman yang memperalat dan memanfaatkan kita.
Waktu sedang sakit kita baru tahu bahwa sehat itu sangat penting, jauh melebihi harta.

Masuk usia senja kita baru tahu kalau masih banyak yang belum dikerjakan.
begitu banyak waktu yang terbuang sia sia. Hidup tidaklah lama , semoga di usia menua bersama membuat hidup lebih bermakna.
Saling menghargai,
Saling membantu,
Saling memberi,
Saling mendukung, dan
Saling mencintai

Menjadi teman setia tanpa syarat, menerima segala lebih dan kurang masing-masing dan berpegang teguh pada prinsip bahwa hidup bukanlah suatu tujuan, melainkan sebuah perjalanan.

(Visited 1,668 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Rosmawati

Saya Rosmawati — bekerja di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, mengajar di Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara, dan aktif di komunitas Bengkel Narasi serta Pena Anak Indonesia (PAI). Tiga peran itu berjalan bersamaan, dan saya menjalaninya dengan sadar. Di perpustakaan, saya dekat dengan buku dan dengan orang-orang yang datang mencari sesuatu — entah itu pengetahuan, ketenangan, atau sekadar tempat duduk yang tenang. Di ruang kuliah, saya belajar lagi setiap kali mahasiswa mengajukan pertanyaan yang tak pernah saya duga. Di komunitas, saya menemukan alasan yang paling sederhana mengapa literasi itu penting: karena ada anak-anak yang ingin bercerita, tapi belum punya kata-katanya. Saya menulis di Bengkel Narasi. Kadang soal hal-hal besar, kadang soal yang kecil saja — tapi selalu dari apa yang sungguh saya lihat dan rasakan. Kalau Anda ingin mengobrol soal literasi, pendidikan, atau dunia menulis — mari. 📍 Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara ✍️ bengkelnarasi.com 📚 Perpustakaan Daerah Kab. Kolaka Utara 🎓 Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara

6 thoughts on “Sebuah Perjalanan Bersamamu”
  1. Perjalanan panjang telah kta lewati , jam kehidupan telah menanti , kta tidak pernah tau kapan kta sampai pada garis finis yang telah di tentukan oleh allah ,
    Saat ini yang lebih penting adalah berbenah diri untuk bekal di kemudian hari.
    Selamat ulang tahun buat bapak dan ibu, kami selalu ada buat ibu dan bapak ,ingat sahabat sehati selalu ada buat kta , baik itu dikala kta jaya,berkuasa lebih ” disaat kta tak berdaya ,karna sahabat sehati akan menjadikan kta sebagai pegangan bukan sebagai pijakan

  2. Alhamdulillah semoga kita semua diberikan kesehatan dan umur panjang merupakan harta tak ternilai yg wajib disyukuri .
    Selamat bun bertambah umur dan lolos limah puluh tahun (lolita).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.