Oleh : Salawati Amin

Kau datang seolah sahabat
Kau tersenyum seolah baik-baik saja
Pelukanmu penuh kehangatan
Namun ternyata penuh kepalsuan

Kau menyakiti , aku hanya diam
Kau melukai aku pun hanya tersenyum
Lalu kau ramu cerita seolah nyata
Sungguh hebat engkau memainkan peran

Namun ….
Aku tak bermaksud pergi
Aku tak bermaksud memberimu pelukan terakhir
Aku hanya menyadari jika kau bukan dirimu lagi

Jika ingin berpikir…pikirkanlah
Jika ingin menghasut…… hasutlah
Jika ingin memfitnah….fitnahlah
Aku tak bermaksud mencampuri,apalagi memaksa
Aku tak bermaksud melakukan pembelaan diri,apalagi merasa benar
Dan aku tak perlu merasa hebat di matamu

Fitnahmu tak kan membuatmu kuat
Hasutmu tak kan membuatmu hebat
Sebab kata yang telah terucap, bukan lagi milik kita
Fitnah yang telah tersebar, tak dapat lagi bisa ditarik kembali
Pikir ,kata dan lakumu adalah tanggung jawabmu sendiri

Ingatlah saudaraku….
Jangan mengabarkan hal yang belum pasti, seolah pasti
Jangan menyalahkan seseorang yang belum tentu salah
Jangan menghina seseorang, sekalipun dia hina
Sebab Allah Maha Tahu kebenaran yang sesungguhnya
Bukan kamu ,bukan aku dan bukan siapa- siapa

Watansoppeng, 8 Februari 2022

(Visited 106 times, 1 visits today)
One thought on “Bukan Pelukan Terakhir”
  1. Subehanallaah….
    Sungguh menyentuh qalbu, kalimat demi kalimat yg sangat penuh makna dan menjadi nasehat buat semua insan yg membacanya👌
    Dilanjut Bu……
    Wassalaam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.